Dampak Puasa pada Hormon Wanita

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Berpuasa telah menjadi kegiatan yang dekat dengan masyarakat baik muslim maupun non-muslim. Sederet daftar berpuasa biasa dilakukan masyarakat beragama Islam, mulai dari puasa sunnah seperti puasa Senin Kamis, puasa Daud hingga puasa wajib di bulan suci Ramadhan. Tidak hanya menahan haus, lapar dan dahaga semata, puasa juga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan.

Berpuasa bahkan bisa membantu mengeluarkan racun dari tubuh manusia atau yang biasa disebut detoksifikasi. Makanan olahan yang dikonsumsi setiap hari tentu mengandung banyak zat kimia dan tambahan yang bisa menumpuk dan menjadi racun dalam tubuh. Proses penyaringan yang dilakukan oleh organ hati tentu akan menjadi lebih berat jika tidak diimbangi dengan usaha sang empunya tubuh untuk detoksifikasi. Salah satunya dengan berpuasa.

Manfaat lain yang bisa didapat adalah mampu mengatasi kegemukan. Puasa terbukti mampu menjadi proses diet alami. Saat berpuasa, lemak-lemak akan terlepaskan untuk bisa menjadi energi. Dengan banyaknya lemak yang digunakan, perlahan tubuh akan menjadi ideal.

Menurunkan tekanan darah tinggi, mengatasi peradangan, menginstirahatkan sistem pencernaan, mengurangi gula darah, dan masih banyak lagi. Ya, memang bukan hal baru bila berpuasa memang memiliki dampak baik. Salah satunya adalah manfaat yang bisa didapat seorang wanita dengan berpuasa. Diciptakan dengan segudang keistimewaan, puasa juga nyatanya berpengaruh pada hormon wanita.

Penelitian mengemukakan bahwa berpuasa tidak jauh berbeda dengan membatasi asupan kalori. Sehubungan dengan hal tersebut, membuat masa subur wanita menjadi lebih panjang. Tidak hanya itu, wanita yang berpuasa juga memiliki sel telur yang lebih banyak.

Penelitian ini dilakukan untuk memastikan sejauh mana pengaruh puasa pada tingkat kesuburan wanita. Keduanya melakukan penelitian pada tingkat kesuburan wanita yang ditandai dengan tingkat plasma progesteron dan hormon prolaktin pada wanita yang tengah berpuasa. Penelitian ini dilakukan dengan cara survei terhadap wanita berusia 22-25 tahun.

Dari survei tersebut ditemukan bahwa kadar prolaktin dalam serum darah yang diambil menurun pada 80 orang responden. Tidak menyarankan wanita yang tengah menyusui untuk berpuasa. Hal tersebut dikarenakan produksi ASI dangat dipengaruhi oleh hormon tersebut. Sementara, penurunan hormon prolaktin menunjukkan wanita semakin berpeluang besar tetap ada pada kondisi subur.

Dengan begitu, berpuasa bisa dilakukan sebagai salah satu program saat ingin memiliki buah hati. Terutama bagi pasangan-pasangan yang tengah mengusahakan kehamilan. Tidak hanya dengan berpuasa, tentu konsumsi makanan saat sahur dan berbuka juga harus diperhatikan agar program kehamilan berhasil dengan baik. Seperti karbohidrat kompleks, buah-buahan, sayur dan telur sangat baik dikonsumsi pasangan agar bisa meningkatkan kesuburan. Tentunya diringi dengan bahan-bahan yang memiliki kualitas baik.


Warning: A non-numeric value encountered in /home3/sehatfre/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 1008

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here