Dampak Mendengarkan Musik Dengan Volume Keras

0
175

Mendengarkan musik memang dapat menambah semangat dan gairah dalam jiwa untuk beraktivitas. Selain itu, musik genre tertentu dapat membuat kesehatan meningkat, contohnya lagu mozart yang dipercaya mampu merangsang otak kanan sehingga meningkatkan kreatifitas, mengurangi depresi hingga meningkatkan kesehatan jantung dengan menstabilkan detak jantung. Namun, Anda harus berhati-hati, karena ada bahaya di balik kebiasaan mendengarkan musik dengan volume keras.

Berdasarkan sebuah survey, 39% anak muda usia 18-24 tahun mengaku menghabiskan lebih dari 1 jam per hari untuk mendengarkan musik. 42% dari mereka mengaku mendengarkan musik dengan suara yang terlalu keras. Sebuah studi yang dilakukan di Inggris telah menemukan bahwa mendengarkan musik terlalu keras dapat merusak lapisan sel saraf di telinga baik ketika Anda menonton konser maupun mendengarkan musik via earphone. Dampak negatif dari kebiasaan tersebut beragam mulai dari gema di telinga hingga terganggunya fungsi pendengaran secara normal.

Telinga hanya mampu mendengar kurang dari 90 desibel saja, volume suara lebih dari itu dapat menimbulkan kerusakan pada gendang telinga. Akibat dalam jangka lama dari kebiasaan mendengarkan musik terlalu keras dapat membuat turunnya kemampuan pendengaran atau tuli. Telinga bagian dalam atau disebut juga sebagai koklea mengandung ribuan sel rambut halus yang berfungsi mengkonversi getaran dari suara menjadi sinyal elektrik yang akan diterjemahkan oleh otak. Mendengarkan musik keras secara berkelanjutan dapat menyebabkan kerusakan pendengaran dan juga telinga berdengung (tinnitus).

Sebuah studi menunjukkan bahwa mendengarkan musik terlalu keras lewat earphone dalam jangka panjang dapat menyebabkan perubahan pada telinga dan saraf pada otak yang dapat mengakibatkan menurunnya kemampuan telinga dalam membedakan suara. Apabila kerusakan tersebut sampai ke sistem syaraf pusat atau otak, maka dampaknya akan meluas ke seluruh bagian tubuh. Saat musik keras secara konstan menempel di telinga Anda, secara tidak langsung konsentrasi Anda akan terbagi dan semakin menurun. Anda akan menyadari bahwa mendengarkan musik dapat membuat kemampuan Anda dalam bekerja semakin menurun.

Selain itu, infeksi telinga adalah salah satu efek negatif dari mendengarkan musik terlalu keras. Belum lagi apabila earphone atau headset tersebut digunakan secara bergantian. Hal tersebut dapat mengakibatkan pindahnya suatu bakteri atau kuman yang menjadi sebab timbulnya infeksi  pada telinga.

Suara musik akan membuat sel otak lebih terangsang sehingga bisa menghilangkan rasa bosan dan kejenuhan akibat rutinitas yang padat. Oleh karena itu, bila kita senang mendengar musik bervolume tinggi lebih baik menggunakan pelindung telinga khusus yang dapat mengurangi volume musik tanpa merusak mutu suara. Sebaiknya jangan dengarkan musik dengan volume yang lebih tinggi dari 50% volume maksimal pada gadget. Jika Anda senang mendengar musik melalui earphone, sebaiknya pilihlah desain earphone yang aman dan mampu memblok sebagian output suara tanpa menurunkan kualitasnya dan jangan melakukan aksi pinjam meminjam earphone guna meminimalkan risiko infeksi karena bakteri dari orang lain.

*pic blogspot.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY