Definisi dan Pemahaman Pendarahan Antepartum dan Postpartum Bagi Ibu Hamil

0
3
www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Sahabat Pembaca, pernahkah Anda mengetahui adanya pendarahan anterpatum dan post partum pada masa kehamilan? Jika belum sebenarnya ada definisi dan pemahamannya ya?

Definisi dan Pemahaman Tentang Pendarahan Anterpartum saat Hamil

Perdarahan antepartum ialah perdarahan yang terjadi di jalan lahir ketika masa kehamilan sudah mencapai sekitar 22 minggu, tapi jika didiagnosis berdasarkan patologi bisa terjadi saat kehamilan sebelum 22 minggu. Perdarahan antepartum terbagi menjadi 3 bagian sebagai berikut:

  • Plasenta Previa

Definisi plasenta previa merupakan plasenta yang terletak secara abnormal atau di bawah rahim sehingga menutup seluruh pembukaan jalan lahir. Plasenta previa dibagi menjadi beberapa bagian seperti berikut:

  1. Plasenta previa totalis merupakan kondisi pembukaan jalan lahir tertutup seluruhnya oleh plasenta.
  2. Plasenta previa lateralis merupakan kondisi pembukaan jalan lahir tertutup sebagian oleh plasenta.
  3. Plasenta previa marginalis merupakan kondisi pembukaan jalan lahir tertutup pada bagian pinggir oleh plasenta.
  4. Plasenta previa letak rendah merupakan kondisi dimana 3-4 cm di atas pembukaan jalan lahir.
  • Solusio Plasenta

Definisi solusio plasenta merupakan terlepasnya sebagian atau seluruh dari plasenta pada implantasi normal sebelum jalan lahir. Ada beberapa klasifikasi solusio plasenta ialah sebagai berikut:

  1. Ringan: pendarahan yang terjadi karena kurang dari 100-200 cc, uterus tidak merasa tegang, terjadi pelepasan 1/6 plasenta.
  2. Sedang: pendarahan yang terjadi karena kurang dari 200 cc, uterus menegang, terjadi pelepasan ¼ bagian.
  3. Berat: uterus terjadi ketegangan, janin sudah mati, pelepasan plasenta terjadi sebanyak 2/3 atau lebih bagian.
  • Vasa Previa

Vasa previa merupakan kondisi dimana pembuluh darah umbilikalis janin berinsersi pada vilamentosa pada selaput ketuban.

Definisi dan Pemahaman Tentang Pendarahan Post Partum saat Hamil

Pendarahan post partum merupakan pendarahan yang terjadi pasca melahirkan. Pendarahan ini terjadi dengan kondisi pervaginam sebanyak 500 ml lebih lebih dari 1000 ml sesudah bayi dilahirkan secara sesar. Perdarahan seperti ini merupakan pendarahan yang mengakibatkan adanya kematian bagi seorang ibu setelah melahirkan. Pendarahan yang terjadi setelah melahirkan banyak diakibatkan oleh adanya sisa plasenta, retensio plasenta, inversio uteri atonia uteri, dan proses laser pada jalan lahir.

Perdarahan postpartum primer keluar setelah waktu 24 jam pertama setelah melahirkan. Pendarahan postpartum sekunder terjadi saat kondisi pervaginam lebih tinggi dari persalinan normal sekitar 24 jam hingga 12 minggu setelah melahirkan. Terjadinya kehilangan darah sebanyak 500 ml sifatnya subjektif dan tidak akurat. Penelitian menggunakan 10% terjadinya penurunan nilai hematokrit untuk menentukan pendarahan postpartum.

Demikian informasi mengenai definsi dan pemahaman pendarahan anterpartum dan post partum pada masa kehamilan dan setelah melahirkan, semoga bermanfaat bagi Pembaca. (MLS)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY