Dampak Gangguan Tiroid Pada Fungsi Seksual Pria

SehatFresh.com – Kelenjar tiroid adalah struktur kecil di bagian depan leher, tepat di atas tulang selangka. Kelenjar tiroid bertugas membuat hormon yang meregulasi sel-sel untuk membakar nutrisi dan melakukan berbagai fungsi. Ketika tiroid kurang aktif (hipotiroidisme) atau terlalu aktif (hipertiroidisme), akan banyak fungsi tubuh yang terpengaruh. Kelemahan, kelelahan, sembelit, depresi, peningkatan berat badan, keringat berlebih dan lesu adalah gejala umum terkait masalah tiroid baik pada pria atau wanita. Meski demikian, pria dapat mengalami gejala tertentu yang berbeda dengan wanita.

Pada hipertiroidisme dan hipotiroidisme, pria mungkin mengalami masalah kesuburan. Ketika seorang pria memiliki tiroid yang terlalu aktif, ia dapat menghasilkan sperma dengan gerakan yang buruk (motilitas rendah). Ini bisa mengganggu kemampuannya untuk menghasilkan keturunan, demikian menurut penelitian yang diterbitkan dalam jurnal “Best Practice and Research: Clinical Endocrinology & Metabolism” pada Juni 2004. Perubahan-perubahan dalam sperma dikembalikan bila pengobatan dapat membawa hormon tiroid kembali normal.

Tiroid yang kurang aktif (hipotiroidisme) juga dapat menyebabkan masalah kesuburan pada pria, karena dapat menyebabkan kelebihan produksi hormon di bawah otak yang disebut prolaktin. Terlalu banyak prolaktin dapat menyebabkan penurunan produksi testosteron sehingga produksi sperma dapat terganggu. Sebuah studi yang diterbitkan dalam “Urology Journal” menemukan bahwa pria dengan hipotiroidisme memiliki jumlah sperma yang rendah yang bisa mengganggu pembuahan, dibandingkan dengan kelompok kontrol. Perubahan ini umumnya dapat dipulihkan dengan pengobatan.

Perubahan fungsi tiroid juga bisa berefek signifikan pada fungsi seksual pada pria dengan baik hipotiroidisme atau hipertiroidisme. Merujuk pada sebuah penelitian yang diterbitkan Desember 2005 dalam “Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism”, dalam kelompok yang beranggota 34 orang dengan hipertiroidisme, 50 persen mengalami ejakulasi dini, sementara sekitar 15 persen memiliki disfungsi ereksi yang mengganggu kemampuan mereka untuk mempertahankan ereksi. Sementara dalam kelompok yang anggotanya 14 orang dengan hipotiroidisme, sekitar 65 persen memiliki disfungsi ereksi, ejakulasi tertunda dan libido yang rendah. Meskipun mekanisme pasti hal ini belum sepenuhnya dipahami, kondisi-kondisi tersebut dapat dipulihkan ketika masalah tiroid mereka diobati.

Jika Anda mengalami masalah dengan fungsi ereksi atau ejakulasi, atau merasa mengalami gejala-gejala lain terkait masalah tiroid, segera konsultasikan dengan dokter atau spesialis endokrinologi agar dilakukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebab pastinya sehingga bisa ditentukan segera perawatan dan pengobatannya.

Sumber gambar : katalogk-link.blogspot.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY