Dampak Negatif Selfie Bagi Psikologi Remaja

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Ketika mendengar kata selfie tentu sudah tak asing lagi di telinga anda dan sekarang selfie memang sudah menjadi kegiatan wajib dilakukan dalam berbagai kesempatan. Beberapa orang bahkan ada yang sampai ketagihan foto selfie karena mendapat respon positif dari orang lain atau netizen ketika di posting melalui sosial media.

Bangun tidur, selfie. Mau makan, selfie. Lagi di jalan tak lupa juga selfie. Coba sekarang anda buka folder galeri anda, ada berapa jumlah foto selfie yang bikin memory smartphone penuh?

Jika anda merupakan salah satu orang yang selalu tidak bisa menahan diri untuk tidak melakukan selfie saat memegang smartphone, hal ini harus anda waspadai karena ternyata keseringan selfie bisa berdampak burukbagi psikologis.

Sudah banyak korban depresi akibat kebiasaan mengambil foto selfie dari smartphone mereka. Salah satu yang ekstrim adalah Danny Bowman, pemuda berusia 19 tahun asal Inggris yang terobsesi dengan selfie hingga menghasilkan 200 foto dalam sepuluh jam. Pemuda itu rela menurunkan berat badan hingga 13 kg, demi membuat penampilannya lebih fotogenic di depan kamera, ketika dirinya tidak mendapat hasil foto sesuai yang diinginkan, Danny ingin menghabisi hidupnya sendiri dengan cara bunuh diri.

Bahkan psikiater di Thailand telah menghimbau pemuda di negeri gajah putih itu untuk tidak melakukan selfie, karena dengan banyaknya pemuda ‘galau’ akan membuat jumlah calon pemimpin bangsa generasi baru berkurang. Hal ini juga dapat menghambat kreativitas dan inovasi bangsa.

Setidaknya ada 4 bahaya psikologis yang diakibatkan oleh hobi selfie, berikut penjelasannya:

Gangguan penyakit mental

Pertama, selfie yang terlalu sering dapat menimbulkan gangguan dismorfik tubuh, yakni jenis penyakit mental kronis dimana penderita tak bisa berhenti memikirkan penampilannya tubuhnya dari cacat sedikit pun, meskipun cacat tersebut hanya ada dalam bayangannya saja.

Krisis kepercayaan diri

Kedua, selfie yang berlebihan dapt mengakibatkan rapuhnya kepercayaan diri seseorang. Hal ini bisa dilihat dari keinginannya untuk selalu diperhatikan oleh orang lain melalui foto hasil selfie yang diposting ke akun sosial media. Jika kebiasaan posting foto selfie ini diteruskan, akan menjadi penyakit kronis dan berbahaya secara psikologis.

Kepribadian narsis

Ketiga, selfie yang berlebih dapat menimbulkan gejala kepribadian narsistik yang meliputi sikap-sikap seperti berikut: Percaya bahwa dirinya lebih baik dari orang lain,gagal untuk mengenali emosi dan perasaan orang lain, terus-menerus mengharapkan mendapat pujian dan kekaguman dari orang lain, tidak bisa menerima kritikan dari orang lain.

Kecanduan

Hasil penelitian dari seorang psikolog asal London, Dr David Veal ,membuktikan jika selfie bisa menjadi kecanduan terutama pada orang yang sudah memiliki penyakit psikologis tertentu. Lenih lanjut, Dr David menjelaskan jika sebuah tren yang kini sedang berkembang di masyarakat ini bisa menjadi masalah serius dan menimbulkan masalah kesehatan yang fatal. Ini bukan hanya masalah kesombongan. Ini adalah salah satu masalah kesehatan mental yang bisa menaikkan angka bunuh diri. (AGT)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here