Dampak Terlalu Sering Makan Gorengan

SehatFresh.com – Menggoreng merupakan salah satu proses memasak yang paling umum. Ketika makanan digoreng, terjadi perubahan kandungan nutrisi. Selain kandungan nutrisinya berubah, proses ini juga memengaruhi mutu minyak yang digunakan. Hal ini berlaku terutama pada minyak yang dipergunakan kembali, terjadi proses oksidasi dan hidrogenasi yang mengakibatkan hilangnya lemak tidak jenuh dan terjadi peningkatan lemak trans yang berbahaya bagi kesehatan.

Gorengan adalah makanan yang cukup digemari atau populer di kalangan masyarakat umum karena harganya yang dibilang cukup murah dan enak. Gorengan memang lezat, tapi pernahkah Anda berpikir efek buruknya bagi kesehatan? Gorengan terbukti mengandung lemak jenuh yang sangat tinggi dan hal inilah yang menjadi sumber penyakit jika gorengan dikonsumsi secara berlebihan.

Minyak goreng bekas

Minyak goreng bekas yang seringkali digunakan kembali oleh penjual gorengan, mengeluarkan kandungan polimer yang kemudian terserap ke dalam makanan berupa asam lemak trans. Penggunaan minyak goreng bekas jelas sangat tidak baik untuk kesehatan. Minyak goreng yang digunakan untuk menggoreng makanan tidak boleh melebihi sampai tiga kali penggorengan. Hal ini dikarenakan setiap dipakai, minyak akan mengalami penurunan mutu.

Dalam kandungan minyak goreng bekas tersebut terdapat zat radikal bebas, seperti epioksida dan peroksida yang mutagen dan karsinogen sehingga sangat berisiko terhadap kesehatan. Derajat ketidakjenuhan minyak berkurang seiring bertambahnya suhu bahkan pemanasan dapat menyebabkan rantai-rantai asam lemak putus menjadi zat radikal bebas yang berbahaya bagi kesehatan.

Sebuah studi dari suatu Lembaga di Swedia menunjukkan bahwa makanan yang banyak mengandung karbohidrat seperti kentang, singkong maupun ubi yang di proses dengan cara digoreng dapat merangsang pembentukan senyawa karsinogenik yang dapat memicu pertumbuhan kanker, mengganggu tingkat kesuburan dan juga dapat mengakibatkan keguguran.

Material pembungkus gorengan

Pembungkus yang dipakai untuk membungkus gorengan juga dapat membahayakan kesehatan. Kantong plastik atau kresek hitam adalah hasil dari daur ulang plastik- plastik bekas. Selain tidak higienis, plastik tersebut juga dapat melepaskan bahan-bahan berbahaya ke dalam makanan yang dapat memicu timbulnya kanker dan gagal ginjal. Di sisi lain, penjual di tepi jalan maupun warung-warung kecil, biasanya memakai kertas yang sudah tidak terpakai lagi seperti koran, majalah, dan sebagainya untuk membungkus gorengan. Tinta yang terdapat dalam kertas tersebut apabila terkena panas dari gorengan dapat menyebabkan tinta tersebut larut sehingga mengakibatkan tinta tersebut menempel pada gorengan dan  berakumulasi dalam jaringan tubuh.

Mengonsumsi gorengan sesekali dan disertai pola makan yang sehat, tidak akan membahayakan kesehatan. Namun, terlalu banyak mengkonsumsi gorengan bisa membuat Anda lebih rentan mengalami gangguan pencernaan terutama jika Anda memiliki sistem pencernaan yang sensitif. Hal ini karena gorengan mengandung lemak yang tinggi. Maka dari itu, ada baiknya Anda mulai mengurangi kebiasaan mengonsumsinya. Hal ini dikarenakan makanan yang dimasak dengan minyak sangat panas seperti aneka gorengan memiliki efek yang sangat berbahaya terutama bagi perut.

Gorengan juga mudah terkontaminasi bakteri yang berbahaya terutama gorengan yang dijual dipinggir jalan yang mana sangat rentan terkena debu dan asap. Hal tersebut bisa menimbulkan rasa nyeri di dada yang disebabkan adanya pergerakan asam lambung menuju esofagus. Risiko jangka yang bisa terjadi karena terlalu banyak makan gorengan adalah kanker usus besar. Kanker tidak hanya muncul karena pola makan yang tidak, kebiasaan buruk dalam mengonsumsi makanan juga bisa menjadi pemicunya.

Sumber gambar : usahadirumah.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here