Dampak Obesitas pada Remaja

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Obesitas adalah kondisi Akumulasi lemak yang tidak normal atau berlebihan dijarinagn adiposa sampai kadar tertentu sehingga akan dapat merusak kesehatan. Dalam pembahasan ini kita akan membahas tentang dampak obesitas pada remaja yang dapat menimbulkan risiko bagi kesehatannya.

Faktor resiko itu sendiri yang dapat mempengaruhi terjadinya obesitas pada remaja yaitu pola makan, pola hidup, pola aktifitas dan pola kesehatan, psikis dan obat-obatan hormonal yang telah dia konsumsi.

Remaja yang mengalami Obesitas ini terjadi karena berat badan yang tidak ideal dengan tinggi badan. Namun perlu diketahui bahwa ketidak seimbangan itu belum tentu obesitas. Oleh sebab itu, kita harus memahami tentang obesitas itu sendri jika artikel dulu kita bahas tentang faktor terjadinya obesitas kita sekang membahas tentang dampak obesitas pada remaja.

Dalam kamus kedokteran obesitas mempunyai arti sendiri sebagai akumulasi penumpukan lemak yang berlebihan dalam tubuh seseorang yang akan menyebabkan peningkatan berat badan yang tidak wajar dan tidak sesuai dengan masa pertumbuhannya. Salah satu standar untuk anda dapat mengenali obesitas yang sering dipakai adalah buku indeks massa tubuh atau IMT >30 kg/m².

Ada beberapa dampak buruk dari obesitas pada remaja yaitu sebagi berikut:

  1. Jika remaja mengalami obesitas tidak segera langsung anda tangani dan malah anda biarkan saja maka ini akan menimbulkan dampak negatif bagi dirinya. Obesitas rentan menimbulkan terjadinya penyakit seperti penyakit jantung serta pembuluh darah, yang akan meningkatkan tekanan darah anda dan tentukan akan menyebabkan kolesterol dalam tubuh meningkat.
  2. Obesitas akan menyebabkan anda terkena diabetes. Penyebab utama dari diabetes, karena lemak berlebihan akan menyebabkan insulin dam hiperglikemia berpengaruh negatif bagi kesehatan.
  1. Penyakit jantung koroner dan stroke. Penyakit ini adalah merupakan penyakit kardiovaskuler akibat aterosklerosisi.
  1. Apnea tidur. Obesitas akan menyebabkan seluruh napas yang menyempit dan selanjutnya akan menyebabkan hentinya napas sewaktu anda sedang tertidur.
  1. Penyakit kandung empedu. Seseorang dengan obesitas akan menghasilkaninsulin yang berlawanan dengan tubuh dan meningkatkan kolesterol yang beriko terkenanya bantu kandung empedu.

Selain masalah fisik, penderita remaja yang mengalami obesitas juga rentan dengan masalah psikologisnya. Karena ia dapat di kucilkan oleh teman temannya dan di olok-olok teman sebayanya akan menyebabkan ia menjadi penyendiri, mudah minder, pesimis dan kurangnya gairah dan akan menyebabkan ia juga menjadi putus asa sehingga hal ini dapat membuat remaja tersebut stres. Hal ini sangat dikhawatirkan juga kan mengganggu kejiwaannya dan mentalnya. Oleh sebab itu untuk anda yang mempunyai anak remaja dengan obesitas segera kinsultasikan ke tenaga kesehatan gizi dan memperbaiki kebiasaanya yang buruk agar berat badannya seimbang. (NLT)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here