Dampak Estrogen Berlebih Pada Pria

SehatFresh.com – Estrogen seringkali dianggap sebagai hormon yang hanya ada pada wanita. Padahal, tubuh pria juga memproduksi sejumlah kecil estrogen, yang juga memegang peranan penting untuk mendukung perkembangan dan fungsi sistem reproduksi pria. Ketika produksi estrogen pada pria meningkat, ini bisa berefek besar pada tubuhnya karena berpotensi mengganggu kesuburan dan fungsi seksualnya serta meningkatkan risiko penyakit kronis tertentu.

Peningkatan produksi estrogen pada pria bisa terjadi akibat penuaan normal, lemak tubuh berlebih, terapi penggantian hormon atau obat, kekurangan nutrisi dan konsumsi alkohol berlebih. Rendahnya kadar testosteron bisa memperburuk hal ini. Ketika kadar testosteron menurun, seperti yang terjadi pada pria yang lebih tua, estrogen menempel pada reseptor pada sel-sel yang biasanya ditempati oleh testosteron. Ketika tingkat estrogen terus meningkat dan testosteron menurun, testosteron tidak dapat merangsang sel-sel. Hal ini pada gilirannya bisa menimbulkan sejumlah masalah.

  • Masalah kesuburan

Penelitian laboratorium telah menunjukkan bahwa paparan hewan laboratorium laki-laki untuk estrogen dapat menyebabkan kemandulan. Salah satunya, sebuah studi yang diterbitkan dalam “Journal of Endocrinological Investigation”, pada September 2001, peneliti mengamati pengurangan bobot testis dan menurunkan produksi sperma pada hewan yang diberi dosis estrogen rendah. Meskipun efek estrogen pada jumlah sperma laki-laki manusia belum diteliti secara langsung, hasil penelitian yang diterbitkan dalam isu “Fertility and Sterility”, pada Desember 2002, menunjukkan bahwa senyawa lingkungan seperti estrogen bisa bertanggung jawab untuk jumlah sperma rendah pada beberapa pria dengan infertilitas.

  • Disfungsi ereksi

Ketidakseimbangan rasio antara testosteron dan estrogen dalam tubuh pria dapat menyebabkan kesulitan dalam mencapai atau mempertahankan ereksi. Dalam sebuah makalah yang diterbitkan dalam “Asian Journal of Andrology”, edisi Juli 2011, peneliti mengevaluasi bukti perubahan dalam rasio ini menyebabkan peningkatan relatif dalam estrogen dibandingkan dengan testosteron. Ini menjelaskan risiko yang lebih tinggi dari disfungsi ereksi ada pada pria yang lebih tua yang umumnya mengalami penurunan testosteron seiring bertambahnya usia. Studi ini menyimpulkan bahwa ini adalah kemungkinan penyebab. Beberapa penelitian laboratorium, yang menemukan penurunan kemampuan kawin pada hewan jantan yang diobati dengan estrogen, juga menunjukkan bahwa terlalu banyak estrogen dapat menyebabkan masalah ereksi.

  • Perubahan payudara

Kelebihan estrogen juga dapat menyebabkan pertumbuhan abnormal jaringan payudara pada pria, yang disebut gynecomastia. Ini bisa melibatkan kedua payudara. Obat-obat tertentu, seperti senyawa mirip estrogen yang digunakan untuk mengobati kanker prostat juga dapat menyebabkan masalah ini.

  • Masalah kardiovaskular

Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa estrogen yang relatif tinggi pada pria mungkin meningkatkan risiko masalah peredaran darah, serangan jantung dan stroke. Seperti yan dijelaskan dalam jurnal “Neuro Endocrinology Letters”, April 2007, para peneliti menemukan bahwa kadar estrogen pada pria yang pernah mengalami serangan jantung cenderung lebih tinggi. Sementara, penelitian lain yang diterbitkan pada tahun 2007 dalam “Neurology” menyimpulkan bahwa pria tua dengan tingkat estrogen yang tinggi bisa memiliki risiko lebih tinggi terkena stroke. Namun, studi lebih lanjut diperlukan untuk mengkonfirmasi hubungan antara kadar estrogen tinggi pada pria dan kondisi ini.

Sumber gambar : www.sehatfresh.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY