Dampak dan Timbulnya Keinginan Masturbasi pada Remaja

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Salah satu masalah yang seringkali membuat remaja tertekan yaitu mengenai dorongan seksual. Terbatasnya pengetahuan remaja mengenai masalah seksual, mengakibatkan dirinya merasa ingin tahu dan mencoba-coba dalam bentuk tingkah laku. Dorongan rasa ingin tahu dan mencari tahu masalah seksual tersebut mendorong remaja untuk bereksperimen, sehingga munculah dorongan seks tersebut dan menyebabkan ketegangan-ketegangan yang menuntut kepuasan dan sulit untuk dikendalikan. Maka timbulah perilaku- perilaku seksual pada remaja, salah satunya yaitu perilaku seksual masturbasi.

Timbulnya keinginan remaja untuk melakukan masturbasi diakibatkan oleh adanya rangsangan-rangsangan seksual yang menggerakan libido untuk memenuhi kebutuhan seks agar mendapatkan kepuasan. Remaja laki-laki akan lebih terangsang dengan adanya rangsangan visual. sedangkan pada remaja perempuan lebih terangsang ketika ada rangsangan taktil atau rabaan meskipun kedua jenis rangsangan tersebut mempunyai pengaruh sama pada kedua jenis kelamin.

Dampak yang terjadi ketika melakukan masturbasi, yaitu:

Dampak Fisik

  • Dilihat dari segi fisik, masturbasi biasanya menyebabkan remaja cepat merasa lelah. Karena pada umunya masturbasi dilakukan dengan cara tergesa-gesa untuk mencapai ejakulasi.
  • Penggunaan alat bantu seks secara berlebihan dan tidak tepat dapat mengakibatkan luka atau infeksi pada alat kelamin.
  • Masturbasi yang dilakukan secara tidak tepat dan tidak terkontrol dapat merusak selaput dara (keperawanan) bagi remaja perempuan, dan pada remaja laki-laki dapat merusak atau memutuskan jaringan darah di phallus, hal ini bisa mempengaruhi kekuatan ereksi menjadi semakin melemah.
  • Ejakulasi dini, Apabila seseorang remaja khususnya laki-laki melakukan masturbasi dengan tujuan agar cepat klimaks, kemungkinan pada saat dewasa atau setelah menikah akan mengalami ejakulasi (mengeluarkan mani) terlalu dinipada saat berhubungan intim. Hal itu disebabkan karena faktor kebiasaan cepat mencapai klimaks ketika bermasturbasi. Apabila seseorang terlalu sering melakukan masturbasi, maka orang tersebut dapat kehilangan kepekaan pada alat kelaminnya ata dibesbut dengan sexual anesthesia.

Dampak Mental atau Psikologis

Kedua, Dampak mental yang dirasakan oleh remaja antara lain, yaitu :

  • Masturbasi dapat menimbulkan perasaan bersalah dan malu pada diri remaja. Banyak remaja yang merasa malu ketika menyebutkan masalah masturbasi, biasanya masturbasi dilakukan remaja di tempat yang tersembunyi dari orang lain karena merasa malu.
  • Seorang remaja yang terlalu sering melakukan masturbasi dapat menimbulkan perasaan berdosa dalam dirinya. Akibatnya dirinya akan dihantui perasaan bersalah, kotor atau berdosa karena telah melakukan masturbasi. Beberapa agama juga melarang perbuatan tersebut, karena dapat mempengaruhi mental dan akhlak pelakunya di kemudian hari.

Remaja yang sering melakukan masturbasi akan memiliki Self-control atau kontrol diri yang rendah. Masturbasi biasanya dilakukan karena adanya rangsangan atau stimulus dari luar  yang bukan bersifat instinktif. Remaja diharapkan dapat menguasai atau mengatur pikirannya dan menjaga lingkungan sekitar, sehingga tidak mudah untuk menggerakkan dorongan seksual yang pada akhirnya dapat mendorong dirinya untuk melakukan kegiatan masturbasi.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY