Deteksi Polip pada Usus Besar

0
527

Sistem pencernaan termasuk dalam organ vital tubuh. Jadi, jika ada salah satu saja organ dari sistem pencernaan mengalami masalah, maka akibatnya bisa dikatakan fatal. Salah satu organ yang sangat vital tapi jarang dibahas adalah usus besar atau sering disebut juga sebagai kolon.

Fungsi utama dari usus besar ini adalah menyerap nutrisi, mendegradasi bakteri, melakukan penyimpanan terhadap sisa makanan yang kemudian dieliminasi, melakukan penyerapan air dari feses sehingga bisa menyeimbangkan cairan dan elektrolit

Banyak masalah yang bisa terjadi di usus besar ini, dari mulai masalah ringan hingga besar seperti kanker usus besar. Kali ini, akan dibahas tentang polip usus besar.

Diagnosis

Polip merupakan benjolan yang berisi cairan lendir dari kelenjar yang membesar. Karena berupa benjolan maka dalam ilmu medis dikategorikan sebagai tumor. Namun polip biasanya bersifat jinak.

                                        polip usus besar

Kebanyakan kasus polip usus besar tidak menyebabkan masalah yang berarti. Tetapi, meskipun demikian, pemeriksaan lanjutan dengan cara pengambilan sampel jaringan harus dilakukan. Pengambilan sampel jaringan ini dilakukan untuk menunjang pemeriksaan yang akan mengetahui apakan jaringan tersebut akan berubah menjadi kanker atau tidak, pemeriksaan tersebut menggunakan prosedur kolonoskopi. Selain dilakukan untuk pemeriksaan keganasan, saat prosedur kolonoskopi jarangan polip juga bisa sekalian dihilangkan. Tetapi, ada beberapa risiko yang bisa terjadi bila dilakukan pengangkatan polip saat prosedur kolonoskopi, di antaranya :

  • Usus besar tertusuk (peluang terjadinya kurang dari 1 : 1000)
  • Terjadi pendarahan hebat karena kerusakan dinding usus besar (peluang terjadinya kurang dari 3 : 1000)
  • Pendarahan yang terjadi akibat pengangkatan polip
  • Komplikasi yang dapat terjadi disebabkan oleh obat penenang yang digunakan selama prosedur

Walaupun risiko komplikasi di atas jarang terjadi, tetapi harus tetap diwaspadai.

                                                   kolonosopi

Selain pemeriksaan kolonoskopi, pemeriksaan sigmoidoskopi juga sering digunakan untuk mendeteksi polip. Jika terjadi polip adenoma (polip kecil yang bertangkai) dan menyebar ke seluruh usus besar, maka akan dilakukan pengangkatan terhadap semua polip di usus besar. Semakin besar ukuran polip, apalagi lebih besar dari 1 cm maka ada kemungkinan terjadi polip adenoma atau bahkan mengandung sel-sel kanker dan tentunya harus dibuang.

Kebanyakan, kasus polip usus besar tidak berkembang menjadi kanker. Anda dapat berkonsultasi dengan dokter apakah polip anda perlu dilakukan tindakan pembuangan atau pengangkatan. Jika dokter kemudian mengatakan tidak perlu, maka anda akan dirujuk untuk melakukan pemeriksaan rutin. Ketika anda berkonsultasi dengan dokter, anda harus menerangkan tentang riwayat kesehatan keluarga anda. Apakah di keluarga anda ada yang pernah mengidap kanker usus besar atau sindrom polip. Orang-orang yang mempunyai riwayat keluarga dengan kedua masalah tersebut mempunyai peluang lebih besar untuk mengidap kanker kolon atau usus besar. Pemeriksaan secara teratur adalah cara terbaik untuk mencegah polip menjadi kanker.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY