Dampak Tidur Berlebihan

Tidur merupakan aktivitas untuk mengistirahatkan tubuh. Bagi sebagian besar orang, tidur merupakan suatu hobi atau karena tidak ada kegiatan yang akan dilakukan. Banyak orang berpikir tidur berlebih saat akhir pekan merupakan bonus bagi tubuh karena kurang tidur di hari-hari kerja. Sebagian besar orang memanfaatkan weekend sebagai ajang ‘balas dendam.’ Saat hari kerja, Anda harus selalu bangun pagi dan tergesa-gesa pergi ke kantor, maka weekend adalah waktu yang tepat untuk tidur lebih lama dari biasanya.  Tapi apa Anda tahu masalah kesehatan yang mungkin ditimbulkan karenanya?

Telah banyak penelitian yang menyebutkan bahwa tidur berlebihan tidak baik bagi kesehatan. Masalah-masalah yang berisiko dialami orang mereka yang tidur berlebihan, diantaranya:

  • Diabetes

Beberapa studi menyebutkan bahwa orang yang tidur lebih dari jam normal cenderung lebih berisiko untuk terkena diabetes. Mereka yang memiliki waktu tidur lebih dari delapan jam sehari bisa menyebabkan kadar glukosa meningkat. Jika keluarga Anda memiliki riwayat genetik penyakit diabetes, maka dianjurkan untuk lebih membatasi waktu tidur agar tidak berlebihan.

  • Penurunan daya ingat

The Journal of the American Geriatrics Society menemukan bahwa orang yang terlalu banyak tidur berisiko mengalami penurunan daya ingat. Usia ingatan mereka menjadi dua tahun lebih tua karena tidur berlebihan dari waktu yang disarankan.

  • Sulit untuk hamil

Tahun 2013, kelompok peneliti dari Korea menganalisis kebiasaan tidur pada 650 wanita yang mengikuti perawatan kesuburan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah kehamilan tertinggi ditemukan pada kelompok wanita yang tidur selama tujuh sampai delapan jam per malam dan terendah pada kelompok yang tidur lebih dari sembilan jam. Waktu tidur diyakini berpengaruh terhadap perubahan hormon dan siklus menstruasi.

  • Kelelahan

Mungkin terdengar mengherankan, tetapi terlalu banyak tidur justru membuat tubuh merasa lebih lelah. Hal ini karena semakin lama tidur suhu tubuh menjadi semakin rendah, yang pada akhirnya menyebabkan kelelahan ekstrim dan kelesuan ketika bangun.

  • Sakit kepala

Sakit kepala sering dialami oleh orang-orang yang tidur berlebihan. Kebiasaan tidur berlebihan dapat berdampak negatif pada neurotransmitter di otak sehingga menyebabkan migrain atau sakit kepala sebelah setelah bangun. Orang-orang yang banyak tidur di siang hari lebih cenderung menderita sakit kepala, kecemasan, mudah gelisah, dan tidak nafsu makan.

  • Stroke

Penelitian yang dilakukan di Cambridge mengungkapkan bahwa orang-orang yang sering menghabiskan waktunya untuk tidur 46% lebih berisiko mengalami stroke. Sekitar tujuh dari 10 laki-laki dan perempuan tidur antara 6-8 jam sehari dan sekitar 1 dari 10 orang tidur lebih dari delapan jam setiap malamnya. Golongan kedua memiliki risiko terkena stroke lebih besar dari golongan pertama.

  • Depresi

Sebuah studi di tahun 2014 menemukan bahwa terlalu banyak tidur atau durasi tidur yang panjang dapat meningkatkan risiko seseorang menjadi depresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mereka yang tidur dalam kurun waktu 7-9 jam pada malam hari berisiko 27 persen mengalami depresi. Sementara mereka yang tidur 9 jam atau lebih, memiliki peningkatan risiko depresi 49 persen.

Para ahli menyarankan agar Anda mempunyai waktu tidur yang cukup. Kelebihan atau kekurangan waktu tidur akan berpengaruh terhadap kesehatan. Waktu yang normal untuk tidur sekitar tujuh hingga delapan jam sedangkan tidur yang berlebihan adalah tidur yang lewat dari sembilan jam per hari. Sementara Anda dikatakan tidak cukup beristirahat bila tidur kurang dari enam jam. Jika Anda butuh waktu beristirahat di akhir pekan, tidak harus dihabiskan dengan tidur seharian di rumah. Akhir pekan lebih baik dimanfaatkan dengan melakukan kegiatan yang juga membantu menyegarkan tubuh serta pikiran seperti berlibur bersama pasangan atau olahraga.

 *pic ruben-tumbur.blogspot.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here