Deteksi Sejak Dini Diabetes Tipe 1 dan 2 pada Anak

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Diabetes tipe 1 merupakan penyakit autoimun. Sistem pertahanan tubuh secara alami menghancurkan bagian tubuh lain. Dalam kasus DM tipe 1, sistem tubuh menyerang dan merusak sel-sel yang memproduksi hormon insulin sehingga pankreas tidak bisa memproduksi hormon insulin. Insulin adalah hormon penting yang berperan dalam menjaga keseimbangan gula dalam tubuh. Diabetes tipe 2 adalah kondisi kronis yang menggangu metabolisme glukosa (gula) dalam tubuh. Diabetes tipe 2 adalah jenis penyakit yang umumnya terkait dengan orang dewasa. Bahkan, dulu disebut diabetes onset (permulaan) dewasa. Akan tetapi, saat ini diabetes tipe 2 pada anak-anak terus meningkat, hal ini sebagian besar didorong oleh faktor (epidemi) obesitas.

Kadar gula darah normal pada anak sama dengan kadar gula normal pada orang dewasa yaitu gula darah puasa kurang dari 126 mg/dl atau gula darah setelah makan kurang dari 200 mg/dl. Seorang anak, baru akan terdeteksi menderita diabetes pada usia 7 tahun ke atas. Potensi diabetes mellitus pada anak semakin besar saat anak mengalami obesitas dan memiliki orangtua diabetes. Sebaiknya orang tua mulai membiasakan anak untuk terus aktif secara fisik, demi menghindari risiko terserang diabetes mellitus. Hindari anggapan bahwa banyak makan dan minum adalah wajar, karena semua yang berlebihan tentunya tidak baik. Orangtua sebaiknya segera mengonsultasikan ke dokter spesialis anak dan melakukan pemeriksaan gula darah atau gula dalam urine bila menjumpai gejala-gejala berikut pada anak:

Gejala diabetes tipe 1 pada anak:

  1. Mudah lapar, si kecil mengonsumsi banyak makanan, namun tidak diiringi dengan peningkatan berat badan. Sebaliknya berat badan justru menurun tanpa sebab yang jelas walaupun porsi makan si kecil lebih banyak dari biasanya.
  2. Penglihatan kabur
  3. Sering sekali buang air kecil atau mengompol, karena tubuh berusaha mengeluarkan glukosa yang berlebihan lewat urine.
  4. Napas anak berbau aseton atau asam
  5. Banyak minum, untuk mengantikan cairan yang keluar saat buang air kecil.
  6. Mudah terkena infeksi jamur pada kulit
  7. Muntah dan sakit perut.

Gejala diabetes tipe 2 pada anak:

  1. Kehilangan berat badan. Meskipun anak anda makan lebih banyak dari biasanya (untuk meringankan rasa lapar), anak anda tetap kehilangan berat badannya. Tanpa pasokan energi gula ke sel-sel tubuh anak, jaringan otot dan penyimpanan lemak semakin menyusut.
  2. Jika anak Anda sering lemas, lelah, atau mengantuk tanpa aktivitas fisik berat, bisa jadi merupakan gejala diabetes. Pasalnya, diabetes tipe 2 pada anak membuat tubuhnya tidak bisa mengolah gula jadi sumber energi, hanya disimpan saja dalam darah. Akibatnya, anak tidak punya energi yang cukup untuk beraktivitas.
  3. Luka yang lama sembuh. Lama atau sulitnya penyembuhan luka yang ada pada anak merupakan salah satu tanda anak Anda memiliki diabetes tipe 2.
  4. Penglihatan kabur. Jika gula darah anak anda terlalu tinggi, maka cairan yang terdapat dalam lensa mata mereka akan ditarik. Hal ini akan mempengaruhi kemampuan anak anda untuk melihat/fokus dengan jelas.
  5. Daerah kulit yang berwarna gelap. Area kulit gelap (acanthosis nigricans) mungkin merupakan pertanda dari resistensi insulin. Area yang gelap ini sering muncul di ketiak atau leher. (KKM)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here