Dampak Penyakit HIV dan AIDS pada Sistem Tubuh

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – HIV dan AIDS adalah dua kata yang identik, namun berbeda. HIV adalah virus, sedangkan AIDS merupakan tahap infeksi HIV yang terjadi saat sistem imun sudah rusak dengan parah. Keduanya bisa berdampak sangat buruk pada sistem tubuh.

HIV adalah Human Immunodeficiency Virus (HIV). HIV merupakan virus penyebab AIDS. Virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia, dapat berlangsung bertahun-tahun tanpa gejala. Banyak orang yang tertular HIV, namun tidak menyadari dirinya tertular.

AIDS adalah Aqquired Immuno Deficiency Syndrome. AIDS adalah suatu sekumpulan gejala penyakit yang diperoleh akibat menurunnya sistem kekebalan tubuh yang disebabkan oleh infeksi HIV. AIDS muncul setelah HIV menyerang sistem kekebalan tubuh manusia untuk waktu yang lama.

Infeksi HIV biasanya terbagi dalam empat tahap, tergantung bagaimana efek HIV pada sistem imun Anda: infeksi primer akut, infeksi laten klinis, infeksi HIV simptomatis dan perkembangan HIV menjadi AIDS.

  • Infeksi HIV akut

Dalam 2-4 minggu setelah infeksi HIV, banyak orang (namun tidak semua) mengalami gejala yang menyerupai flu, yang merupakan respon alami tubuh terhadap infeksi HIV, seperti demam, pembengkakan kelenjar, radang tenggorokan, ruam, nyeri otot dan sendi, nyeri dan sakit kepala. Selama periode awal infeksi ini, virus dalam jumlah besar dihasilkan dalam tubuh. Tubuh Anda merespon dengan menghasilkan antibodi HIV dan limfosit sitotoksik (sel T pembunuh yang mencari dan menghancurkan virus atau bakteri). Maka, kadar HIV pada darah akan sangat menurun, serta jumlah sel T CD4+ sedikit melambung.

  • Laten klinis

Latensi merupakan periode di mana virus tinggal atau berkembang pada tubuh manusia tanpa menghasilkan gejala atau hanya gejala ringan, karena infeksi tidak menyebabkan gejala atau komplikasi lainnya. Tahap kedua dari infeksi HIV memiliki rata-rata durasi 10 tahun untuk orang yang tidak menjalani pengobatan antiretroviral (ART). Jika Anda menjalani ART, Anda dapat hidup dengan latensi klinis selama beberapa dekade karena perawatan membantu menjaga virus.

  • Infeksi HIV simptomatis

Seiringnya waktu, HIV menghancurkan sistem imun Anda. Apabila jumlah virus terus meningkat ke level yang lebih tinggi, sistem imun akan memburuk. Kondisi kesehatan Anda mencapai tahap yang lebih serius. Gejala dari tahap infeksi HIV ini meliputi penurunan berat badan dengan cepat, kehilangan ingatan, demam yang kambuh, serta diare yang berlangsung lebih dari seminggu. Apabila perawatan obat anti-HIV tidak bekerja, atau jika seseorang tidak melakukan perawatan, sistem imun akan mulai memburuk dengan cepat.

  • AIDS

AIDS merupakan tahap infeksi HIV yang terjadi saat sistem imun sudah rusak dengan parah dan Anda rentan terhadap infeksi oportunistik. Jumlah sel T CD4+ merosot, serta jumlah virus meningkat dengan signifikan. Apabila jumlah sel T CD4+ seseorang jatuh di bawah 200 sel per milimeter kubik darah dan pasien didiagnosis dengan kondisi terkait HIV tahap 4 (seperti tuberkulosis, kanker dan pneumonia).

Begitu HIV berkembang menjadi AIDS, pasien lebih mudah mengalami kematian. Tanpa pengobatan, orang yang mengalami AIDS biasanya bertahan sekitar 3 tahun. Begitu Anda memiliki penyakit oportunistik berbahaya, harapan hidup tanpa perawatan menurun menjadi sekitar 1 tahun. Untunglah dengan perkembangan pengobatan, harapan hidup orang dengan AIDS meningkat. (SBA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here