Dampak Gizi Buruk pada Anak

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Pola makan harian anak harus seimbang setiap harinya. Dalam artian, mengonsumsi makanan yang beragam sehinga kebutuhan nutrisinya dapat terpenuhi dengan baik. Seperti kita tahu bahwa anak-anak sedang dalam masa pertumbuhan. Di sisi lain, anak bisa mengalami malnutrisi atau gizi buruk akibat adanya penyerapan nutrisi dari makanan. Hal ini seringkali disebabkan oleh kondisi kesehatan jangka panjang yang diderita anak. Terlepas dari semua itu, tumbuh kembangnya bisa terganggu bila anak sampai mengalami gizi buruk. Bahkan, kematian juga bisa terjadi bila hal ini dibiarkan.

  • Sistem kekebalan tubuh lemah

Gizi buruk dapat sangat membahayakan sistem kekebalan tubuh anak-anak, sehingga mereka lebih rentan terkena penyakit menular dari lingkungan sekitarnya. Terutama di lingkungan dengan sanitasi yang buruk, anak-anak rentan terhadap infeksi dari anak-anak lain ataupun orang dewasa yang sedang sakit. Fungsi kekebalan tubuh yang lemah ini dikaitkan dengan kurangnya asupan zinc, zat besi dan vitamin A.

  • Keterlambatan pertumbuhan

Karena daya tahan tubuhnya lemah, anak yang kekurangan gizi seringkali mengalami infeksi saluran cerna berulang. Pada akhirnya, infeksi saluran cerna ini meningkatkan risiko kekurangan gizi yang semakin berat karena tubuhnya tidak dapat menyerap nutrisi dengan baik. Status gizi yang buruk dikombinasikan dengan infeksi dapat menyebabkan keterlambatan pertumbuhan.

Kekurangan salah satu nutrisi dapat menyebabkan kekurangan nutrisi lainnya. Misalnya, kekurangan zat besi, magnesium dan zinc dapat menyebabkan anoreksia. Akibatnya, terjadi pengurangan asupan nutrisi penting lainnya seperti protein. Kurangnya asupan lemak juga dapat memengaruhi penyerapan vitamin penting yang larut dalam lemak seperti vitamin A dan D. Contoh lainnya, kekurangan protein dapat mengganggu tumbuh kembang anak sehingga dapat menimbulkan komplikasi jangka panjang.

Kwashiorkor adalah suatu jenis kekurangan energi protein akut yang sering ditemukan pada anak dengan gizi buruk. Gejalanya meliputi rambut rapuh dan berubah warna, ruam kulit, perut buncit akibat kembung, pembesaran hati, dan sikap apatis. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat menyebabkan koma dan kematian. Kondisi kekurangan energi protein yang lebih berat adalah marasmus. Indikasinya meliputi penurunan berat badan yang parah sehingga sangat kurus, kulit berwarma lebih gelap, rambut rontok, dan sikap apatis yang berkepanjangan.

  • Stunting

Dampak jangka panjang lain akibat gizi buruk adalah stunting. Kekurangan buruk dapat membuat anak memiliki tinggi dan berat badan di bawah normal ketika dibandingkan dengan anak lain yang seusianya. Seorang anak mungkin tidak pernah mencapai tinggi atau berat badan normal jika status gizinya sangat buruk. Tak hanya itu, gizi buruk juga dapat perkembangan otak dan kapasitas intelektual di masa kritis pertumbuhannya.

  • Masalah belajar dan keterbelakangan mental

Gizi saat hamil memegang peranan penting dalam perkembangan otak bayi. Bila ibu hamil kekurangan gizi, bayinya mungkin lahir dengan berat badan rendah. Bila terjadi demikian, sang bayi memiliki risiko lebih tinggi memiliki gangguan neurologis. Sebagai contoh, kekurangan zat besi dapat meningkatkan risiko kesulitan belajar. Beberapa anak dengan kesulitan belajar memiliki masalah dengan fungsi kognitif (menanggapi isyarat-isyarat sosial).

Jika kekurangan gizi terus berlanjut atau semakin parah, anak bisa mengalami keterbelakangan mental, di mana fungsi kognitif dan mentalnya berada pada tingkat abnormal. Kondisi ini dapat memengaruhi kemampuan anak untuk belajar dan menguasai tugas-tugas harian. Dalam kasus ringan, keterbelakangan mental anak mungkin baru diketahui ketika telah duduk di bangku sekolah, di mana anak tidak mampu mengikuti kegiatan akademik.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY