Dampak Seks Bebas

SehatFresh.com – Penyakit kelamin akibat hubungan seks bebas semakin meningkat. Penyakit kelamin sangat mudah menyerang orang yang mempunyai perilaku seks bebas, baik pada pria maupun wanita. Banyak orang yang belum tahu ancaman penyakit akibat perilaku buruk tersebut. Apalagi ditambah kurang sadarnya menjaga kebersihan kelamin dan juga masalah prostitusi mempercepat perkembangan penyakit kelamin yang bisa menjadi hal yang sangat memalukan dan mengancam kesehatan. Penyakit kelamin adalah jenis penyakit yang disebabkan oleh kuman yang ditularkan melalui hubungan seks oral maupun melalui hubungan kelamin. Sebagian penyakit kelamin sudah dapat disembuhkan, namun ada penyakit-penyakit yang sampai kini belum ditemukan obatnya. Penyakit kelamin bisa mengakibatkan penderitaan seumur hidup hingga kematian yang mengenaskan.

Berikut adalah beberapa penyakit yang paling umum akibat perilaku seks bebas :

  • HIV/AIDS

AIDS merupakan penyebab kematian ke-6 di dunia, baik bagi wanita maupun pria. Virus yang menyerang kekebalan tubuh ini bisa menular melalui darah dan sperma pada saat berhubungan seksual. Hingga kini vaksinnya masih dikembangkan namun belum terbukti ampuh mencegah penularannya.

  • Herpes genital

Herpes genital adalah infeksi pada alat kelamin yang bisa menular baik pada pria dan wanita yang umumnya ditularkan melalui hubungan seksual (vagina, anal, dan oral). Gejala herpes genital yang pertama kali muncul adalah luka melepuh kemerahan dan terasa sakit di sekitar daerah genital. Luka ini bisa pecah dan menjadi luka terbuka. Penyebab herpes genital adalah virus herpes simpleks. Sampai saat ini, belum ada obat yang bisa digunakan untuk menyembuhkan infeksi ini sepenuhnya. Obat antivirus yang sering digunakan hanya dapat meringankan gejala yang muncul akibat infeksi virus ini.

  • Sifilis

Penyakit sifilis atau sering disebut juga dengan penyakit raja singa merupakan penyakit menular seksual yang disebabkan oleh Treponema pallidum yang umumnya ditularkan melalui hubungan seksual dengan orang yang terinfeksi. Hubungan seksual ini bisa berbentuk seks vagina, anal, maupun oral. Jika tidak diobati, sifilis bisa menjadi penyakit yang berbahaya yang mengarah ke kematian. Gejala yang paling umum pada sifilis adalah munculnya luka atau tukak. Luka ini muncul 10-90 hari setelah bakteri masuk ke dalam tubuh. Luka ini seringkali diabaikan karena tidak menimbulkan rasa sakit. Luka ini berkembang pada bagian tubuh di mana bakteri pertama masuk seperti pada penis, vagina, atau sekitar anus.

  • Klamidia

Klamidia adalah penyakit menular seksual yang sangat umum. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis, yang dapat merusak organ reproduksi wanita. Meskipun gejala klamidia biasanya ringan, komplikasi serius dapat menyebabkan kerusakan ireversibel, termasuk infertilitas. Klamidia dikenal sebagai penyakit “diam” karena sebagian besar orang yang terinfeksi tidak menunjukkan gejala yang berarti. Gejala biasanya muncul dalam waktu 1 sampai 3 minggu setelah terpapar virus. Pada wanita, bakteri awalnya menginfeksi serviks dan uretra.

  • Kutil di kelamin

Penyakit kutil di kelamin atau jengger ayam (kondiloma akuminata) disebabkan oleh virus yang tergolong dalam kelompok HPV (Human Papilloma Virus). Penyakit ini seringkali ditularkan melalui hubungan seks vaginal, oral dan anal. Ciri khas dari penyakit ini adalah munculnya banyak kutil menyerupai bunga kol, berwarna merah atau mirip seperti jengger ayam.  Belum ada obat yang ditemukan untuk menyembuhkan penyakit ini sepenuhnya. Kutil mungkin dapat dihilangkan melalui operasi atau dibakar, atau dibekukan, tetapi gejala bisa kambuh lagi di kemudian hari.

  • Hepatitis B

Hepatitis B merupakan penyakit yang dapat ditularkan melalui hubungan seksual dari cairan sperma, darah atau cairan tubuh lain. Penyakit ini dapat menimbulkan penyakit serius dan mengakibatkan kerusakan hati yang dapat mengarah ke kanker hati bahkan kematian.

  • Gonore

Gonore adalah salah satu penyakit menular seksual yang disebabkan oleh bakteri Neisseria Gonorrhoeae, sejenis bakteria yang hidup dan mudah berkembang biak dengan cepat di dalams aluran pangkal rahim (cervix), rahim(uterus), dan tuba fallopi (saluran telur) bagi wanita dan juga saluran kencing bagi wanita dan lelaki. Meskipun sering muncul tanpa gejala, infeksi bakteri ini dapat menyebabkan rasa sakit ketika buang air kecil dan mengeluarkan nanah setelah dua hingga sepuluh hari. Jika dibiarkan, penyakit ini dapat berkembang menjadi arthritis dan infeksi pada jantung atau otak.

  • Kanker prostat

Kanker prostat adalah penyakit kanker yang berkembang di sebuah kelenjar dalam sistem reproduksi lelaki (prostat). Hal ini terjadi ketika sel prostat mengalami mutasi dan mulai berkembang di luar kendali. Sel ini dapat menyebar secara metastasis dari prostat ke bagian tubuh lainnya. Kanker prostat dapat menimbulkan rasa sakit, kesulitan buang air kecil, disfungsi ereksi dan gejala lainnya. Pria yang sering melakukan seks dengan banyak wanita berisiko 2 kali lipat terkena kanker prostat.

  • Kanker Serviks (leher rahim)

Kanker serviks atau yang disebut juga sebagai kanker mulut rahim merupakan salah satu penyakit kanker yang paling banyak ditakuti kaum wanita. Kanker serviks menyerang pada bagian organ reproduksi kaum wanita, tepatnya di daerah leher rahim atau pintu masuk ke daerah rahim yaitu bagian yang sempit di bagian bawah antara kemaluan wanita dan rahim. Human papilloma Virus (HPV) merupakan penyebab utama dari kanker serviks. Virus ini bisa menular lewat hubungan seksual, dan laki-laki pun bisa tertular oleh virus ini.

  • Trichomoniasis

Trichomoniasis adalah salah satu penyakit menular seksual yang umum terjadi baik pada pria maupun wanita, meskipun gejalanya lebih sering timbul pada wanita. Trichomoniasis disebabkan oleh parasit Trichomonas Vaginalis. Pada wanita, area yang sering terinfeksi oleh parasit ini adalah area vagina, sedangkan pada pria adalah area sekitar uretra (saluran kencing).
Parasit ini ditularkan melalui hubungan seksual dengan pasangan seksual yang terinfeksi.

Maka dari itu, sangat penting untuk menyadari bahwa hubungan seksual bukan hanya sekedar hubungan intim. Kontak seksual seperti ciuman, oral seks dan penggunaan alat bantu seks seperti vibrator juga berisiko menularkan virus penyebab penyakit kelamin. Satu-satunya cara untuk mencegah penyebaran dan tidak mendapatkan penyakit itu adalah dengan berhubungan seks dengan satu pasangan. Penggunaan kondom mungkin bisa mencegah penyakit HIV dan gonore, tapi kurang efektif mencegah herpes genital, trichomoniasis dan klamidia.

Sumber gambar : midliferocksblog.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY