Dampak Negatif Bayi yang tidak Mendapatkan ASI Kolostrum

0
1
www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Idealnya seorang ibu akan memberikan ASI ekslusif bagi bayi yang telah dilahirkannya. Kenyataannya tidak semua bayi mendapatkan ASI ekslusif, akibat berbagai faktor yang kurang mendukung. Lantas apa dampak negatif bagi bayi yang tidak mendapatkan ASI kolostrum?

Apa yang dimaksud dengan ASI kolostrum?

Seperti yang diketahui jika banyaknya susu formula di pasaran, membuat para ibu memanfaatkannya sebagai pengganti ASI ekseklusif. Padahal ada satu nutrisi pada ASI yang sangat penting bagi bayi, sekaligus tidak ada di dalam susu formula dalam merk apapun. Zat itu disebut dengan istilah kolostrum.

Kolostrum merupakan susu istimewa yang dihasilkan ketika trimester III kehamilan hingga hari ketiga atau keempat pasca kelahiran. Kolostrum umumnya memiliki warna kuning atau oranye, kemudian berstruktur tebal dan lengket. Kolostrum memiliki kandungan lemak rendah, kaya karbohidrat, protein, dan mengandung antibodi tinggi.

Fungsi kolostrum

Kolostrum memiliki fungsi sebagai vaksin alamiah yang aman dikonsumsi bayi yang baru lahir. Kolostrum memiliki kandungan antibodi yang cukup besar atau yang juga diistilahkan Imunoglobin sekretorik A (IgA). IgA adalah zat baru yang terdapat pada bayi yang baru lahir. Bayi sebelum lahir mendapat antibodi lain melalui plasenta, yakni IgG.

Jika IgG bekerja dalam sistem sirkulasi bayi, sementara IgA memberikan perlindungan bayi pada tempat-tempat yang sering diserang kuman. Misalnya saja paru-paru, usus, hingga selaput lendir di tenggorokan. Kolostrum juga mempunyai efek pencahar bagi bayi yang baru lahir ,sehingga dapat membantu dalam mengeluarkan tinja.

Dampak negatif bayi yang tidak mendapatkan ASI kolostrum

Seperti yang diketahui jika ASI kolostrum memiliki kandungan zat yang bermanfaat bagi kekebalan tubuh bayi yang baru lahir. Lantas apa akibatnya bila bayi tidak mendapatkan ASI kolostrum? Bayi yang tidak mendapatkan ASI kolostrum rupanya akan mudah terserang penyakit.

Misalnya saja seperti alergi atau infeksi akibat kekurangan asupan zat kekebalan yang sebenarnya banyak terkandung pada asi kolostrum. Selain itu bayi juga mudah tertular berbagai penyakit akibat kekurangan vitamin dan protein. Resiko jangka panjang bagi bayi yakni lebih rentan terserang penyakit-penyakit seperti diare, leukimia atau diabetes.

Selain itu tidak memberikan ASI kolostrum juga dapat mengakibatkan bayi lebih rentan terkena obesitas. Manfaat ASI kolostrum mungkin tidak secara langsung bisa terlihat, namun seiring berjalannya waktu perananannya bisa dibuktikan dalam menjaga kesehatan anak.

Hal itulah yang menyebabkan ASI kolostrum menjadi nutrisi terunik, terbaik, dan terlengkap bagi bayi yang baru lahir. Kandungan nutrisi yang dimilikinya membuat kolostrum sangat unggul jika dibanding dengan semua jenis susu formula merk apapun. Alhasil sangat disayangkan apabila seorang ibu menolak untuk memberikan ASI kolostrum kepada bayinya yang baru lahir, kecuali memang mendapat larangan secara medis. (APY)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY