Depresi Selama Kehamilan

SehatFresh.com – Kehamilan seharusnya menjadi salah satu momen paling bahagia dalam hidup seorang wanita. Namun, bagi beberapa wanita, ini bisa menjadi masa yang membingungkan, penuh kecemasan, membuat stres dan bahkan depresi. Depresi merupakan gangguan mood yang bisa memengaruhi wanita di beberapa titik selama hidup mereka, termasuk ketika hamil.

Depresi selama kehamilan, atau depresi antepartum, merupakan gangguan mood seperti depresi klinis. Gangguan mood adalah penyakit biologis yang melibatkan perubahan kimia otak. Selama kehamilan, perubahan hormon dapat mempengaruhi zat kimia dalam otak, yang secara langsung berhubungan dengan depresi dan kecemasan. Ini dapat diperburuk oleh situasi kehidupan yang sulit, yang akhirnya mengakibatkan depresi selama kehamilan.

Menurut American Pregnancy, wanita dengan depresi biasanya mengalami beberapa gejala berikut selama dua minggu atau lebih :

  • Merasa sedih terus menerus
  • Kesulitan berkonsentrasi
  • Kurang tidur atau kelebihan tidur
  • Kehilangan minat dalam kegiatan yang biasanya disenangi
  • Pikiran berulang tentang kematian, bunuh diri, atau putus asa
  • Kegelisahan
  • Perasaan bersalah atau tidak berharga
  • Perubahan kebiasaan makan

Depresi yang tidak diobati membawa potensi bahaya untuk ibu dan bayi. Hal ini dapat menyebabkan gizi buruk, minum alkohol, merokok, dan perilaku bunuh diri, yang kemudian dapat menyebabkan kelahiran prematur, berat badan lahir rendah, dan masalah perkembangan. Seorang wanita yang depresi seringkali tidak memiliki kekuatan atau keinginan untuk merawat dirinya sendiri atau bayinya yang sedang berkembang dalam rahim. Bayi yang lahir dari ibu yang mengalami depresi mungkin kurang aktif, menunjukkan kurang perhatian dan menjadi lebih gelisah daripada bayi yang lahir dari ibu yang tidak depresi.

Ketika kehamilan dirasa membawa kecemasan berlebih, langkah yang paling penting adalah mencari bantuan. Bicarakan dengan dokter atau psikiater tentang gejala-gejala yang selama ini dirasakan. Dokter tentunya akan senantiasa mengupayakan yang terbaik untuk ibu dan bayi.

Karena penggunaan beberapa antidepresan selama kehamilan masih kontroversi, terdapat cara-cara lain untuk membantu mengobati depresi, seperti :

  • Olahraga: Berolahragasecara alamimeningkatkan kadarserotonin (hormon yang dapat membantu memperbaiki suasana hati ).
  • Cukup istirahat: Kurang tidur sangat memengaruhi tubuh dan kemampuan pikiran untuk menangani stres. Maka dari itu, aturlah jadwal tidur rutin di mana Anda tidur dan bangun pada waktu yang sama.
  • Tingkatkan nutrisi: Banyak makanan telah dikaitkan dengan perubahan mood, kemampuan untuk menangani stres dan kejernihan mental. Diet tinggi kafein, gula, karbohidrat olahan, bahan tambahan buatan dan rendah protein, dapat menyebabkan masalah kesehatan mental dan fisik. Maka dari itu, tingkatkanlah konsumsi makanan sehat dengan diet seimbang agar Anda merasa lebih baik, secara fisik dan mental.

Akupunktur: Sejumlah studi meyakini bahwa akupunktur bisa menjadi pilihan pengobatan depresi pada wanita hamil.

Sumber gambar : www.posyandu.org

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY