Dampak Mastrubasi Pada Anak

SehatFresh.com – Mastrubasi atau onani adalah sebuah rangsangan fisik terhadap alat kelamin yang akan menimbulkan rasa nikmat terhadap orang yang melakukannya. Bila dilakukan oleh seorang pria dewasa, mastrubasi akan membuat kemaluan mengeluarkan sperma dan menimbulkan perasaan nikmat di seluruh tubuh.

Saat usia masih muda perilaku tersebut terjadi secara alamiah, tidak disadari bahwa itu termasuk masturbasi atau onani. Karena merasa nikmat, masturbasi terus diulang. Pada remaja muda yang memiliki banyak waktu sendirian tanpa aktivitas, masturbasi biasanya sering dilakukan. Sampai satu waktu ada informasi bahwa masturbasi dapat menyebabkan berbagai penyakit misalnya disfungsi ereksi, sulit punya anak, ataupun masturbasi merupakan perilaku yang menyebabkan dosa, lalu seseorang akan berusaha mengentikan masturbasi.

Masturbasi atau onani pasti memiliki dampak positif dan negatif, namun kecendrungan dari dampak tersebut adalah negatif. Berikut dampakĀ  atau yang efek ketika terlalu sering onani atau masturbasi :

Sekitar 99% remaja laki-laki di dunia pada umumnya sudah pernah melakukan masturbasi/onani, biasanya dilakukan antara umur 17 sampai 20 tahun. Banyak pandangan yang mengungkapkan kebiasaan ini normal, dan tak jarang yang mengatakan ini tidak baik.

Terlalu sering melakukan masturbasi dapat menyebabkan penis terasa linu. Seorang pria yang melakukan masturbasi terus-menerus dapat mengalami kondisi menyerupai pembengkakan Pada penis, disebut edema yang disebabkan penumpukan cairan. Pembengkakan ini umumnya akan mereda dalam satu sampai dua hari.

Masturbasi yang dilakukan dengan frekuensi tinggi dengan kasar dapat menyebabkan iritasi kulit ringan. Menekuk penis yang sedang ereksi secara paksa juga dapat menyebabkan pecahnya pembuluh darah sehingga membuat penis tampak bengkak dan berwarna ungu.

Semua itu hanya jika dilakukan oleh pria dewasa, namun jika dilakukan oleh anak-anak apakah akan berdampak buruk bagi perkembangan mentalnya? Itulah sebabnya orangtua dianjurkan untuk melakukan sex education sejak dini. Namun, jangan pernah memarahi anak jika ia melakukan mastrubasi. Sampaikan pada anak secara perlahan bahwa apa yang dilakukan dapat menyebabkan beberapa hal. Bila Anda marah padanya, ia justru akan lebih penasaran. Ketahui mengapa anak Anda melakukan mastrubasi, sering ajak ia keluar rumah, atau paling tidak alihkan perhatiannya dengan hal lain. Seperti bermain atau menonton kartun.

Sumber gambar : www.SehatFresh.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY