Definisi dan Pemahaman Retensio Plasenta

0
4
www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Sahabat Pembaca, pernah mendengar tentang istilah retensio plasenta pada ibu hamil? Kira-kira apa ya definisi dan pemahamannya?

Definisi Retensio Plasenta?

Retensio Plasenta merupakan belum lepasnya plasenta melebihi setengah jam. Retensio Plasenta merupakan terjadinya pemisahan yang terjadi pada hemorrhage yang kurang tampak. Kondisi ini terjadi saat kelahiran plasenta terlambat setelah kelahiran bayi. Plasenta ini harus segera dikeluarkan karena bisa menimbulkan pendarahan dan infeksi. Terlebih plasenta merupakan benda mati yang dapat memicu terjadinya plasenta inkarserata atau polip plasenta. Bahkan jika tidak segera dikeluarkan plasenta bisa menjadi degenerasi ganas atau terjadi korio karsinoma.

Bagaimana Pemahaman Tentang Retensio Plasenta?

Plasenta ini terjadi oleh faktor kurang kuatnya his sehingga plasenta sangat sulit lepas dari sudut tubanya. Plasenta sangat sulit keluar karena terjadi implatasi yang sangat dalam seperti plasenta adhesiya, plasenta perkreta, plasenta inkarserata, dan plasenta inkreta. Plasenta ini terjadi dengan tanda belum keluar atau belum lahir semenjak kurang lebih 30 menit bayi lahir. Jika terjadi retensio plasenta ini tentu akan terjadi pendarahan, kontraksi uterus, dan muncul kontraksi pada fundus.

Jika terjadi kondisi retensio plasenta maka bidan akan mengambil sikap umum dengan pengkajian data dengan melihat kondisi pendarahan pada ibu, melihat plasenta dengan tes kustner, starsman, dan klein. Dokter juga akan memasang infus sebagai cairan penggantinya. Di lain sisi, dokter juga dapat mengambil sikap khusus pada bidan dengan melihat apakah retensio plasenta tidak keluar selama 30 menit, jika ya maka dokter akan mengeluarkan atau melepas plasenta dengan manual dengan tangan dan selanjutnya akan melahirkannya dari kavum uteri.

Bisa juga dengan menggunakan prosedur plasenta manual dengan memasang set dan cairan infus, anastesi verbal, dan anastesi rektal,.

Bisa juga diambil tindakan penetrasi ke dalam kavum uteri dengan memastikan kandung kemih posisi kosong, menjepit tali pusat dengan klem, tegangkan pada satu tangan, dan masukkan tangan ke dalam vagina dengan menelusuri sisi bawah pusat, kemudian memindahkan tangan luar menahan fundus uteri, kemudian memasukkan tangan ke kavum uteri sampai pada implantasi plasenta.

Kemudian menentukan implantasi plasenta paling bawah, ujung-ujung jari masuk diantara plasenta dan dinding uterus, dan lepaskan plasenta dengan menggeser tangan ke kanan dan ke kiri hingga plasenta terlepas.

Guna mencegah infeksi pasca pengambilan plasenta dengan dekontaminasi sarung tangan sebelum melakukan tindakan. Memastikan peralatan yang digunakan untuk melepaskan sudah dicuci dengan klorin yang sudah dilarutkan sebanyak 0,5% dengan waktu 10 menit, dan mencuci tangan dengan bersih.

Demikian informasi mengenai definisi dan pemahaman retensio plasenta. Semoga bermanfaat bagi Para Pembaca agar terutama para ibu hamil. (MLS)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY