Dampak Metabolik Puasa Ramadhan pada Remaja Penderita Diabetes Tipe 2

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Bulan Ramadhan selain umat Islam diperintahkan untuk berpuasa juga dijadikan sarana sebagai ajang memperbaiki sistem kesehatan tubuh. Sudah banyak informasi yang menyebutkan bahwa puasa mampu membuat tubuh menjadi lebih sehat. Lantas bagaimana dampak berpuasa bagi remaja penderita diabetes tipe 2?

Puasa dan kesehatan tubuh

Puasa dan kesehatan memiliki keterkaitan. Pola makan yang teratur selama menjalani ibadah puasa, menjadi salah satu cara meningkatkan kesehatan. Selain itu dengan berpuasa tubuh juga dapat memperbaiki organ-organ yang telah bekerja keras setiap harinya.

Tidak hanya kesehatan fisik yang didapatkan dari berpuasa, karena kesehatan mental juga bisa diwujudkan. Ketika berpuasa seseorang akan dipaksa untuk menahan segala emosi negatif. Hal tersebut tentu saja sangat bagus untuk menciptakan kondisi psikologis yang baik, sehingga kesehatan mental bisa tercapai.

Ketika memasuki bulan suci Ramadan, seluruh umat Islam akan melakukan ibadah puasa. Namun bagi beberapa golongan diberi kelonggaran untuk tidak berpuasa, dengan alasan yang dibenarkan dalam ajaran Islam. Misalnya saja orang yang mengalami sakit, seperti menderita diabetes.

Seperti yang diketahui jika penderita diabetes harus menjalani terapi obat-obatan untuk menjaga kondisi gula darah agar tetap normal. Lantas bagaimana jika remaja penderita diabetes melitus tipe 2 tetap berniat untuk menjalani ibadah puasa di Bulan Ramadhan? Apakah membahayakan bagi metabolisme tubuh?

Mengenal lebih dekat dengan penderita diabetes tipe 2

Banyak yang belum mengetahui jika penderita diabetes dapat dibedakan dalam beberapa kategori. Salah satunya adalah penderita yang masuk dalam kategori diabetes tipe 2. Penderita diabetes tipe 2 adalah seseorang yang mempunyai resistensi hormon insulin akibat jumlah reseptor insulin di permukaan sel berkurang, meskipun jumlah insulinnya tidak mengalami pengurangan.

Hal tersebut mengakibatkan glukosa tidak mampu masuk ke dalam sel insulin, meskipun telah ada. Situasi itu bisa diakibatkan oleh obesitas, diet yang tinggi lemak/rendah karbohidrat, kurangnya berolahraga, hingga faktor keturunan.

Apa dampak metabolik puasa bagi penderita diabetes tipe 2?

American Diabetes Association Scientific Sessions mengungkapkan bahwa orang-orang yang memiliki gula darah tinggi kronis bisa mencegah risiko terjadinya diabetes, dengan berpuasa secara berkala. Tujuannya guna menurunkan kadar gula darah di dalam tubuh.

Peningkatan insulin dan glukosa di dalam tubuh penderita diabetes tipe 2 selama berpuasa, mempunyai pengaruh cukup baik. Hal tersebut karena peningkatannya mampu menurunkan resistensi insulin. Alhasil dampak positif yang bisa terjadi adalah mampu mengurangi risiko diabetes sampai 50 persen.

Dampak berpuasa juga diwujudkan dengan berkurangnya peningkatan kadar kolesterol bagi penderita diabetes tipe 2. Efek puasa lainnya bagi penderita diabetes tipe 2 adalah membaiknya kondisi psikis. Alhasil apabila memungkinkan untuk berpuasa, penderita diabetes tipe 2 boleh melakukannya. Hal itu mengingat berbagai manfaat yang muncul dari aktivitas berpuasa bagi kesehatan tubuh. (APY)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY