Delapan Faktor Pemicu Refluks Asam Lambung Pada Anak

0
144

SehatFresh.com – Refluks asam lambung merupakan salah satu gangguan kesehatan bisa terjadi pada siapa saja, tidak terkecuali bayi dan anak-anak. Refluks asam lambung terjadi ketika makanan atau isi perut berbalik ke kerongkongan dan bisa menyebabkan muntah. Pada umumnya hal seperti itu terjadi pada anak-anak dan bayi dan setelah munum susu, baik susu ASI ataupun susu formula. Meskipun penyebab pastinya belum diketahui, ada beberapa faktor yang dapat menjadi pemicu refluks asam lambung, di antaranya yakni posisi bayi ketika minum susu dan overfeeding. Mengapa demikian? Disini faktanya :

  • Faktor yang pertama berhubungan dengan Katup Esofagus bawah

Katup esofagus bawah (lower esophageal sphincter) adalah sebuah cincin otot di bagian bawah kerongkongan yang otomatis terbuka ketika makanan menuju ke perut dan menutup kembali agar makanan tidak berbalik menuju kerongkongan. Nah pada bayi dan anak-anak, otot esofagus bawah ini belum berkembang sepenuhnya. Ketika LES terbuka, isi perut dapat berbalik kembali ke kerongkongan, sehingga menyebabkan bayi Anda gumoh atau muntah. Regurgitasi konstan dari refluks asam dapat menyebabkan kerusakan pada lapisan esofagus.

  • Faktor yang kedua kerongkongan pendek atau sempit

Refluks asam lambung akan sering terjadi jika bayi memiliki kerongkongan yang lebih pendek. Karena kerongkongan bayi yang pendek memudahkan dan mempercepat jalan makanan yang direfluks menuju mulut. Isi perut yang direfluks dapat mengiritasi lapisan esofagus jika kerongkongan lebih sempit dari kerongkongan bayi pada umumnya.

  • Faktor yang ketiga diet

Makanan tertentu dapat menyebabkan refluks asam, tergantung pada usia bayi Anda. Sebagai contoh, buah jeruk dan produk tomat dapat meningkatkan produksi asam di lambung. Makanan seperti cokelat, permen, dan makanan tinggi lemak dapat merangsang otot esofagus bawah terbuka lagi, menyebabkan isi perut berbalik menuju kerongkongan.

Mengubah menu diet bayi Anda dapat membantu mengurangi kemungkinan refluks asam. Sedangkan untuk bayi yang masih minum susu ASI, Anda bisa memperkecil risiko refluks asam lambung dengan mengubah menu diet Anda.

  • Faktor  yang keempat Gastroparesis (pengosongan lambung tertunda)

Gastroparesis adalah gangguan medis yang mengakibatkan isi perut terlalu lama dipindahkan ke dalam usus kecil. Perut biasanya berkontraksi untuk memindahkan makanan ke dalam usus kecil untuk selanjutnya dicerna. Namun, otot perut tidak akan bekerja dengan baik jika ada kerusakan pada saraf vagus, yang mengontrol pergerakan makanan dari lambung melalui saluran pencernaan. Hal ini menyebabkan makanan yang dikonsumsi lebih lama tinggal di dalam perut. Nah, hal inilah yang bisa memicu refluks asam lambung.

  • Faktor yang kelima adalah Hernia Hiatus

Hernia hiatus adalah suatu kondisi di mana bagian perut menempel pada sebuah lubang di diafragma. Hernia hiatus yang berukuran kecil biasanya tidak menimbulkan masalah, tapi yang berukuran lebih besar dapat menyebabkan refluks asam dan mulas.

Hernia hiatus sangatlah umum, terutama pada mereka yang berusia di atas 50 tahun. Namun, penyebabnya tidak diketahui. Hernia hiatus pada anak-anak biasanya bersifat bawaan dan bisa menjadi salah satu pemicu terjadinya refluks asam lambung.

  • Faktor yang keenam posisi Bayi saat mimun susu

Posisi bayi yang kurang tepat terutama selama dan setelah minum susu merupakan penyebab refluks asam lambung pada bayi yang seringkali diabaikan. Posisi horisontal memudahkan isi perut berbalik ke kerongkongan. Pastika bayi Anda dalam posisi tegak saat sedang makan atau menyusui dan selama 20-30 menit setelahnya, tips ini dapat mengurangi kemungkinan refluks asam.

Hal ini juga berlaku untuk posisi tidur. Pastikan bayi Anda diposisikan telentang saat tidur untuk mencegah sindrom kematian bayi mendadak (SIDS). Namun, pada bayi yang mengalami refluks asam lambung, tidur dengan posisi badan bagian kiri sedikit lebih tinggi dapat membantu. Posisi ini memperkecil kemungkinan terjadinya refluks asam lambung.

  • Faktor yang ketujuh sudut-Nya

Sudut di mana dasar kerongkongan menyatu dengan perut dikenal sebagai “angle of his”. Kondisi ini juga dapat menyebabkan refluks asam. Fungsi ataupun manfaat pasti dari sudut ini  tidak diketahui. Namun, kemungkinan besar sudut ini berfungsi membantu kerja otot bawah esofagus mencegah berbaliknya asam lambung. Jika sudut ini terlalu tajam atau terlalu curam, akan cukup sulit untuk mencegah refluks asam lambung dan mendorong isi perut berjalan menuju usus.

  • Nah faktor yang terakhir adalah memberi makan terlalu banyak pada Anak sekaligus (overfeeding)

Memberi makan terlalu banyak pada bayi atau anak anda sekaligus, baik dengan botol atau saat menyusui, dapat menyebabkan refluks asam. Makan terlalu sering juga dapat menyebabkan refluks asam. Kelebihan suplai makanan dapat menimbulkan tekanan berlebihan pada otot bawah esofagus, yang akan menyebabkan bayi Anda gumoh atau muntah. Tekanan pada otot bawah esofagus (LES) ini dapat dikurangi dengan memberi makan pada bayi secukupnya.

Meskipun tidak mudah untuk menentukan penyebab pasti refluks asam lambung pada bayi, perubahan gaya hidup dan diet dapat membantu mengeliminasi beberapa faktor pemicunya. Jika refluks asam tidak hilang dengan perubahan ini, segera konsultasikan dengan dokter. Dokter mungkin harus melakukan tes untuk mendeteksi obstruksi gastrointestinal atau masalah lain pada kerongkongan.

Sumber gambar : panduancaracepathamil.wordpress.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY