Dampak Mengonsumsi Sabu-sabu pada Otak dan Tubuh

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Jenis narkotika dan obat atau bahan berbahaya (narkoba) sabu sudah banyak diketahui sangat membahayakan kesehatan penggunanya. Di balik ‘rasa nyaman’ mengonsumsinya tidak sebanding dengan efek negatif yang ditimbulkannya. Lantas, seperti apa konkretnya dampak mengonsumsi sabu pada otak dan tubuh.

Dokter kesehatan jiwa dr. Andri, SpKJ, FAPM menjelaskan, zat golongan amfetamin atau metamfetamin, seperti sabu dan ekstasi, dapat menyebabkan lonjakan hormon serotonin dan dopamin berkali-kali lipat dari biasanya. “Hal ini yang membuat pengguna stimulan merasakan rasa nyaman dan gembira luar biasa,” jelas Andri.

Orang yang mengonsumsi sabu akan merasa lebih percaya diri. Namun, efek menyenangkan itu hanya terjadi sesaat. Efek yang sebenarnya terjadi adalah kerusakan kesimbangan sistem di otak dan tubuh. Lebih detilnya, inilah beberapa dampak merugikan  dari sabu:

  1. Otak
  • Cemas. Andri mengungkapkan, penggunaan sabu dalam jangka panjang bisa menimbulkan efek gangguan kecemasan di kemudian hari. Efek tersebut bahkan muncul setelah sudah tak lagi mengonsumsi sabu. Gejala kecemasan bisa berupa jantung berdebar tiba-tiba, sesak napas hingga perasaan melayang. Hal itu terjadi karena sudah rusaknya keseimbangan sistem hormon serotonin dan dopamin di otak.
  • Depresi. Depresi dapat terjadi ketika pecandu narkoba mengalami sakau dan membutuhkan sabu. Hal ini membuat pecandu akan terus mencari cara untuk mendapatkannya.
  • Terlalu bersemangat. Ini merupakan efek langsung yang dapat dirasakan pecandu ketika ‘nyabu’. Hal ini merupakan pengaruh dari amphetamine yang terdapat pada sabu sehingga energi seakan-akan ‘meledak’.
  • Paranoid. Paranoid adalah ketakutan yang berlebihan akan suatu hal yang akan terjadi. Akibatnya, beberapa pecandu sering mengurung diri karena takut akan bahaya yang mengancam.
  • Delirium. Pecandu akan merasa tidak sadar akan hal-hal apa saja yang dia lakukan, termasuk kriminalitas.
  • Agresif. Dengan energi yang seakan bertambah, pecandu sabu memiliki kecenderungan untuk bertindak lebih agresif.
  • Sensitif. Pecandu menjadi sosok yang sangat mudah tersinggung.
  • Halusinasi. Pecandu melihat sesuatu atau merasakan sesuatu yang sebenarnya tidak ada.
  • Sulit berkonsentrasi
  • Penggunaan sabu akan merusak saraf dan proses kognisi seseorang. Hal ini dapat menyebabkan menurunnya fungsi berpikir dan penalaran pecandu.

2. Tubuh

  • Pupil membesar. Kondisi pupil yang membesar disebabkan oleh aliran darah yang memiliki tekanan tinggi. Kondisi ini sama seperti ketika mengonsumsi kafein.
  • Tekanan darah naik. Naiknya tekanan darah secara tidak normal ini dapat menyebabkan gangguan kesehatan lainnya, seperti stroke.
  • Jantung berdetak cepat. Naiknya tekanan darah akan memaksa jantung untuk bekerja lebih keras lagi sehingga akan memompa lebih cepat.
  • Sesak nafas. Selain sesak nafas, gejala lain yang muncul antara lain batuk, infeksi paru-paru hingga kanker paru-paru.
  • Menurunnya imunitas tubuh. Sabu mampu menahan rasa lapar. Dengan asupan nutrisi dan gizi yang tidak cukup, maka dapat dipastikan imunitas tubuh pecandu akan berkurang.
  • Kematian. Dalam beberapa kasus, pengguna akan merasa kecanduan dan kembali menggunakan sabu dalam dosis yang lebih tinggi. Dosis sabu yang terus bertambah ini bisa menyebabkan seseorang overdosis. Jika sudah overdosis, maka kematian adalah risiko terbesarnya. (SBA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here