Dampak pada Anak yang Sering Dipukul oleh Orang Tuanya

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Anak merupakan buah cinta sepasang insan manusia. Melihat tumbuh kembang, canda tawa, dan tingkahnya yang menggemaskan mampu menyenangkan orang tuanya. Namun, secara alami ada kalanya si buah hati melakukan tindakan yang membuat orangtua emosional. Eit, bila ini terjadi, jangan sesekali membalasnya dengan pukulan karena dampak buruknya sungguh luar biasa.

Sudah banyak penelitian dilakukan guna mengetahui dampak kekerasan fisik pada anak. Hampir semua penelitian itu menunjukkan hasil yang cukup mengejutkan. Berikut adalah dampak pada anak yang sering mengalami kekerasan fisik oleh orang tuanya:

  • Cedera fisik

Kekerasan fisik, seperti mencubit, menampar, atau memukul pastinya akan menyebabkan cedera pada anak, baik ringan atau berat. Bekas luka atau memar bisa berakibat fatal, seperti merusak pertumbuhan anak, cacat secara fisik, pendarahan, kerusakan organ tubuh hingga kematian.

  • Kesehatan mental memburuk

Dari pengalaman kekerasan yang didapatkan, seorang anak cenderung memiliki kesehatan mental yang buruk. Bahkan, buruknya kesehatan mental mereka bisa dua setengah kali lipat dibandingkan anak-anak pada umumnya. Anak yang selalu mengalami kekerasan fisik cenderung menolak kehidupan sosial. Ia cenderung mengurung diri, memendam perasaan benci, menganggap dirinya tidak berguna, atau bahkan tidak pantas mendapat kebaikan. Hal ini tentu akan berujung fatal dan umumnya obat-obat terlarang atau bahkan bunuh diri adalah jalan terakhir.

  • Agresif

Sebenarnya, luka yang paling berbahaya ada pada perasaan, psikis, dan pola pikirnya. Jika anak sering mengalami kekerasan secara fisik, maka ia cenderung akan mengalami masalah pada sikapnya. Dari hasil penelitian, anak yang cenderung banyak mengalami kekerasan fisik akan memiliki perilaku agresif. Hal ini karena anak secara alami belajar dari apa yang ia lihat dan apa yang ia rasakan.

  • Kecerdasan menurun

Dampak buruk kekerasan fisik pada anak adalah membuat kecerdasan dan IQ-nya menurun. Selain itu, pada penelitian yang dilakukan di Swiss, para peneliti menemukan bahwa orang yang pernah mengalami tindakan kekerasan selama masa kecil ternyata tidak hanya mengalami trauma psikologis, tetapi juga perubahan pada area otak tertentu, yaitu pada bagian korteks orbitofrontal, otak depan bagian bawah, dan di belakang bola mata.

  • Merusak hubungan antara orangtua dan anak

Pastinya, ikatan emosional antara orangtua dan anak bisa memburuk. Kelak, anak yang Anda besarkan akan merawat Anda saat Anda beranjak tua, bukan? Bagaimana bila di dalam hatinya masih ada ‘luka’ yang dalam akibat kekerasan yang dialaminya sewaktu kecil?

  • Penyimpangan seksual

Salah satu efek buruk dari kekerasan fisik adalah penyimpangan seksual. Hal ini ditemukan dari banyaknya kasus-kasus kekerasan yang dilakukan terpidana pelecehan seksual. Umumnya, para pelaku pernah mengalami hal yang sama semasa kecilnya atau bahkan saat kecil ia sering mendapat kekerasan fisik. (SBA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here