Definisi dan Tanda Gejala Mengindikasikan Adanya Patah Tulang

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Patah tulang dalam bahasa medis disebut dengan fraktur yang artinya kerusakan pada tulang. Fraktur dapat terjadi akibat gaya kuat yang diterima tulang misalnya karena jatuh atau tersandung sampai tabrakan mobil. Fraktur perlu dievaluasi dan dirawat oleh ahli medis untuk mengurangi terjadinya efek samping tulang patah dan meningkatkan kemungkinan tulang dan sendi sembuh sempurna seperti sedia kala. Berikut ini beberapa pengertian patah tulang menurut beberapa ahli, diantaranya :

  1. Patah tulang atau praktur yaitu kerusakan yang disebabkan karena adanya trauma ataupun tenaga fisik. Dalam kondisi normal tulang dapat menahan tekanan akan tetapi apabila tulang mendapatkan tekanan atau benturan yang lebih besar dari kemampuannya untuk menahan makan tulang tersebut akan mengalami kerusakan atau fraktur (Garner, 2008, Price dan wislon, 2006).
  2. Patah tulang merupakan kondisi terputusnya kontinuitas tulang yang dapat ditentukan jenisnya dan luasnya bagian yang retak pada tulang yang utuh (Smeltzer S.C dan Bare B.G, 2001)
  3. Patah tulang yaitu terputusnya kontinuitas tulang, yang sebagian besar terjadi akibat trauma. Beberapa patah tulang sekunder terhadap proses penyakit osteoporosis sehingga kondisi ini dapat menyebabkan patah tulang yang patologis (tidak normal).
  4. Patah tulang atau fraktur yaitu terputusnya kontinuitas tulang yang biasanya ditandai dengan rasa nyeri, bengkak, odema atau bengkak, rasa gemeretak atau krepitasi, gangguan disfungsi, dan deormitas (Doenges, 2002).

Baca Juga : Panduan Perawatan dan pemulihan Patah Tulang

Bagaimana tanda gejala adanya patah tulang?

Tanda gejala terjadinya patah tulang menurut Lewis 2006, diantaranya sebagai berikut :

  1. Nyeri yang dapat langsung dirasakan setelah trauma trauma terjadi. Kondisi ini disebabkan karena adanya spasme otot, tekanan dari kerusakan jaringan disekitarnya.
  2. Munculnya bengkak atau edema secara cepat yang disebabkan oleh terlokalisirnya cairan serosa pada daerah tulang yang patah dan extravasi daerah yang ada disekitarnya.
  3. Terjadinya ekimosis. Ekimosisi yaitu perubahan warna kulit yang disebabkan dari extravasi daerah yang terdapat di sekitarnya. Ekimosis dalam bahasa lain disebut dengan memar.
  4. Adanya spasme otot. Spasme otot yaitu kontraksi pada otot involunter yang muncul disekitar patah tulang.
  5. Terjadinya penurunan sensasi yang disebabkan oleh kerusakan syaraf akibat pembengkakan.
  6. Pasien mengalami gangguan fungsi yang disebabkan ketidakstabilan tulang yang patah dan rasa nyeri. Paralysis dapat terjadi karena syaraf yang rusak.
  7. Terjadinya mobilitas abnormal atau terjadinya pergerakan yang tidak normal. Hal ini terjadi pada kondisi fraktur tulang yang panjang.
  8. Pasien mengalami krepitasi yaitu terjadinya rasa gemeretak yang timbul apabila bagian-bagian tulang digerakan.
  9. Terjadinya ketidaknormalan posisi fragmen tulang akibat trauma atau pergerakan. Kondisi ini dalam istilah medis disebut dengan defirmitas.
  10. Pasien mengalami syok hipopolemik yang disebabkan karena terjadinya perdarahan yang cukup hebat. (KMY)

2 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here