Dampak HIV dan AIDS pada Sistem Tubuh

SehatFresh.com – AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) adalah penyakit yang berpotensi fatal yang disebabkan oleh HIV (Human Immunodeficiency Virus). HIV menyebabkan kerusakan parah pada sistem kekebalan tubuh. Selain merugikan sistem kekebalan tubuh, HIV dan AIDS merusak sistem lain dalam tubuh termasuk pernapasan, saraf, pencernaan dan sistem kulit. Sementara ada obat ada untuk HIV atau AIDS, kerusakan yang disebabkan oleh penyakit ini dapat diobati.

Berikut adalah ulasan bagaimana HIV/AIDS memengaruhi sistem tubuh:

  • Sistem kekebalan tubuh

HIV dapat merusak sel-sel darah putih yang membantu sistem kekebalan tubuh melawan penyakit (sel CD4). Menurut mayoclinic.com, HIV dapat menjadi AIDS dalam waktu 10 tahun bila dibiarkan tidak diobati. Selama waktu tersebut, HIV merusak sistem kekebalan tubuh ke titik di mana infeksi oportunistik mulai berkembang. Infeksi oportunistik adalah infeksi yang disebabkan oleh organisme yang biasanya tidak menyebabkan penyakit pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang sehat. Gejala umum dari infeksi oportunistik mungkin berkaitan dengan berbagai sistem tubuh, diantaranya keringat malam, demam, menggigil, sesak napas, bintik-bintik putih di mulut, kelelahan, ruam kulit dan penurunan berat badan.

  • Sistem pernapasan

Seiring dengan perkembangan HIV menjadi AIDS, infeksi seperti pneumonia atau radang paru-paru, TB dan sarkoma Kaposi dapat menyebabkan kondisi pernapasan parah. Menurut aids.org, pneumocystis pneumonia (PCP) adalah infeksi oportunistik yang paling umum pada orang dengan HIV. Tanpa pengobatan, 85 persen dari mereka dengan HIV akan mengembangkan infeksi. Gejala kondisi pernapasan yang seringkali muncul akibat infeksi HIV atau AIDS terkait termasuk kesulitan bernapas, batuk kering dan demam.

  • Sistem saraf

Sistem kekebalan tubuh yang lemah memungkinkan bakteri, virus, dan jamur menginfeksi sistem saraf pada pasien dengan HIV dan AIDS. Kondisi terkait AIDS umum yang memengaruhi sistem saraf termasuk demensia AIDS kompleks, limfoma dan toksoplasmosis. Gejala umum dari kondisi ini meliputi sakit kepala, keterlambatan berpikir, memori jangka pendek yang buruk serta perubahan perilaku dan koordinasi.

  • Sistem pencernaan

Gangguan pencernaan (gastrointestinal, GI) adalah salah satu kondisi yang paling umum untuk mereka yang didiagnosis dengan HIV atau AIDS. Gejala dari gangguan ini termasuk diare, mual, muntah, penurunan berat badan, sakit perut, perdarahan GI dan tumor GI. Dr Johannes Koch dari University of California, San Francisco, melaporkan bahwa setidaknya 50 persen orang dengan HIV akan menderita ketidaknyamanan GI selama perkembangan penyakitnya.

  • Sistem kulit

Banyak kondisi kulit yang dialami orang sehat juga terjadi pada orang dengan HIV atau AIDS. Sistem kekebalan tubuh yang lemah sering membuat kondisi menjadi lebih parah dan lebih sulit diobati. Kondisi kulit umum yang terkait dengan HIV dan AIDS termasuk dermatitis, psoriasis dan gatal-gatal. Sebagian besar dapat diobati dengan obat-obatan. Pasien AIDS juga dapat mengembangkan kanker kulit yang langka yang dikenal sebagai sarkoma Kaposi. Penyakit ini ditandai dengan munculnya lesi merah muda, keunguan atau kecoklatan pada kulit. Lesi dapat dihilangkan dengan pembedahan, tetapi jika kanker menyebar ke kelenjar getah bening atau organ internal, kemoterapi dan radiasi mungkin diperlukan.

Sumber gambar : zonegusmawati.wordpress.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY