Demensia, Penyakit yang juga Mematikan Bagi Wanita

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Secara umum, berbagai penelitian yang dilakukan untuk mencari korelasi antara demensia dan gender melaporkan bahwa wanita lebih berisiko terkena demensia ketimbang pria. Hal ini terkait dengan kerentanan lebih tinggi para wanita mengidap penyakit Alzheimer, yang menjadi penyebab dalam kebanyakan kasus demensia. Dari segi usia, wanita umumnya memiliki masa hidup lebih lama sehingga kerentanannya mengidap demensia semakin tinggi, mengingat penyakit ini lebih sering terjadi pada orang yang lanjut usia. Dan ada berbagai faktor pula yang memengaruhinya. Terlepas dari beragamnya alasan dibaliknya, demensia harus diwaspadai karena dapat menjadi kondisi yang mengancam jiwa.

Tak hanya sekedar membuat penderitanya menjadi pelupa, demensia dapat memengaruhi seluruh sistem tubuh. Termasuk ke dalam penyakit yang sifatnya progresif, semakin parah demensia, akan semakin serius pula dampak yang ditimbulkannya. Bahaya-bahaya dari demensia antara lain:

  • Emosi tidak stabil. Ketika seorang wanita menjadi pelupa dan akhirnya mendengar vonis bahwa dirinya seorang pasien demensia, jiwamya rentan terguncang. Terlebih lagi, gejala-gejala demensia yang dialami juga cenderung membuat pasien demensia sulit mengendalikan emosinya.
  • Kekurangan nutrisi. Gejala-gejala demensia dapat membuat penderitanya kurang memerhatikan asupan makanan karena menurunnya nafsu makan. Pada gilirannya, mereka pun bisa mengalami malnutrisi karena asupan makanan yang kurang atau karena kondisinya yang semakin memburuk mengakibatkan kesulitan mengunyah dan menelan makanan dengan benar . Kekurangan nutrisi membuat para penderita demensia rentan terkena penyakit.
  • Pneumonia. Pnuemonia adalah salah satu komplikasi serius yang bisa timbul akibat flu. Risiko mengembangkan kondisi ini menjadi lebih tinggi bila yang terkena flu adalah anak-anak dan orang yang lanjut usia. Mengingat demensia umumnya dialami oleh orang lanjut usia dan sistem kekebalan tubuhnya pun cenderung lemah, flu pada penderita demensia menjadi lebih berisiko berujung pneumonia.
  • Menurunnya kemandirian. Seiring dengan demensia yang berkembang semakin parah, penderita demensia seiring waktu akan sulit melakukan segala sesuatu sendiri. Mereka cenderung kesulitan untuk mandi, menyikat gigi, memakai baju, bahkan menggunakan toilet. Karena hal ini, penderita demensia juga rentan mengalami kecelakaan ketika mereka dibiarkan sendiri.
  • Koma dan kematian. Pada demensia tahap lanjut, penderita cenderung menderita berbagai infeksi akibat sistem daya tahan tubuhnya yang semakin lemah, dan mungkin mereka harus terbaring lemah karena koma atau bahkan yang paling fatal meninggal dunia.

Melihat bahaya-bahaya di atas, segera periksakan ke dokter jika melihat adanya gejala-gejala demensia pada diri Anda ataupun orang terdekat Anda. Karena penyebabnya beragam, penting dilakukan evaluasi medis agar penanganannya lebih tepat.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY