Depresi

Definisi

Depresi merupakan gangguan mood yang menyebabkan perasaan sedih terus-menerus dan kehilangan minat. Juga disebut depresi berat, gangguan depresi berat atau depresi klinis, depresi ini mempengaruhi perasaan, pikir dan perilaku dan dapat menyebabkan berbagai masalah emosional dan fisik. Seseorang yang memiliki depresi mungkin mengalami kesulitan melakukan kegiatan normal sehari-hari, dan depresi dapat membuat seseorang merasa seolah-olah tidak layak untuk hidup.

Lebih dari sekedar perasaan murung, depresi bukan kelemahan, juga bukan sesuatu yang bisa ditangani dengan mudah. Depresi mungkin memerlukan pengobatan jangka panjang. Tapi jangan berkecil hati. Kebanyakan orang dengan depresi merasa lebih baik dengan obat-obatan, konseling psikologis atau keduanya. Pengobatan lain juga dapat membantu.

Gejala

Meskipun depresi dapat terjadi hanya satu kali seumur hidup, biasanya orang mengalami beberapa fase depresi. Selama fase ini, gejala terjadi hampir sepanjang hari, hampir setiap hari dan mungkin termasuk:

  • Perasaan sedih, kekosongan atau ketidakbahagiaan.
  • Luapan kemarahan, lekas marah atau frustrasi, bahkan untuk hal-hal kecil.
  • Kehilangan minat atau kesenangan dalam aktivitas normal, seperti seks.
  • Gangguan tidur, termasuk insomnia atau tidur terlalu banyak.
  • Kelelahan dan kekurangan energi, sehingga bahkan tugas-tugas kecil membutuhkan usaha ekstra.
  • Perubahan nafsu makan – nafsu makan menurun dan selanjutnya diikuti penurunan berat badan, tetapi meningkatkan nafsu makan dan berat badan pada beberapa orang.
  • Kecemasan, agitasi atau gelisah – misalnya, khawatir berlebihan, mondar-mandir, tangan meremas-remas berlebihan atau tidak mampu untuk duduk diam.
  • Kemampuan berpikir, berbicara atau gerak tubuh melambat.
  • Perasaan tidak berharga atau bersalah, terpaku pada kegagalan masa lalu atau menyalahkan diri sendiri untuk hal-hal yang bukan menjadi tanggung jawabnya.
  • Kesulitan berpikir, berkonsentrasi, membuat keputusan dan mengingat sesuatu.
  • Sering memikirkan kematian, pikiran untuk bunuh diri, percobaan bunuh diri atau bunuh diri.
  • Masalah fisik yang tidak dapat dijelaskan, seperti sakit punggung atau sakit kepala.

Bagi sebagian orang, gejala depresi begitu parah sehingga sangat jelas bahwa ada yang salah. Sedangkan sebagian lain merasa merasa sengsara atau tidak bahagia tanpa benar-benar mengetahui apa penyebabnya.

Jenis depresi

Depresi mempengaruhi setiap orang dengan cara yang berbeda, sehingga gejala yang disebabkan oleh depresi bervariasi dari orang ke orang. Untuk memperjelas jenis depresi yang Anda alami, dokter biasanya menambahkan informasi ke diagnosis depresi Anda yang disebut specifier. Specifier mencakup spesifikasi depresi dengan cirri-ciri khusus, seperti:

  • Cemas distress – kegelisahan yang tidak biasa atau khawatir tentang peristiwa yang mungkin akan terjadi atau hilangnya kontrol.
  • Ciri campuran – depresi simultan dan mania, yang mencakup peningkatan harga diri, terlalu banyak bicara, dan meluapkan pikiran dan ide-ide.
  • Ciri melankolis – depresi berat yang ditandai dengan kekurangan signifikan dalam menanggapi sesuatu yang digunakan untuk membawa kesenangan, terkait dengan bangun tidur di pagi hari, memburuk suasana di pagi hari, perubahan signifikan dalam nafsu makan, dan perasaan bersalah, agitasi atau kelesuan.
  • Ciri atipikal – terhibur oleh peristiwa bahagia, nafsu makan meningkat, kebutuhan tidur yang lebih sedikit, kepekaan terhadap penolakan, dan perasaan berat di lengan atau kaki.
  • Ciri psikotik – depresi disertai dengan delusi atau halusinasi, yang mungkin melibatkan ketidakmampuan atau pikiran negative terhadap diri sendiri.
  • Catatonia – termasuk aktivitas motorik yang melibatkan baik gerakan tak terkendali dan tanpa tujuan atau postur tetap dan tidak fleksibel.
  • Peripartum onset – terjadi selama kehamilan atau dalam beberapa minggu atau bulan setelah melahirkan (postpartum).
  • Pola musiman – yang berkaitan dengan perubahan musim dan berkurangnya paparan sinar matahari.

Gejala depresi pada anak-anak dan remaja

Gejala umum dari depresi pada anak-anak dan remaja umumnya mirip dengan orang dewasa, tetapi ada beberapa perbedaan.

  • Pada anak-anak, gejala depresi mencakup kesedihan, lekas marah, clinginess, khawatir, sakit dan nyeri, menolak untuk pergi ke sekolah, atau berkurangnya berat badan.
  • Pada remaja, gejalanya meliputi kesedihan, lekas marah, merasa negatif dan tidak berharga, kemarahan, kinerja yang buruk atau kehadiran yang buruk di sekolah, merasa disalahpahami dan sangat sensitif, menggunakan obat-obatan atau alkohol, makan atau tidur terlalu banyak, menyakiti diri, kehilangan minat dalam aktivitas normal, dan menghindari interaksi sosial.
  • Depresi dapat terjadi dengan kondisi kesehatan mental lainnya, seperti kecemasan, gangguan makan, penyalahgunaan zat atau attention-deficit/ hyperactivity disorder (ADHD).

Gejala depresi pada orang dewasa yang lebih tua

Depresi bukanlah hal normal sebagai akibat bertambahnya umur atau menuanya seseorang dan tentunya tidak boleh dianggap enteng. Sayangnya, depresi sering kali tidak terdiagnosa dan tidak diobati pada orang dewasa yang lebih tua atau lanjut usia, dan mereka mungkin merasa enggan untuk mencari bantuan. Gejala depresi mungkin berbeda atau kurang jelas pada golongan lanjut usia, mencakup:

  • Kesulitan memori atau perubahan kepribadian.
  • Kelelahan, kehilangan nafsu makan, masalah tidur, sakit atau kehilangan minat pada seks, yang tidak disebabkan oleh kondisi medis atau obat-obatan.
  • Seringkali hanya ingin tinggal di rumah, daripada pergi keluar untuk bersosialisasi atau melakukan hal-hal baru.
  • Adanya perasaan atau pikiran untuk bunuh diri, terutama pada pria.

Kapan Anda Harus ke Dokter?

Jika Anda merasa tertekan, buatlah janji untuk bertemu dokter secepat mungkin. Depresi akan memburuk jika tidak ditangani. Depresi yang tidak diatasi dapat menyebabkan masalah kesehatan mental dan fisik atau masalah kehidupan lain. Perasaan depresi juga dapat menyebabkan seseorang bunuh diri.

Jika Anda enggan untuk mencari pengobatan, bicaralah dengan teman atau orang yang dicintai, ahli kesehatan, pemimpin agama, atau orang lain yang Anda percaya.

Jika Anda memiliki pikiran untuk bunuh diri

Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal memiliki pikiran untuk bunuh diri, carilah bantuan dengan segera. Berikut beberapa langkah yang dapat diambil:

  • Temui teman dekat atau kekasih.
  • Hubungi pemimpin spiritual atau seseorang dalam komunitas keagamaan Anda.
  • Hubungi nomor hotline bunuh diri – di Amerika Serikat, hubungi National Suicide Prevention Lifeline di 800-273-TALK (800-273-8255) untuk menghubungi konselor terlatih. Gunakan nomor yang sama dan tekan 1 untuk mencapai Veterans Crisis Line.
  • Buatlah janji dengan dokter, penyedia kesehatan mental atau penyedia layanan kesehatan lainnya.

Kapan Anda Harus Mencari Bantuan Darurat?

Jika Anda berpikir bahwa Anda mungkin menyakiti diri sendiri atau mencoba bunuh diri, hubungi 911 atau nomor darurat local segera.

Jika Anda memiliki orang yang dicintai yang berada dalam bahaya bunuh diri atau telah melakukan upaya bunuh diri, pastikan seseorang tetap di sana untuk memastikan keadaan. Telepon 911 atau nomor darurat lokal Anda segera. Atau, jika Anda berpikir Anda dapat melakukannya dengan aman, bawalah orang tersebut ke ruang gawat darurat rumah sakit terdekat.

Penyebab

Itu tidak diketahui persis apa yang menyebabkan depresi. Seperti kebanyakan gangguan mental, berbagai faktor mungkin menjadi penyebab kondisi ini, seperti:

  • Perbedaan biologis. Orang dengan depresi tampaknya memiliki perubahan fisik di otak mereka. Arti penting dari perubahan ini masih belum pasti, tapi biasanya dapat membantu menentukan penyebab terjadinya depresi.
  • Kimia otak. Neurotransmiter adalah bahan kimia alami otak yang sepertinya dapat menyebabkan terjadinya depresi. Ketika bahan kimia ini tidak seimbang, hal itu mungkin terkait dengan gejala depresi.
  • Perubahan keseimbangan hormon dalam tubuh dipercayai dapat menyebabkan atau memicu depresi. Perubahan hormon umumnya ditimbulkan oleh masalah tiroid, menopause atau kondisi medis lainnya.
  • Sifat bawaan. Depresi lebih sering terjadi pada orang-orang yang memiliki keluarga biologis dengan kondisi yang sama. Para peneliti sedang mencoba untuk menemukan gen yang menyebabkan depresi.
  • Peristiwa kehidupan. Peristiwa traumatik seperti kematian atau kehilangan orang yang dicintai, masalah keuangan, stres yang tinggi, atau trauma masa kecil dapat memicu depresi pada beberapa orang.

Faktor Risiko

Depresi sering dimulai pada masa remaja, 20-an atau 30-an, tetapi bisa terjadi pada usia berapa pun. Lebih banyak perempuan yang didiagnosa mengalami depresi daripada laki-laki, ini mungkin sebagian disebabkan karena perempuan lebih cenderung berupaya untuk mencari pengobatan daripada hanya mendiamkan depresi yang dialaminya.

Para peneliti telah mengidentifikasi faktor-faktor tertentu yang tampaknya meningkatkan risiko berkembangmnya atau memicu depresi, termasuk:

  • Depresi yang dimulai ketika Anda adalah masih remaja atau anak-anak
  • Riwayat gangguan kecemasan, gangguan kepribadian atau gangguan stres pasca-trauma.
  • Penyalahgunaan alkohol atau obat-obatan terlarang.
  • Ciri-ciri kepribadian tertentu, seperti memiliki harga diri yang rendah dan menjadi terlalu tergantung, suka mengkritik diri sendiri atau pesimis.
  • Penyakit serius atau kronis, seperti kanker, diabetes atau penyakit jantung.
  • Obat-obat tertentu, seperti beberapa obat tekanan darah tinggi atau obat tidur.
  • Peristiwa traumatik atau stres, seperti kekerasan fisik atau seksual, kehilangan orang yang dicintai, hubungan percintaan yang rumit atau masalah keuangan.
  • Keluarga sedarah dengan riwayat depresi, gangguan bipolar, alkoholisme atau bunuh diri.

Komplikasi

Depresi adalah gangguan serius yang dapat menimbulkan masalah pada individu dan keluarga. Depresi yang tidak diobati dapat menyebabkan perilaku emosional, masalah perilaku dan kesehatan yang mempengaruhi setiap bidang kehidupan. Komplikasi yang terkait dengan depresi termasuk:

  • Kelebihan berat badan atau obesitas, yang dapat menyebabkan penyakit jantung dan diabetes.
  • Penyalahgunaan alcohol atau narkoba.
  • Kecemasan, gangguan panik atau fobia sosial.
  • Konflik keluarga, kesulitan dalam hubungan dan pekerjaan atau masalah sekolah.
  • Isolasi sosial.
  • Keinginan bunuh diri, percobaan bunuh diri atau bunuh diri.
  • Melukai diri sendiri, seperti memotong bagian tubuh.
  • Kematian dini karena komplikasi kondisi medis lainnya.

Persiapan Sebelum ke Dokter

Anda bisa menghubungi dokter keluarga, atau dokter Anda dapat merujuk Anda ke penyedia kesehatan yang khusus menangani, mendiagnosa dan mengobati kondisi kesehatan mental (psikolog atau psikiater). Berikut ini beberapa informasi untuk membantu Anda bersiap-siap untuk konsultasi, dan apa yang bisa diharapkan dari dokter.

Apa Yang Bisa Anda Lakukan?

Langkah-langkah ini dapat membantu Anda memanfaatkan waktu konsultasi dengan maksimal. Buatlah daftar:

  • Gejala yang pernah Anda alami, termasuk yang mungkin tampak tidak berhubungan dengan alasan Anda menemui dokter.
  • Informasi pribadi kunci, termasuk tekanan besar atau perubahan dalam hidup Anda baru-baru ini.
  • Semua obat-obatan, vitamin atau suplemen lain yang Anda ambil, termasuk berapa banyak dan seberapa sering.
  • Pertanyaan yang ingi ditanyakan kepada dokter.

Bawalah anggota keluarga atau teman bersama Anda, jika memungkinkan, untuk membantu Anda mengingat semua informasi yang diberikan dokter.

Untuk masalah yang berkaitan dengan depresi, berikut pertanyaan dasar yang perlu Anda tanyakan:

  • Apakah penyebab gejala depresi yang saya alami?
  • Apa ada kemungkinan penyebab lain untuk gejala atau kondisi saya?
  • Apa jenis tes yang saya butuhkan?
  • Apa pengobatan yang mungkin cocok untuk saya?
  • Apa saja alternatif untuk pendekatan utama yang Anda sarankan?
  • Saya memiliki kondisi kesehatan lainnya. Bagaimana cara terbaik untuk mengelolanya bersama-sama?
  • Apakah ada batasan atau larangan yang perlu saya ikuti?
  • Haruskah saya menemui seorang psikiater atau penyedia layanan kesehatan mental lainnya?
  • Apa efek samping utama dari obat yang Anda rekomendasikan?
  • Apakah ada alternatif generik untuk resep obat yang diberikan?
  • Apakah ada brosur atau bahan cetak lainnya yang bisa saya bawa pulang? Website apa yang Anda rekomendasikan?

Jangan ragu untuk mengajukan pertanyaan ketika Anda tidak memahami sesuatu.

Apa Yang Bisa Anda Harapkan dari Penyedia Layanan Kesehatan Anda?

Bersiaplah untuk menjawab pertanyaan dari penyedia layanan kesehatan Anda, seperti:

  • Kapan Anda atau orang yang Anda cintai pertama kali mengalami atau meununjukkan gejala depresi?
  • Berapa lama Anda merasa tertekan?
  • Apakah Anda umumnya selalu merasa sedih, atau apakah suasana hati Anda berfluktuasi?
  • Apakah suasana hati Anda pernah berubah drastis dari perasaan sedih ke perasaan sangat senang (euforia) dan penuh energi?
  • Apakah Anda pernah memiliki pikiran untuk bunuh diri ketika Anda merasa sedih?
  • Seberapa parah gejala Anda?
  • Apakah gejala tersebut mengganggu kehidupan sehari-hari atau hubungan Anda?
  • Apakah Anda memiliki kerabat biologis dengan depresi atau gangguan mood yang lain?
  • Apa kondisi kesehatan mental atau fisik lainnya yang Anda miliki?
  • Apakah Anda minum alkohol atau menggunakan obat-obatan terlarang?
  • Berapa banyak Anda tidur di malam hari? Apakah jam tidur Anda berubah dari waktu ke waktu?
  • Apakah ada faktor tampaknya dapat memperbaiki gejala Anda?
  • Apakah ada faktor yang tampaknya memperburuk gejala Anda?

Tes dan Diagnosis

Pemeriksaan dan tes berikut dapat membantu mendeteksi gangguan medis lain yang dapat menjadi penyebab gejala Anda, menentukan diagnosis dan mengidentifikasi setiap komplikasi yang berhubungan:

  • Pemeriksaan fisik. Dokter mungkin melakukan pemeriksaan fisik dan mengajukan pertanyaan mendalam tentang kesehatan Anda. Dalam beberapa kasus, depresi dapat dikaitkan dengan masalah kesehatan fisik yang mendasarinya.
  • Tes laboratorium. Sebagai contoh, dokter mungkin melakukan tes darah yang disebut Complete Blood Count (CBC) atau tes tiroid untuk memastikan bahwa tiroid berfungsi sebagaimana mestinya.
  • Psikologi tes. Untuk memeriksa tanda-tanda depresi, dokter atau penyedia kesehatan mental akan bertanya tentang gejala Anda, pikiran, perasaan dan pola perilaku. Dokter mungkin akan meminta Anda mengisi kuesioner untuk membantu menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut.

Kriteria diagnostik untuk depresi

Anda dapat didiagnosa dengan depresi mayor, apabila gejala yang Anda alami memenuhi kriteria gejala di Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM), yang diterbitkan oleh American Psychiatric Association. Panduan ini digunakan oleh penyedia kesehatan mental untuk mendiagnosis kondisi mental dan oleh perusahaan asuransi untuk mengganti pengobatan.

Untuk depresi berat, Anda harus memiliki lima atau lebih dari gejala berikut selama dua minggu, hampir sepanjang hari, hampir setiap hari. Setidaknya satu dari gejala harus berupa mood depresi atau kehilangan minat atau kesenangan. Gejala lain mungkin termasuk:

  • Perasaan depresi, seperti perasaan sedih, kosong atau penuh air mata (pada anak-anak dan remaja, perasaan depresi dapat muncul dalam iritabilitas konstan).
  • Berkurangnya minat secara signifikan minat atau perasaan tidak senang akan semua kegiatan yang dilakukan – atau hampir semua kegiatan.
  • Penurunan berat badan yang signifikan ketika tidak diet, berat badan, atau penurunan atau peningkatan nafsu makan (pada anak-anak, kegagalan untuk meningkatkan berat badan seperti yang diharapkan).
  • Insomnia atau meningkatnya keinginan untuk tidur.
  • Gelisah atau perilaku melambat yang dapat diamati oleh orang lain.
  • Kelelahan atau kehilangan energi.
  • Perasaan tidak berharga, atau rasa bersalah yang berlebihan atau tidak pantas.
  • Kesulitan membuat keputusan, atau kesulitan berpikir atau berkonsentrasi.
  • Pikiran berulang tentang kematian atau bunuh diri, atau usaha bunuh diri

Gejala depresi yang cukup parah dapat menimbulkan masalah nyata dalam kegiatan sehari-hari, seperti bekerja, sekolah, kegiatan sosial atau hubungan dengan orang lain. Gejala dapat didasarkan pada perasaan Anda sendiri atau mungkin didasarkan pada pengamatan orang lain.

Kondisi lain yang menyebabkan gejala depresi

Ada beberapa kondisi lain dengan gejalanya yang dapat dikategorika sebagai depresi. Diagnosis yang akurat sangat penting untuk memastikan bahwa Anda mendapatkan pengobatan yang tepat. Evaluasi dokter atau penyedia kesehatan mental Anda akan membantu menentukan apakah gejala depresi disebabkan oleh depresi jenis tertentu atau kondisi lain, seperti:

  • Gangguan penyesuaian. Gangguan penyesuaian adalah reaksi emosional yang cukup signifikan akan sulitnya masalah hidup yang Anda hadapi. Ini adalah jenis penyakit mental yang terkait dengan stres yang dapat mempengaruhi perasaan, pikiran dan perilaku.
  • Gangguan bipolar. Gangguan mood ini ditandai dengan perubahan suasana hati yang berkisar dari tingkat tertinggi ke posisi terendah. Kadang-kadang sulit untuk membedakan antara gangguan bipolar dan gangguan depresi.
  • Cyclothymic. Cyclothymic (sy-Kloe-Thie-mik) gangguan mood atau suasana hati yang lebih ringan dibandingkan dengan bipolar disorder.
  • Gangguan depresi persistent. Kadang-kadang disebut dysthymia (dis-Thie-me-uh), bentuk depresi tidak begitu parah tetapi lebih namun lebih kronis. Depresi yang terus-menerus ini dapat menghambat seseorang menjalankan rutinitas sehari-hari.
  • Premenstrual dysphoric disorder. Melibatkan gejala depresi yang berhubungan dengan perubahan hormon yang dimulai seminggu sebelum dan membaik dalam beberapa hari setelah onset menstruasi, dan minimal atau hilang setelah selesai haid.
  • Attention-deficit/ hyperactivity disorder (ADHD). Anak-anak dengan ADHD dapat menunjukkan iritabilitas yang tidak disertai kesedihan atau kehilangan minat. Namun, depresi berat dapat terjadi karena ADHD.

Pastikan Anda memahami apa jenis depresi yang Anda miliki sehingga Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang situasi dan pilihan pengobatan spesifik Anda.

Perawatan dan Pengobatan

Banyak perawatan yang tersedia untuk menangani depresi. Di antaranya obat-obatan dan konseling psikologis (psikoterapi) dikenal efektif bagi kebanyakan orang.

Dokter atau psikiater dapat meresepkan obat untuk meredakan gejala depresi. Namun, banyak orang dengan depresi juga merasakan manfaat dari konsultasi dengan psikolog atau konselor penyedia layanan kesehatan mental lainnya.

Jika Anda memiliki depresi berat, Anda mungkin perlu dirawat di rumah sakit, atau Anda mungkin perlu menjalani pengobatan rawat jalan sampai gejala Anda membaik.

Berikut beberapa pilihan untuk pengobatan depresi.

Pengobatan

Banyak jenis obat antidepresan yang tersedia untuk mengobati depresi, termasuk beberapa obat-obatan yang kami sebutkan di bawah ini. Diskusikan kemungkinan efek samping utama yang ditimbulkan dengan dokter atau apoteker.

  • Selective Serotonin Reuptake Inhibitor (SSRI). Dokter seringkali meresepkan SSRI untuk penanganan awal. Obat-obat ini lebih aman dan umumnya menyebabkan efek samping yang lebih sedikit daripada aintidepresan jenis lain. SSRI meliputi fluoxetine (Prozac), paroxetine (Paxil), sertraline (Zoloft), citalopram (Celexa) dan escitalopram (Lexapro).
  • Serotonin and Norepinephrine Reuptake Inhibitors (SNRIs). Contoh obat SNRI termasuk duloxetine (Cymbalta), venlafaxine (Effexor XR) dan desvenlafaxine (Pristiq) .
  • Norepinephrine and Dopamine Reuptake Inhibitors (NDRIs). Bupropion (Wellbutrin) termasuk dalam kategori ini. Ini adalah salah satu dari beberapa antidepresan tidak menimbulkan efek samping seksual.
  • Atypical aintidepressants. Obat-obat ini tidak cocok dengan kategori antidepresan lainnya. Antidepresan ini termasuk trazodone dan mirtazapin (Remeron). Keduanya bersifat menenangkan dan biasanya diminum di malam hari. Obat baru yang disebut Vilazodone (Viibryd) diperkirakan memiliki risiko efek samping seksual yang lebih rendah.
  • Tricyclic antidepressanta. Antidepresan trisiklik – seperti imipramine (Tofranil) dan nortriptyline (Pamelor) – cenderung menyebabkan efek samping yang lebih berat daripada antidepresan yang terbaru. Jadi trisiklik umumnya tidak diresepkan kecuali Anda sudah mencoba SSRI pertama namun tidak kunjung membaik.
  • Monoamine oksidase (MAOIs). MAOIs – seperti tranylcypromine (Parnate) dan phenelzine (Nardil) – juga bisa diresepkan, biasanya ketika obat lain tidak bekerja, karena obat ini memiliki efek samping yang serius. Menggunakan MAOIs memerlukan diet ketat karena interaksinya dengan makanan tertentu dapat sangat berbahaya (atau bahkan mematikan) – seperti keju tertentu, acar dan anggur – dan beberapa obat termasuk pil KB, dekongestan dan suplemen herbal tertentu. Selegiline (Emsam), MAOI baru yang ditempelkan pada kulit sebagai patch, menimbulkan lebih sedikit efek samping dibandingkan MAOIs lainnya. Obat-obat ini tidak dapat digabungkan dengan SSRIs.
  • Obat-obatan lain. Obat lain dapat ditambahkan ke dalam resep untuk meningkatkan efektivitas antidepresan. Dokter mungkin merekomendasikan kombinasi dua antidepresan atau obat seperti mood stabilizier atau antipsikotik. Anti-kecemasan dan obat-obatan stimulan juga bisa diberikan untuk penggunaan jangka pendek.

Menemukan obat yang tepat untuk Anda

Jika anggota keluarga Anda menunjukkan respon baik untuk obat antidepresi, mungkin obat tersebut juga cocok untuk Anda. Atau Anda mungkin perlu mencoba beberapa obat hingga Anda menemukan yang paling efektif. Hal ini membutuhkan kesabaran, karena beberapa obat memerlukan beberapa minggu atau lebih lama untuk memberikan efek penuh dan tubuh Anda perlu penyesuaian terhadap efek samping yang ditimbulkan .

Jangan berhenti minum antidepresan tanpa membicarakannya terlebih dahulu dengan dokter Anda. Antidepresan tidak bersifat adiktif, tapi kadang-kadang menimbulkan ketergantungan fisik, yang tentunya berbeda dengan kecanduan. Menghentikan pengobatan secara tiba-tiba atau mengurangi dosis dapat menyebabkan gejala seperti penarikan, dan berhenti minum obat tiba-tiba dapat menyebabkan depresi Anda memburuk. Tetaplah berkonsultasi dengan dokter Anda untuk secara rutin dan turunkan dosis Anda dengan aman.

Sifat bawaan bisa membantu menentukan antidepresan yang cocok untuk Anda. Dalam beberapa kasus, hasil tes genetik (dilakukan dengan tes darah atau cheek swab) memberikan petunjuk tentang bagaimana tubuh Anda menanggapi antidepresan tertentu. Studi tentang bagaimana gen mempengaruhi respon seseorang terhadap obat disebut pharmacogenomics. Namun, variabel lain selain genetika dapat mempengaruhi respons Anda terhadap obat-obatan.

Antidepresan dan kehamilan

Jika Anda sedang hamil atau menyusui, beberapa antidepresan dapat menimbulkan risiko kesehatan bagi anak Anda yang belum lahir atau menyusui Bicarakan dengan dokter jika Anda hamil atau berencana untuk memiliki anak.

Antidepresan dan meningkatnya risiko bunuh diri

Kebanyakan antidepresan umumnya aman, tetapi FDA mengharuskan semua antidepresan dilengkapi dengan kotak peringatan, peringatan ketat untuk resep. Dalam beberapa kasus, anak-anak, remaja dan dewasa muda di bawah 25 mungkin berisiko memiliki pikiran atau perilaku bunuh diri saat mengkonsumsi antidepresan, terutama dalam beberapa minggu pertama atau ketika dosis mulai berubah.

Siapapun yang mengambil antidepresan harus diawasi dengan ketat untuk mencegah memburuknya depresi atau perilaku yang tidak biasa. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal memiliki pikiran untuk bunuh diri ketika mengkonsumsi obat antidepresi, segera hubungi dokter Anda atau cari bantuan darurat.

Perlu diingat bahwa antidepresan lebih cenderung mengurangi risiko bunuh diri dalam jangka panjang dengan efek meningkatkan moodnya.

Psikoterapi

Psikoterapi adalah istilah umum penanganan depresi dengan berbicara tentang kondisi Anda dan isu-isu terkait dengan penyedia layanan kesehatan mental (psychiatrist). Psikoterapi juga dikenal sebagai terapi wicara, konseling atau terapi psikososial.

Berbagai jenis psikoterapi terbukti efektif untuk meringankan depresi, seperti terapi perilaku kognitif, terapi interpersonal, terapi perilaku dialektis, penerimaan dan terapi komitmen, dan teknik mindfulness. Terapi dapat membantu Anda:

  • Menyesuaikan diri dengan krisis atau kesulitan lainnya.
  • Mengidentifikasi pemikiran dan perilaku negatif dan menggantinya dengan yang sehat dan positif.
  • Memperbaiki hubungan dengan orang-orang dan mengembangkan interaksi positif.
  • Mencari cara yang lebih baik untuk mengatasi dan memecahkan masalah.
  • Mengidentifikasi isu-isu yang dapat menyebabkan depresi dan merubah perilaku yang dapat membuatnya lebih buruk.
  • Mengumpulkan kembali kesenangan dan kontrol dalam hidup Anda dan membantu meringankan gejala depresi, seperti keputusasaan dan kemarahan.
  • Belajar untuk menetapkan tujuan yang realistis untuk hidup Anda.
  • Mengembangkan kemampuan untuk mentolerir dan menerima tekanan dengan cara-cara yang sehat

Rawat inap dan program perawatan perumahan

Pada beberapa orang, depresi menunjukkan gejala yang begitu parah sehingga memerlukan rawat inap. Rawat inap mungkin diperlukan jika Anda tidak bisa merawat diri sendiri dengan baik atau ketika Anda berisiko merugikan diri sendiri atau orang lain. Perawatan psikiatris di rumah sakit dapat membantu Anda tetap tenang dan aman sampai mood Anda membaik.

Rawat inap atau program pengobatan harian parsial juga dapat membantu beberapa orang. Program-program ini memberikan layanan rawat jalan dan konseling yang Anda butuhkan saat Anda mengalami gejala depresi.

Pilihan pengobatan lain

Sebagian orang mungkin disarankan untuk mejalani prosedur berikut:

  • Electroconvulsive Therapy (ECT). Dalam ECT, arus listrik melewati otak. Prosedur ini diduga dapat mempengaruhi tingkat neurotransmiter di otak dan biasanya bisa membantu meringankan depresi secara langsung bahkan untuk depresi parah ketika obat lain tidak bekerja. Efek samping fisik yang ditimbulkan, seperti sakit kepala, tidak begitu serius dan dapat pulih dengan sendirinya. Beberapa orang juga kehilangan memori, yang biasanya bersifat sementara. ECT biasanya digunakan untuk orang-orang yang tidak menunjukkan respon baik terhadap obat-obatan, dan tidak bisa meminum antidepresan karena alasan kesehatan atau berisiko tinggi untuk bunuh diri.
  • Transcranial Magnetic Stimulation (TMS). TMS dapat menjadi pilihan bagi mereka yang tidak merespon antidepresan. Selama menjalani TMS, Anda duduk di kursi baring dengan coil pengobatan yang ditempatkan di kulit kepala Anda. Coil mengirimkan getaran magnetik singkat untuk merangsang sel-sel saraf di otak Anda yang mengontrol suasana hati dan depresi. Biasanya, Anda perlu menjalani TMS 5 hingga 6 kali seminggu.

 

Gaya Hidup dan Perawatan Rumah

Depresi umumnya bukan gangguan yang dapat Anda atasi sendiri. Tetapi selain perawatan profesional, langkah-langkah perawatan diri ini dapat membantu:

  • Tetaplah pada rencana pengobatan Anda. Jangan melewatkan sesi psikoterapi atau konsultasi. Bahkan jika Anda merasa lebih baik, jangan lewatkan minum obat. Jika Anda berhenti, gejala depresi mungkin akan kembali, dan Anda juga bisa mengalami gejala seperti penarikan.
  • Pelajari tentang depresi. Pendidikan tentang kondisi yang Anda alami dapat memberi semangat dan memotivasi Anda untuk tetap pada rencana pengobatan. Dorong keluarga Anda untuk belajar lebih dalam tentang depresi untuk membantu mereka memahami dan mendukung Anda.
  • Perhatikan tanda-tanda peringatan. Diskusikan dengan dokter atau terapis untuk mempelajari apa yang mungkin dapat memicu gejala depresi. Buatlah rencana sehingga Anda tahu apa yang harus dilakukan jika gejala bertambah buruk. Hubungi dokter atau terapis jika Anda melihat adanya perubahan gejala atau perasaan Anda. Mintalah anggota keluarga atau teman untuk membantu mengawasi tanda-tanda peringatan.
  • Aktivitas fisik dapat mengurangi gejala depresi. Pertimbangkan untuk berjalan, jogging, berenang, berkebun atau melakukan kegiatan lain yang Anda senangi.
  • Hindari alkohol dan obat-obatan terlarang. Alkohol atau obat-obatan mungkin tampak mengurangi gejala depresi, tetapi dalam jangka panjang umumnya dapat memperburuk gejala depresi dan membuatnya lebih sulit untuk diobati. Bicarakan dengan dokter atau terapis jika Anda memerlukan bantuan alkohol atau zat aditif lainnya.
  • Perbanyak tidur. Tidur juga penting untuk kesehatan fisik dan mental Anda. Jika Anda mengalami kesulitan tidur, bicaralah dengan dokter Anda tentang apa yang dapat Anda lakukan untuk mengatasinya.

Pengobatan Alternatif

Pastikan Anda memahami risiko serta manfaat mungkin jika Anda memilih terapi komplementer atau alternative. Jangan gantikan pengobatan medis konvensional atau psikoterapi dengan pengobatan alternatif. Untuk depresi, pengobatan alternatif bukan pengganti untuk perawatan medis.

Obat herbal dan suplemen

Contoh obat herbal dan suplemen yang kadang-kadang digunakan untuk mengobati depresi meliputi:

  • St John Wort. Tanaman ini tidak disetujui oleh FDA untuk mengobati depresi di Amerika Serikat, tetapi tanaman ini sangat popular di Eropa untuk perawatan depresi. Mungkin akan membantu jika Anda hanya memiliki depresi ringan atau sedang, namun St John Wort harus digunakan dengan hati-hati. Tanaman ini dapat mengganggu efektivitas obat tertentu, termasuk antidepresan, obat HIV/ AIDS, obat-obatan untuk mencegah penolakan organ setelah transplantasi organ, pil KB, obat pengencer darah dan obat kemoterapi.
  • Diucapkan “sam-E,” suplemen diet ini adalah bentuk sintetis dari bahan kimia yang dihasilkan secara alami dalam tubuh. SAMe adalah singkatan S-adenosyl L-metionin. Sama halnya dengan St John Wort, SAMe tidak disetujui oleh FDA untuk mengobati depresi di Amerika Serikat, tapi digunakan di Eropa sebagai obat resep untuk mengobati depresi. SAMe mungkin dapat membantu, tetapi penelitian lebih lanjut diperlukan. SAMe dapat memicu mania pada orang dengan gangguan bipolar.
  • Asam lemak omega-3. Lemak sehat ini ditemukan dalam ikan air dingin, biji rami, minyak rami, kenari dan beberapa makanan lainnya. Suplemen Omega-3 sedang diteliti untuk kemudian digunakan sebagai pengobatan untuk depresi. Sementara dianggap aman, dalam dosis tinggi, suplemen omega-3 dapat berinteraksi dengan obat lain. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menentukan apakah mengonsumsi makanan dengan asam lemak omega-3 dapat membantu meringankan depresi.

Perlu diingat bahwa produk nutrisi dan diet tidak dipantau oleh FDA. Jadi setiap obat-obatan herbal atau tanaman yang Anda gunakan untuk mengobati depresi tidak bisa selalu dipastikan keamanannya bagi tubuh. Juga, karena beberapa obat herbal dan suplemen makanan dapat mengganggu obat resep atau menyebabkan interaksi berbahaya, konsultasikan dengan dokter Anda sebelum mengambil suplemen apapun.

Mind-body Connections

Praktisi pengobatan komplementer dan alternatif percaya bahwa pikiran dan tubuh harus selaras agar kesehatan tetap terjaga. Contoh teknik pikiran-tubuh yang dapat membantu untuk depresi meliputi:

  • Akupunktur
  • Yoga atau tai chi
  • Meditasi
  • Guided imagery
  • Terapi pijat
  • Teknik relaksasi
  • Terapi musik atau seni
  • Spiritualitas
  • Olahraga

Mengandalkan terapi saja umumnya tidak cukup untuk mengobati depresi. Terapi mungkin membantu ketika digunakan bersamaan dengan obat dan psikoterapi.

Penanganan dan Dukungan

Bicaralah dengan dokter atau terapis tentang cara meningkatkan kemampuan penanganan depresi Anda, dan cobalah tips ini:

  • Buatlah hidup Anda terasa lebih mudah. Kurangi kewajiban atau pekerjaan bila mungkin, dan tetapkan tujuan yang wajar untuk diri sendiri. Kurangi hal-hal yang bersifat membebani ketika Anda merasa sedih dan tertekan.
  • Menulis jurnal. Jurnal, sebagai bagian dari perawatan Anda, dapat meningkatkan suasana hati dengan memungkinkan dan memberi ruang untuk mengekspresikan rasa sakit, marah, takut atau perasaan lainnya.
  • Baca buku dan website manajemen diri terkemuka. Dokter atau terapis mungkin dapat merekomendasikan buku atau situs yang perlu Anda baca.
  • Cari organisasi yang dapat membantu Anda menangani depresi. Banyak organisasi, seperti National Alliance on Mental Illness (NAMI) dan Depression and Bipolar Support Alliance (DBSA), menawarkan pendidikan atau informasi, kelompok pendukung, konseling dan sumber lain untuk membantu mengatasi depresi. Program employee assistance dan organisasi keagamaan biasanya juga menyediakan bantuan untuk oaring-orang dengan masalah kesehatan mental.
  • Jangan menyendiri. Cobalah untuk berpartisipasi dalam kegiatan sosial, dan berkumpul dengan keluarga atau teman secara teratur. Jaga diri Anda dengan baik. Makan makanan yang sehat, aktif secara fisik dan perbanyak tidur.
  • Pelajari cara untuk menenangkan pikiran dan mengelola stres. Contohnya termasuk meditasi, relaksasi otot progresif, yoga dan tai chi.
  • Atur waktu Anda. Rencanakan hari Anda. Hal-hal seperti membuat daftar tugas harian, menggunakan catatan tempel sebagai pengingat atau menggunakan perencana untuk mengatur waktu mungkin dapat membantu mengurangi depresi.
  • Jangan membuat keputusan penting ketika Anda sedang sedih dan tertekan. Hindari pengambilan keputusan ketika Anda merasa tertekan, karena Anda mungkin tidak bisa berpikir jernih.

Pencegahan

Tidak ada cara pasti untuk mencegah depresi. Namun, strategi ini dapat membantu.

  • Mengambil langkah-langkah untuk mengendalikan stres, meningkatkan ketahanan dan harga diri.
  • Menjangkau keluarga dan teman-teman, terutama di saat krisis, untuk membantu Anda mengatasi masalah yang dihadapi.
  • Mencari bantuan atau konseling pada saat munculnya masalah untuk membantu mencegah memburuknya depresi.
  • Pertimbangkan untuk mendapatkan pengobatan pemeliharaan jangka panjang untuk membantu mencegah berulangnya gejala depresi.