Data Penderita Penyakit Kanker Paru di Indonesia

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Kanker paru merupakan suatu jenis penyakit yang memiliki ciri khas adanya pertumbuhan sel yang tidak terkontrol di dalam jaringan paru-paru. Kanker paru-paru sebagian besar di kenal sebagai kanker paru primer yaitu karsinoma yang berasal dari sel epitelium. Kanker paru ada dua jenis pertama kanker paru utama yaitu kanker paru sel kecil (SCLC), kanker jenis ini disebut juga dengan kanker sel gandum. Kedua kanker paru non sel kecil (NSCLC). Gejala yang biasanya muncul yaitu batuk berdarah ataupun batuk tidak berdarah, penurunan berat badan, dan napas terasa sesak.

Menurut Lika Aprilia seorang Editor in chief Hello Sehat menyatakan bahwa dua dari tiga pria di Indonesia adalah seorang perokok aktif sehingga hal tersebut sangat berkaitan dengan tingginya kanker paru di Indonesia, karena 1 dari 13 pria di Indonesia terdeteksi adanya kanker paru. Menurut hasil data Globocan IARC pada tahun 2012 menunjukan bahwa kanker paru pada pria merupakan kasus baru tertinggi sekitar 34,2% dan penyebab utama kematian akibat kanker paru pada pria sekitar 30%. Sedangkan kasus kanker paru pada pempuan sekitar 13,6% dan yang menyebabkan kematian kanker paru pada wanita sekitar 11,1%.

Hasil data menurut lembaga riset Organisasi Kesehatan Dunia yaitu WHO pada tahun 2012 menyatakan bahwa kasus terjadinya kanker paru-paru pada pria sekitar 25,8 per 100.000, sedangkan kasus kanker paru-paru pada perempuan terjadi sekitar 8,1 per 100.000. adapun kasus kanker paru yang ditangani di Rumah Sakit Persahabatan Jakarta sekitar 73% pada pria dan 43% pada perempuan. Penyebab dari kanker paru tersebut yaitu pada perokok aktid dan sisanya merupakan perokok pasif.

Menurut hasil Riset Kesehatan Dasar pada tahun 2013 mencatat bahwa prevalensi kasus kanker paru-paru untuk semua kelompok umur di Indonesia sekitar 1,4% atau 347.392 orang. Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi salah satu provinsi dengan prevalensi tertinggi yaitu sekitar 4,1%. Selain itu berdasarkan hasil data profil mortalitas akibat kanker paru-paru dari WHO pada tahun 2014 menyatakan bahwa Indonesia memiliki sekitar 35185 orang kasus kanker paru, trakea dan bronkus atau sekitar 21,8%. Sulitnya mendiagnosis kanker paru secara dini merupakan salah satu faktor penyebab angka kematian kanker paru yang masih tinggi. Sekitar 40% orang yang terdiagnosis kanker paru setelah penyakitnya berkembang dan 30% dari orang yang terdiagnosis tersebut kanker parunya telah mencapai stadium 3.

Kanker paru penyebab paling umumnya yaitu akibat paparan asap tembakau dalam jangka waktu yang lama sekitar 80% – 90%. Dan penyebab bukan perokok sekitar 10% – 15%. Selain kedua penyebab tersebut biasanya kanker paru disebabkan oleh kombinasi penyebab lainnya yaitu faktor genetik atau keturunan, gas radon, asbestos, dan polusi udara. Sekitar 20% penderita kanker di Indonesia yaitu orang yang menderita kanker paru, sehingga hal tersebut menjadi penyebab kematian nomor 1 bagi pria di Indonesia. (KMY)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here