Dampak Orang tua yang Sibuk Terhadap Kepribadian Anak

www.isigood.com

SehatFresh.com – Orang tua adalah orang pertama dan paling utama dalam proses pembentukan kepribadian seorang anak. Orang tua menentukan kemana anak itu akan dibawa. Anak masih sangat menggantungkan diri pada orang tuanya.

Saat ini, kehidupan di sebuah keluarga sudah banyak berubah. Kebanyakan keduanya dari mereka berkarier dan sibuk dengan usahanya hingga mereka lupa akan kewajibannya sebagai orang tua. Anak sering merasa kurang perhatian dan kasih sayang dari orang tua yang sibuk. Banyak keluarga menjadi tidak harmonis karena terlalu sibuk mengurusi pekerjaan dan melalaikan tugasnya sebagai orang tua. Akibatnya, banyak anak yang menggantungkan diri kepada orang lain yang dianggapnya bisa memberikan kasih sayang hingga anak pergi dari rumah guna melampiaskan kekesalannya.

Tidak dapat dipungkiri, bahwa kesempatan bagi anak untuk mengenal dunia sosialnya yaitu melalui keluarga. Namun, kenyataan yang terjadi ialah perhatian orang tua berkurang terhadap anaknya. Hal tersebut mengakibatkan terbatasnya interaksi antara orang tua dengan anak. Anak yang ditinggal orang tua cenderung bersifat manja. Biasanya, orang tua yang meninggalkan anaknya seharian akan merasa bersalah, sehingga mereka menuruti semua permintaan anak untuk menebus kesalahannya, tanpa berpikir lebih lanjut bahwa permintaan anak itu baik atau tidak untuk perkembangan kepribadiannya. Kemudian, kurangnya perhatian dari orang tua akan membuat anak mencari hal-hal lain yang dianggap sebagai perhatian dari luar, baik lingkungan sekolah ataupun orang tua pada saat mereka di rumah.

Pembentukan kepribadian anak dimulai pada usia 0-5 tahun, anak akan belajar dari orang-orang dan lingkungan sekitarnya. Anak yang berada di lingkungan orang-orang yang sering melakukan tindak kekerasan, mengakibatkan mereka tumbuh menjadi pribadi yang keras. Kadang-kadang karena kurangnya perhatian dari orang tua yang selalu di sibukkan dengan pekerjaan, maka akan berdampak negatif bagi pertumbuhan kepribadian anak pada usia selanjutnya. Dampak negatif tersebut di antaranya :

  1. Anak akan lebih senang berada di luar rumah dan merasa tidak betah di rumah karena kesepian.
  2. Anak lebih sering melawan orang tuanya untuk melampiaskan kekesalan hatinya.
  3. Anak sering berkelahi dengan teman.
  4. Melakukan perbuatan seksual.
  5. Menyalahgunakan narkotika.

Untuk menyeimbangkan antara pekerjaan dan kelurga, orang tua harus pintar-pintar membaginya. Meninggalkan anak dalam waktu lama bukanlah hal yang baik. Kebanyakan anak yang ditinggalkan dalam waktu lama biasanya tidak peduli dengan orang tuanya. Anak menjadi nakal karena kurangnya perhatian dari orang tua. Jadi, sebagai orang tua karir harus bisa mengatur dan membagi waktu dengan baik, sehingga tidak perlu mengorbankan keluarga demi pekerjaan atau sebaliknya. Karena ada banyak wanita di luar sana yang tidak hanya sukses dalam karir mereka saja, namun dengan keluarga mereka juga.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY