Definisi, Gejala dan Penyebab Kemandulan pada Pria

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Tidak sedikit pasangan suami istri di penjuru dunia yang mencari “pertolongan” untuk masalah kemandulan yang dialami. Kemandulan tidak hanya dialami wanita, namun juga pria. Lantas apa saja penyebab kemandulan pada pria dan bagaimana gejalanya?

Definisi dan pemahaman kemandulan

Kemandulan (mandul) dalam kedokteran diistilahkan infertil. Kemandulan bisa didefiniskan sebagai ketidakmampuan suami istri dalam mencapai kehamilan, meski telah sekilan lama berhubungan seksual secara teratur tanpa alat kontrasepsi. Kemandulan pada pria umumnya berkisar pada kualitas, jumlah, dan kemampuan mengantarkan sperma ke rahim wanita.

Kenali dulu sistem reproduksi pria

Sistem reproduksi pada pria terdiri dari skrotum, penis, serta testikel. Penis merupakan organ utama yang digunakan saat berhubungan seksual. Penis memiliki fungsi sebagai pengantar sperma ke sistem reproduksi wanita. Penis terdiri dari dua bagian utama, yakni kepala dan batang (tubuh).

Di dalam penis terdapat uretra, yakni sebuah tabung yang lokasinya di sepanjang kandung kemih hingga ke ujung kepala penis. Ada pula tabung lain dari testikel sampai ke uretra. Tabung tersebut memiliki fungsi guna mengantarkan air mani yang telah dihasilkan di testikel.

Saat pria merasakan rangsangan, darah kemudian mengalir ke batang hingga kepala penis sehingga menjadi keras. Air mani yang sebelumnya dihasilkan di testikel, mulai mengalir melalui uretra. Selanjutnya pada momen yang tepat, jutaan sel sperma di air mani akan “ditembakan” ke rahim wanita.

Dari penjelasan mengenai sistem reproduksi pria di atas, pembaca bisa mengetahui jika gangguan pada sistem reproduksi pria yang menyebabkan kemandulan umumnya berkaitan dengan kualitas, jumlah, hingga cara pemindahan sel sperma.

Apa penyebab kemandulan pria?

  1. Azoospermia. Azoospermia merupakan situasi ketika tidak ada sperma di dalam air mani. Pria tidak menghasilkan sperma di dalam tubuhnya, sehingga menyebabkan kemandulan.
  2. Oligospermia. Oligospermia merupakan situasi ketika pria hanya memproduksi sedikit sperma.
  3. Motilitas sperma. Motilitas sperma merupakan pergerakan sperma. Sperma yang tidak bergerak seperti seharusnya, kecenderungan untuk membuahi sel telur akan kecil.
  4. Morfologi sperma. Morfologi sperma merupakan struktur sperma. Kelainan pada struktur sperma bisa mengakibatkan kemandulan pria.

Keempat situasi di atas bisa diakibatkan oleh berbagai faktor. Beberapa faktor yang dimaksud seperti penyakit menular seksual, penyumbatan, ejakulasi retrograd, kelainan bawaan, penyakit hormon dan genetik, diabetes, disfungsi ereksi, jantung koroner, hingga tekanan darah tinggi.

Gejala umum kemandulan pria

Kemandulan pada pria merupakan masalah yang cukup sensitif. Kegagalan memiliki anak tentu saja bisa mempengaruhi psikologis dan emosional pria. Gejala umum kemandulan pada pria bisa ditandai ketika pasangannya tidak dapat hamil, meski terus melakukan aktivitas seksual. Gejala-gejala kemandulan pria lainnya dapat berupa:

  1. Pria mengalami disfungsi ereksi yakni berkurangnya keinginan seksual hingga tak mampu ejakulasi.
  2. Pria mengalami testikel yang sering terasa sakit.
  3. Pria mengalami kelainan hormon atau kromosom.
  4. Pria mengalami jumlah sperma kurang dari normal.
  5. Pria sering mengalami infeksi pernapasan

Ketika suami istri mendapati gangguan ketidaksuburan, perlu adanya komunikasi dengan pasangan untuk memeriksakan diri ke dokter. Pasalnya penyebab kemandulan hanya dapat dibuktikan dengan analisis kesehatan yang dilakukan pada sistem reproduksi wanita dan pria. (APY)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here