Dampak yang Terjadi pada Janin Jika Ibunya Berpuasa

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Puasa di bulan ramadhan hukumnya adalah wajib bagi semua umat islam tak terkecuali bagi wanita yang sedang hamil. Namun bagi wanita yang sedang hamil mereka memiliki hak khusus atau spesial. Hak khusus tersebut yaitu diberi dua pilihan untuk tetap menjalankan puasa ramadhan atau tidak menjalankan bagi yang merasa akan memberikan dampak yang berbahaya bagi dirinya dan janin yang di kandungnya itu.

Karena hal tersebut juga membuat isu-isu bertebaran baik isu positif ataupun isu negatif. Ada yang berpendapat takut janinnya prematur jika ibunya menjalankan ibadah puasa, atau takut janinnya akan kekurangan asupan gizi karena ibunya juga mengurangi asupan makanan ketika berpuasa.

Tetapi bagaimana sebenarnya dampak puasa yang terjadi pada janin ketika ibunya berpuasa. Berikut dampak yang terjadi pada janin yang ibunya menjalankan ibadah puasa :

  1. Berat badan bayi cenderung lebih kecil

Bayi yang dilahirkan oleh ibu yang berpuasa biasanya memiliki berat badan yang lebih kecil dibandingkan dengan bayi yang ibunya tidak berpuasa. Hal tersebut di buktikan dalam penelitian yang dilakukan oleh peneliti Lebanin yang melibatkan perempuan yang sedang hamil dari 4 pusat medis di seluruh Beirut pada Agustus 2008. Perempuan tersebut dalam kondisi kehamilan trimester ketiga. Dan hasilnya yaitu bayi dari perempuan yang puasa cenderung lebih kecil dibanding bayi perempuan yang tidak berpuasa. Rata-rata bayi dari perempuan yang puasa memiliki berat sekitar 3 kg sedangkan berat rata-rata bayi dari perempuan yang tidak puasa sebesar 3,2 kg.

  1. Kemungkinan kecil memiliki bayi laki-laki

Para ilmuwan menemukan penelitian bahwa wanita yang menjalankan puasa di bulan ramadhan selama 30 hari memiliki kemungkinan 10 persen lebih kecil untuk melahirkan bayi dengan berjenis kelamin laki-laki.

  1. Memiliki kecatatan 20% lebih tinggi

Penelitian lainnya juga melaporkan dampak lain pada janin yang ibunya berpuasa. Penelitian ini menggunakan data sensus di Irak dan Uganda. Peneliti dalam studi ini memberikan kesimpulan bahwa tingkat kecacatan dewasa sekitar 20 persen lebih tinggi, cacat mental yang spesifik menunjukkan efek substansial lebih besar. Penelitian tersebut mendeteksi adanya perbedaan hasil yang sesuai ketika desain yang sama diterapkan pada wanita non muslim.

Itulah dampak puasa bagi janin yang ibunya melakukan puasa. Hal-hal tersebut hanyalah beberapa atau hasil dari sebuah penelitian dimana tidak lebih kuat dari kuasa Allah SWT. Akan tetapi, bagi anda yang tetap merasa khawatir ada baiknya anda tidak melakukan puasa ramadhan. Karena Allah SWT juga memberi keriganan jika ibu hamil diperbolehkan untuk tidak menjalankan puasa apabila membahayakan keadaan janinnya. Bagi yang ingin tetap menjalankan ibadah puasa itu juga pilihan yang baik. (DKA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here