Delapan Penyebab Metabolisme Lambat

SehatFresh.com – Metabolisme adalah proses tubuh dalam mengubah makanan dan minuman yang dikonsumsi menjadi energi untuk menunjang aktifitas. Apabila metabolisme tubuh baik, maka pembakaran kalori dalam tubuh akan berjalan optimal. Namun, bila proses metabolisme lambat, maka pembakaran kalori dalam tubuh juga cenderung menjadi lambat.

Metabolisme yang lambat menyebabkan penyerapan gizi dari makanan menjadi tidak optimal. serta membuat pembakaran lemak menjadi terhambat. Metabolisme tubuh yang lambat diduga menjadi salah satu penyebab terkait kegemukan. Banyak hal yang membuat proses metabolisme di dalam tubuh menjadi lebih lambat. Beberapa diantaranya adalah:

  1. Kekurangan protein
    Protein berperan penting dalam menjaga kesehatan otot. Asupan protein yang memadai dapat meningkatkan metabolisme hingga 35%. Oleh karena itu, usahakan pola makan harian Anda mengandung unsur protein di dalamnya.
  2. Kekurangan zat besi
    Selain protein, zat besi juga memiliki nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh untuk membawa oksigen ke otot yang berperan dalam proses pembakaran lemak. Ketika tubuh kekurangan zat besi, maka tubuh menjadi cepat lelah dan proses metabolismenya mengalami penurunan. Hal ini banyak terjadi pada kaum perempuan yang secara periodik mengalami haid(menstruasi). Daging dan sayuran merupakan sumber zat besi.
  3. Kekurangan vitamin D
    Selain membantu proses penyerapan kalsium, vitamin D juga bertanggung jawab untuk metabolisme tubuh yang optimal. Vitamin D alami bisa diperoleh dari paparan sinar matahari pagi.
  4. Pola makan tidak teratur
    Melewatkan sarapan pagi dan pola makan yang tidak teratur menyebabkan metabolisme di dalam tubuh menjadi lebih lambat. Hal ini dikarenakan tubuh membutuhkan sejumlah nutrisi dan kalori setiap harinya untuk mendukung fungsi vital tubuh. Jika asupan nutrisi terlalu rendah, maka tubuh akan mencari sumber bahan makanan lain dan biasanya tubuh mengambilnya dari jaringan otot.
  5. Massa otot rendah
    Otot menggunakan lebih banyak energi ketimbang lemak. Seseorang yang mempunyai massa otot lebih besar, biasanya memiliki kecenderungan metabolisme yang lebih tinggi.
  6. Diabetes tipe 2
    Beberapa penelitian menunjukkan bahwa penderita diabetes tipe 2 cenderung memiliki metabolisme tubuh yang lebih lambat dibandingkan oleh mereka yang tidak memilik diabetes tipe 2.
  7. Kurang olahraga
    Metabolisme tubuh juga dipengaruhi oleh olahraga. Olahraga yang dilakukan secara rutin dan teratur diketahui dapat meningkatkan massa otot serta meningkatkan proses pembakaran lemak walaupun Anda sedang beristirahat.

Sumber gambar : galleryhip.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY