Delapan Tipe Protein Berdasarkan Fungsinya

SehatFresh.com – Protein adalah makronutrisi yang mendukung pertumbuhan dan pemeliharaan jaringan tubuh. 10 persen sampai 25 persen dari kebutuhan kalori harian harus berasal dari protein. Asam amino adalah blok bangunan dasar dari protein dan diklasifikasikan sebagai esensial dan non-esensial. Asam amino esensial diperoleh dari makanan kaya protein seperti daging, kacang-kacangan dan unggas, sedangkan non-esensial disintesis secara alami dalam tubuh.

Protein bervariasi dalam struktur dan fungsi serta dibangun dari satu set 20 asam amino yang memiliki bentuk berbeda. Berikut adalah beberapa tipe protein penting dalam tubuh beserta fungsinya:

  1. Hormonal

Hormon adalah bahan kimia berbasis protein disekresikan oleh sel-sel dari kelenjar endokrin. Diangkut melalui darah, hormon bertindak sebagai utusan kimia yang mengirimkan sinyal dari satu sel ke sel lain. Setiap hormon memengaruhi sel-sel tertentu dalam tubuh, yang dikenal sebagai sel target. Sel-sel tersebut memiliki reseptor khusus, di mana hormon menempel untuk mengirimkan sinyal. Contoh dari protein hormonal adalah insulin, yang disekresikan oleh pankreas untuk mengatur kadar gula darah dalam tubuh.

  1. Enzimatik

Protein enzimatik mempercepat proses metabolisme dalam sel, termasuk fungsi hati, pencernaan lambung, pembekuan darah, dan mengkonversi glikogen menjadi glukosa. Contohnya adalah enzim pencernaan yang memecah makanan menjadi bentuk yang lebih sederhana sehingga tubuh dapat menyerapnya lebih mudah.

  1. Struktural

Dikenal juga sebagai protein fibrosa, protein struktural adalah komponen yang terdiri dari kolagen, keratin dan elastin. Kolagen membentuk kerangka ikat dari otot, tulang, tendon, kulit dan tulang rawan. Keratin adalah komponen struktural utama dalam rambut, kuku, gigi dan kulit.

  1. Penyimpanan

Protein penyimpanan sebagian besar menyimpan ion mineral dalam tubuh. Zat besi, misalnya, adalah ion yang dibutuhkan untuk pembentukan hemoglobin untuk pembentukan sel darah merah. Protein feritin mengatur dan melindungi terhadap efek buruk dari kelebihan zat besi dalam tubuh. Albumin dan kasein adalah protein penyimpanan yang ditemukan dalam ASI dan putih telur, masing-masing memainkan peran besar dalam perkembangan embrio.

  1. Defensif

Antibodi, atau imunoglobulin, adalah bagian inti dari sistem kekebalan tubuh. Antibodi terbentuk di sel-sel darah putih dan melawan bakteri, virus dan mikroorganisme berbahaya lainnya, dengan membuatnya tidak aktif.

  1. Transportasi

Protein transportasi membawa bahan penting untuk sel-sel. Hemoglobin, misalnya, membawa oksigen ke jaringan tubuh dari paru-paru. Serum albumin membawa lemak dalam aliran darah, sementara myoglobin menyerap oksigen dari hemoglobin dan kemudian melepaskannya ke otot. Calbindin adalah protein transportasi lain yang memfasilitasi penyerapan kalsium dari dinding usus.

  1. Reseptor

Terletak di bagian luar sel, protein reseptor mengontrol zat yang masuk dan keluar sel, termasuk air dan nutrisi. Beberapa reseptor mengaktifkan enzim, sementara yang lain merangsang kelenjar endokrin untuk mengeluarkan epinephrine dan insulin untuk mengatur kadar gula darah.

  1. Kontraktil

Protein kontraktil mengatur kekuatan dan kecepatan kontraksi jantung dan otot. Protein tersebut meliputi aktin dan myosin.

Sumber gambar : aqua4balance.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY