Dampak Kurang Tidur pada Libido Rendah dan Disfungsi Ereksi

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Bagi anda yang memiliki kebiasaan begadang dan kurang tidu perlu anda waspadai dan kurangi kebiasaan buruk tersebut. Hal tersebut akan berpengaruh pada gairah seksual anda. Tentunya bagi anda yang sudah menikah hal ini akan memicu keromantisan anda dengan pasangan anda pada saat di atas ranjang.

Alesan kurang tidur berdampak pada libido yang rendah dan masalah disfungsi ereksi, antara lain :

  1. Menurunkan kadar testosteron

Journal of American Medical Association pada tahun 2011 menjelaskan temuannya bahwa setelah satu minggu kurang tidur atau kurang dari lima jam per malam pria akan mengalami penurunan kadar testosteron sekitar 15%. Testosteron memiliki peranan penting dalam gairah seks, terutama pada laki-laki. Kurang tidur dapat menurunkan kadar testosteron hal ini tentunya menurunkan keinginan anda untuk melakukan hubungan seksual.

  1. Mengurangi lubrikasi vagina

Menurut sebuah penelitian dari Universitas Michigan menjelaskan hasil penemuannya bahwa seorang wanita yang waktu tidurnya cukup dapat merespon rangsangan kelamin dengan pelumasan vagina yang lebih baik dibandingkan wanita dengan durasi tidur rata-rata lebih rendah. Agar seks terasa menyenangkan dan tidak terasa sakit pemulas vagina merupakan kunci dari permasalahan tersebut.

  1. Meningkatkan resiko impotensi

Menurut journal US National Library of Medicine National Institutes of Health tahun 2009 meneliti 401 pria yang di duga memiliki henti napas saat tidur di antara mereka yang di diagnosis dengan gangguan tidur 70% diantaranya memiliki disfungsi ereksi. Penelitian tersebut percaya bahwa hal tersebut memiliki hubungannya. Pada saat mereka melakukan perawatan untuk sleep apnea, disfungsi ereksi mereka berkurang dan kehidupan seks mereka menjadi lebih baik dari sebelumnya.

  1. Mengacaukan psikis

Journal SLEEP tahun 2013 menyatakan bahwa kurang tidur satu malam bisa membuat pria salah menilai minat seks pasangannya. Hal ini karena kurang tidur berefek secara mendalam pada otak, terutama pada lobus frontal yang memengaruhi pengambilan resiko, keputusan dan penalaran moral. Pria akan berfikir bahwa wanita benar-benar menginginkan melakukan seks dengannya. Sedangkan menurut journal of Sexual Medicine tahun 2011 menyatakan bahwa wanita dengan sleep apnea akan memiliki tekanan seksual atau kesulitan personal terkait seks dan mungkin akan mengalami disfungsi seksual.

  1. Kurang tidur akan memicu depresi dan menurunnya libido

Kurang tidur akan berpengaruh pada tekanan psikologis. Dari 20.822 orang yang dianalisis cenderung kurang tidur mereka menyatakan mengalami tekanan psikologi agar berubah menjadi depresi dan akan mengarah pada gairah seksual.

Kurang tidur adalah salah satu pembunuh gairah seks. Hal ini bisa karena rutinitas kerja dan aktivitas yang terlalu sibu sehingga waktu untuk beristirahat kurang. Tetapi sesibuknya aktivitas anda sebaiknya anda kurangi waktu begadang, kurang tidur tidak hanya dapat menyebabkan menurunnya libido dan disfungsi ereksi akan tetapi kurang tidur juga akan berpengaruh pada kesehatan fisik dan psikologi anda. Tentunya hal ini sangat beresiko bagi anda. (KMY)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here