Definisi dan Pemahaman Klimakterium saat Masa Reproduksi

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Sahabat wanita, pernah mendengar istilah terium? Kira-kira apa yang dimaksud dengan terium? Artikel berikut akan menjawab segala macam pertanyaan Anda. Pastikan Anda mau membacanya dari awal sampai akhir ya.

Bagaimana Definisi dan Pemahaman Klimakterium?

Klimakterium merupakan masa akhir dari masa masa reproduksi, menuju awal masa senium. Biasanya terjadi pada wanita yang berumur 40-65 tahun. Masa-masa menuju Klimakterium ialah masa Pra menopause dengan kurun waktu 4-5 tahun sebelum menopause.

Secara etiologi, seorang wanita yang menuju masa Klimakterium, maka otomatis haid akan berhenti. Wanita yang memasuki masa ini juga akan terjadi perubahan dan penurunan fungsi ovarium seperti menurunnya jumlah folikel, sklerosis pembuluh darah, adanya kelainan pada umpan balik hipofise, menurunnya sistem sekresi estrogen, menurunnya sintesis steroid seks.

Secara patofisiologi, fungsi ovarium dapat menurun karena semakin berkurangnya kemampuan ovarium dalam menjawab rangsangan gonadotropin, sehingga interaksi antara hipotalamus menjadi terganggu. Pertama diawali terjadinya kegagalan fungsi luteum, kemudian menurunnya fungsi steroid ovarium. Kemudian mulai terjadi reaksi umpan balik negatif terhadap hipotalamus sehingga meningkatkan produksi FSH dan LH. Kedua gonadoropin tersebut yang semakin mencolok peningkatannya ialah FSH.

Manifestasi klinik yang terjadi ialah sebagai berikut:

  1. Pramenopause merupakan masa perdarahan yang terjadi secara tidak teratur seperti hipermenore, oligomenore, dan polimenore. Gangguan nerovegetatif merupakan gejolak panas atau hotflushes, dimana terjadi kondisi banyaknya keluar keringat, merasa kedinginan, sakit kepala hebat, telinga berdengung, tekanan darah dan tidak teratur
  2. Terjadinya gangguan psikis yang ditandai dengan mudah tersinggung, mudah lelah, semangat menurun, dan mengalami insomnia.
  3. Terjadinya gangguan organik seperti infark miokard, berbagai kelainan tulang seperti aterosklerosis, osteosklerosis, osteoporosi, dan gangguan libido.

Tanda dari  Klimakterium ialah sebagai berikut:

  1. Terjadinya perubahan di ovarium seperti sclerosis pembuluh darah, jumlah folikel menurun dan sintesis steroid seks juga menurun. Kemudian haid.
  2. Meurunnya kadar estrogen dan pengeluaran gonadotropin semakin meningkat.
  3. Terjadinya perubahan kejiwaan seorang wanita menjelang menopause, seperti merasa tua, rasa tertekan, mudah tersinggung, mudah terkejut, jantung berdebar, ketakutan suami menyeleweng, dan sulit (orgasme). Perubahan Fisik
  4. Terjadinya perubahan fisik, seperti perubahan kulit seperti terasa kendur, mudah terbakar sinar matahari, dan terjadi pigmentasi atau menghitam. Kulit keluar bintik hitam, lembek. Kering, dan keriput.
  5. Terjadinya perubahan metabolisme tubuh seperti menurunnya hormon tiroksin dan insulin. terjadinya pembakaran yang tidak sempurna.
  6. Terjadi perubahan pola makanan, sehingga mengubah kerja usus halus.

Demikian informasi mengenai definisi dan pemahaman Klimakterium yang dialami oleh wanita yang sudah memasuki masa pra-menopause. Semoga informasi berikut dapat bermanfaat bagi para Pembaca. (MLS)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here