Dampak Didikan Orang Tua yang Keras Kepada Anaknya

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Sebagian orang tua menganggap bahwa didikan yang keras terhadap anak jauh lebih efektif dalam membentuk sikap disiplin dan kuat, terutama bagi anak laki-laki. Hingga tidak jarang, pukulan digunakan sebagai hukuman ketika anak melakukan hal yang tidak memenuhi harapan orang tuanya.

Maksud dari didikan keras disini adalah membentak, meneriaki, memukul, menyambuk, mencubit, menendang, menampar, menonjok ataupun sebagainya yang sebenarnya sudah termasuk sangat kasar dan bisa menjadi kekerasan pada anak. Sering dibentak atau sering dimarahi ketika masih kecil bisa berdampak banyak saat anak memasuki usia remaja, apalagi jika ketika dewasa masih sering dibentak dan dimarahi. Apabila psikologis anak tidak kuat menahannya atau bahkan berpikir apa saja yang seharusnya dirinya lakukan, anak tersebut bisa mengalami sedikit gangguan pada pola psikologisnya baik dari segi mental, moral maupun etikanya. Berikut ini adalah beberapa dampak yang dapat terjadi pada anak jika dididik dengan kasar:

  1. Anak akan menjadi lebih agresif

Biasanya anak cenderung menjadi cuek atau ‘jutek’, tidak peduli kepada orang lain (menjadi individualisme) dan lebih mudah marah. Hal ini dikarenakan pola berfkir anak yang beranggapan bahwa apabila orang lain akan menyakitinya, sehingga anak harus melindungi dirinya, membatasi dirinya dengan orang lain dan akan mudah marah bila sedikit saja merasa terganggu.

  1. Anak bisa menjadi jauh dengan orang tua.

Jaman sekarang, anak dengan orang tua biasanya terkesan seperti bersama dengan teman, anak lebih sering curhat, main dan bercanda dengan orang tuanya. Namun, jika orang tuanya terbiasa mendidik anaknya dengan keras, jangankan menjadi teman, bahkan untuk mengobrol saja susah. Misalkan anak bercerita kepada orang tuanya, Kebetulan bercerita mengenai masalah yang dialami, tapi setelah bercerita justru sang anak lah yang dianggap bersalah, hal ini akan membuat anak takut untuk bercerita lagi dengan orang tua. Jadi sang anak akan merasa percuma berbicara dengan orang tuanya karena merasa tidak akan dihiraukan, atau malah diomeli padahal sebenarnya bukan itu yang diharapkan, melainkan hanya sekedar mendapatkan perhatian lebih dari orang tuanya.

  1. Anak menjadi lebih keras kepala

Ketika anak dinasehati, anak akan cenderung keras kepala karena anak merasa gusar atau malas ketika orang tuanya menasehati. Anak  merasa lelah dan bosan karena didikan keras yang diberikan oleh orang tuanya. Maka anak akan merasa apa yang ingin dilakukan, apa yang menurut dirinya benar, itulah pilihannya, tidak perlu memperdulikan orang lain karena dirinya merasa bahwa orang terdekat yang seharusnya memberikan kepedulian lebih kepada dirinya saja yaitu orang tua tidak memperdulikan dirinya.

  1. Anak akan lebih sering diam dan merasa kesepian.

Anak akan diam karena merasa percuma jika berbicara, apalah gunanya berbicara jika selalu dianggap salah oleh kedua orang tuanya. Anak cenderung lebih terbuka dengan teman-temannya karena merasa bahwa teman-temannya lebih ‘selalu ada’ dibandingkan dengan kedua orang tuanya. Jadi, anak akan merasa kesepian, tidak ada orang yang peduli kepadadirinya, anak akan merasa ada batasan antara orang tua dan dirinya karena didikan keras yang diberikan oleh orang tuanya.

Ya, didikan keluarga adalah salah satu hal yang sangat penting dalam hidup. Karena, aspek ini merupakan salah satu pendukung pertumbuhan karakter dan sikap seseorang untuk menjalani hidup kedepannya. Jika didikan dari keluarga tersebut baik, maka individu anak kemungkinan besar pun akan baik. Tetapi jika didikan di dalam keluarga kurang baik atau bahkan tidak baik maka sangat besar pula kemungkinannya anak tersebut akan tumbuh menjadi individu yang kurang baik. Jadi didiklah anak anda dengan cara yang baik dan benar. (AGT)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY