Dampak Psoriasis yang Tak Banyak Diketahui Orang

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Salah satu penyakit autoimun yang angka kejadiannya cukup tinggi di dunia adalah psoriasis, namun tak banyak orang yang familiar dengan kondisi ini. Psoriasis mengakibatkan perubahan pada siklus hidup sel kulit akibat sel T secara keliru menyerang sel kulit yang sehat. Sebagai dampaknya, siklus sel kulit yang sedang berlangsung membuat sel-sel kulit baru berpindah ke lapisan terluar kulit menjadi terlalu cepat dalam hitungan hari, bukan lagi hitungan minggu. Apa yang menyebabkan sel T bertindak keliru ini tidak diketahui secara pasti. Sejauh ini, diduga karena kerusakan gen, tetapi faktor lingkungan juga turut berperan.

Karena sel-sel kulit mati tidak bisa mengelupas cukup cepat, akibatnya terjadi penumpukan yang pada akhirnya membuat kulit menjadi kemerahan dan bersisik. Bahkan, terkadang disertai pula rasa gatal dan panas seperti tersengat. Pada setiap penderitanya, keparahan psoriasis tidak selalu sama. Beberapa pasien mendapati gejala ringan di area tertentu saja, sedangkan beberapa lainnya mendapati gejala di seluruh tubuh. Secara umum, ruam kasar akibat psoriasis sering muncul di permukaan kulit kepala, area telinga, siku, lutut, pusar, bokong, dan bahkan organ intim.

Tak hanya membuat tampilan kulit jadi rusak, psoriasis juga membuat penderitanya lebih berisiko mengidap sejumlah penyakit, antara lain:

  • Arthritis psoriatik. Respon imun yang abnormal pada penderita psoriasis tak hanya memengaruhi sel kulit, tapi juga dapat membuat sendi meradang. Seiring waktu, sendi dapat rusak dan kehilangan fungsinya, dan bahkan menjadi lumpuh.
  • Diabetes tipe 2. Psoriasis membuat kulit meradang, dan peradangan inis dapat menyebabkan peningkatan insulin-like growth factor dalam tubuh, yang pada gilirannya semakin meningkatkan risiko penderita psoriasis terkena diabetes tipe 2. Selain karena peradangan, psoriasis juga memengaruhi sistem kekebalan tubuh, yang mengarah pada resistensi insulin dan pada akhirnya menjadi diabetes tipe 2.
  • Penyakit kardiovaskular. Menurut Mayo Clinic, orang yang menderita psoriasis menjadi tiga kali lipat lebih berisiko terkena serangan jantung ketimbang mereka yang tidak memiliki psoriasis. Risiko pun sama meningkat. Hal ini dicurigai karena peradangan berlebih dan dipengaruhi juga oleh faktor risiko penyakit jantung lainnya. Di sisi lain, beberapa pengobatan psoriasis menyebabkan kadar kolestrol menjadi tidak seimbang, yang pada gilirannya meningkatkan risiko pengerasan arteri.
  • Penyakit ginjal. Sejumlah penelitian telah melaporan bahwa psoriasis terkait dengan peningkatan risiko sakit ginjal. Ketika Anda menderita penyakit autoimun, antibodi dalam darah dapat mengendap di mana saja termasuk di Hal ini dapat pada gilirannya dapat meningkatkan risiko kerusakan ginjal.
  • Masalah mental. Tak hanya secara fisik, psoriasis juga berdampak secara mental. Karena tampilan kulit yang rusak, penderita psoriasis juga sangat berisiko menjadi rendah diri, depresi, dan terisolasi secara sosial.

Karena psoriasis dapat menimbulkan komplikasi yang serius, maka penyakit ini sudah sepatutnya diwaspadai dan dideteksi sejak dini. Segera periksakan jika terdapat ruam bersisik yang dicurigai sebagai psoriasis, terlebih bila disertai juga nyeri atau pembengkakan sendi yang mengganggu aktivitas.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY