Definisi dan Pengertian Pernikahan di Usia Dini

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Perkawinan atau pernikahan adalah suatu akad atau persetujuan antara calon suami dan calon istri karenanya berlangsung melalui ijab dan qobul atau proses serah terima. Apabila akad nikah tersebut telah dilangsungkan dan telah berjanji untuk bersedia menciptakan rumah tangga yang harmonis, sehidup semati dalam menjalani rumah tangga bersama-sama.

Belakangan di Indonesia marak terjadi pernikahan usia dini atau dibawah umur. pernikahan dini sebenarnya merupakan masalah atau isu-isu kuno yang sempat tertutup oleh tumpukan sejarah. Namun sekarang, isu ini kembali muncul kepermukaan. Dimana hal tersebut tidak terlepas dari ide para ilmuan dalam merespon fenomena pernikahan dini itu sendiri. Pendapat yang digawangi Ibnu Syubromah (ilmuan islam) yang mengatakan bahwasanya agama telah melarang pernikahan yang dilakukan sebelum usia baligh (pernikaan dini). Akan tetapi menurut nilai esensialnya, maka pernikahan tersebut merupakan kebutuhan boilogis untuk meneruskan keturunan.

Berikut ini adalah beberapa definisi dan pengertian mengenai pernikahan dini lainnya, yaitu:

  • Menurut Undang-undang

Pernikahan Dini menurut UU perkawinan bab 11 pasal 7 ayat 1 menyatakan bahwa perkawinan hanya diizinkan jika pihak pria telah berusia 19 tahun dan pihak perempuan telah mencapai umur 16 tahun. Jadi, jika masih dibawah umur tersebut maka dikategorikan sebagai pernikahan dini.

  • Menurut Sudut Pandang Kedokteran

Dilihat dari sudut pandang kedokteran, pernikahan dini atau pernikahan di bawah umur mempunyai dampak negatif baik, bagi ibu maupun anak yang dilahirkan.

  • Menurut Pakar Sosiolog

Dipandang dari sisi sosiolog/sosial, pernikahan dini dapat mengurangi harmonisasi dalam keluarga. Hal tersebut disebabkan oleh keadaan emosi yang masih labil, gejola darah muda dan cara pikir yang belum matang atau dewasa.

FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB PERNIKAHAN DINI

Ada dua faktor penyebab terjadinya pernikahan dini yang terjadi di kalangan remaja, yaitu sebab dari anak dan dari luar anak:

  1. Faktor Pendidikan

Pendidikan di usia remaja sangat mempunyai peran yang besar. Jika seorang remaja putus sekolah pada usia wajib sekolah, kemudian mengisi waktu dengan bekerja, dirinya akan merasa sudah merasa cukup mandiri, sehingga merasa mampu untuk menghidupi diri sendiri.

Hal yang sama juga dialami remaja, jika setelah putus sekolah menganggur. Dalam kekosongan waktu tanpa pekerjaan atau kesibukan akan membuat remaja melakukan hal-hal yang tidak produktif. Salah satunya yaitu menjalin hubungan dengan lawan jenis, apabila diluar kontrol membuat kehamilan di luar nikah.

2. Faktor telah melakukan hubungan biologis

Ada beberapa kasus seorang remaja melakukan pernikahan dini, salah satunya karena telah melakukan hubungan biologis layaknya suami istri. Dengan kondisi seperti ini, orang tua dari pihak perempuan cenderung segera menikahkan anaknya. (AGT)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here