Dampak Tumbuh Kembang Anak dalam Keluarga yang Kasar

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Anak merupakan titipan anugerah dari yang Maha Kuasa bukan? Ya, anak ialah sebuah amanah bagi tiap pasangan dalam pernikahan. Tapi sayangnya, tidak semua anak mendapatkan keberuntungan, banyak anak yang tidak memiliki tumbuh kembang baik. Banyak hal yang melatarbelakangi hal ini, salah satunya ialah tumbuh kembang anak dalam keluarga yang kasar.

Anak memiliki perkembangan dengan konsep yang cirihas sampai berakhirnya masa remaja. Pendidikan yang pertama bagi seorang anak ialah keluarga. Orangtua ialah guru dan teladan pertama bagi anaknya sendiri. Sehingga sikap dan lisan orangtua ialah kunci utama dalam membentuk karakter anak.

Sikap dan Lisan Orangtua

Sikap dan lisan orangtua seringkali ditiru oleh anaknya. Sehingga sikap dan lisan orangtua menjadi kunci utama perbendaharaan mereka juga dalam bersikap dan berbicara. Orangtua yang memiliki kebiasaan buruk bersikap dan berlisan dengan kasar cenderung berdampak untuk membentuk anak yang keras, memberontak, dan berani melawan orangtua. Jika sejak kecil orangtua sering bertengkar, maka itu akan dicontoh oleh anak. Jika ayah berlaku kasar kepada ibunya, juga akan merusak mentalitas anak.

Sebagian besar anak yang mengalami permasalahan di sekolah baik itu dalam hal akademis dan sosial juga ternyata juga dipengaruhi oleh kondisi psikologis anak yang tidak baik di dalam rumah. Kurangnya hubungan harmonis seorang anak di dalam rumah ternyata juga membentuk karakter anak.

Sangat disayangkan jika banyak orangtua yang menganggap sepele hubungan yang harmonis bagi anak. Ini merupakan contoh keegoisan orangtua dalam mendidik anak. Ayah dan ibu yang sering membentak-bentak anaknya membuat anaknya justru stres dan tidak percaya diri. Seorang anak jika dibentak tentu awalnya takut, tapi karena kejadian ini terus berulang maka semakin lama justru membuat anak kebal dan bahkan bandel. Sehingga jika seorang anak dinasehati maka akan sering memberontak kepada orangtuanya.

Jika ayah dan ibu sering menghajar seorang anak jika melakukan kesalahan, banyak dampak yang dihasilkan seperti:

  • Sakit hati yang mendalam. Bahkan anak dapat menaruh dendam kepada orangtuanya sendiri atas perlakuan buruk masa kecil.
  • Membentuk anak menjadi penjahat. Setiap pukulan fisik ternyata secara langsung merupakan didikan bagi anak. Beberapa anak yang sering berkelahi ternyata juga jika di rumah sering mendapat hajaran dari orangtuanya.
  • Sikap dan lisan yang sangar. Kekerasan dalam rumah tangga ternyata berdampak buruk bagi tumbuh kembang anak. Banyak anak yang memiliki sikap dan lisan yang tidak teratur karena menjadi korban dalam keluarga.

Sikap dan lisan orangtua yang kasar dapat membentuk trauma pada anak sehingga ketika tumbuh menjadi dewasa akan sulit menghadapi berbagai kesulitan hidup karena takut mengulangi kesalahan orangtuanya. Para orangtua ada baiknya mulai berpikir jangka panjang, sebab ini merupakan hal yang penting. (MLS).

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here