Diabetes pada Ibu Hamil

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Penyakit diabetes tentunya sudah tidak asing di dengar dan diketahui oleh masyarakat luas, penyakit yang bisa mengancam jiwa ini bisa menyerang siapa saja baik pria maupun wanita.

Daibetes sendiri memang menajdi penyakit yang menakutkan bagi semua orang tidak terkecuali wanita atau ibu yang sedang hamil. Beberapa dari Anda mungkin baru mendengar bahwa penyakit diabetes dapat menyerang ibu hamil, tentunya hal ini akan menyebabkan ibu hamil khawatir akan kondisi kehamilannya. Bagaimana dan apa saja ciri-ciri ibu hamil yang terkena diabtes. Artikel kali ini akan membahas lebih lanjut mengenai hal trsebut.

Diabetes pada ibuk hamil atau sering disebut Diabetes Mellitus Gestasional, kondisi pada ibu hamil ini dapat dilihat dan dikenali ketika buang air kecil terdapat semut hitam yang mengelilingi air seni. Diabetes mellitus merupakan kelainan metabolisme yang kronis dan terjadi karena defisiensi insulin atau resistensi insulin.

Gejala utama diabetes yang terjadi pada ibu hamil pada prinsipnya sama dengan penyakit diabetes umumnya yaitu, sering buang air kecil (polyuri), selalu merasa haus (polydipsi), dan sering merasa lapar (polyfagi).

Kondisi yang membedakan adalah keadaan pasien saat terkena diabetes ini sedang hamil. Diabates pda ibu hamil seringkali ditemukan karena sebuah kebetulan karena biasanya pasien tidak akan merasakan sesuatu yang aneh pada dirinya selama kehamilan, gejala-gejala diabtes seperti sering kencing dan banyak makan juga biasa terjadi pada kehamilan normal. Oleh karena itu kasus diabetes pada ibu hamil kebanyakan ditemukan karena kebetulan atau pemeriksaan lebih lanjut.

Seperti halnya penyakit kencing manis pada umumnya, pada pemeriksaan gula darah pun ditemukan nilai yang tinggi pada kadar gula darah puasa dan 2 jam setelah makan serta bila dilakukan pemeriksaan kadar gula pada urine (air kencing) juga ditemukan reaksi positif. Pemeriksaan ini dapat diulang selama proses pengobatan dengan obat antidiabetes untuk memantau kadar gula darah.

Penderita diabetes gestasional atau diabetes pada ibu hamil mungkin akan khawatir jika terjadi sesuatu atau hal yang membahayakan pada janinnya, namun Anda bia melakukan beberapa tindakan untuk mengatasi diabetes yang terjadi antara lain dengan tetap mengutamakan pengaturan diet diabetes, apabila kadar gula darah terlampau tinggi bisa dilakukan opname untuk regulasi dengan insulin baik intravena maupun suntikan.

Ibu hamil penderita diabetes disarankan untuk mengusahakan memilih pengobatan dengan pengaturan diet bila tidak tercapai keadaan kadar gula darah yang normal kemudian bisa diberikan suntikan dengan insulin. Penambahan obat-obatan lain bisa dengan vitamin vitamin untuk menjaga kondisi tubuh penderita.

Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pengaturan diet diabetes pada wanita hamil yaitu, kebutuhan kalori pada wanita hamil tidak sama dengan wanita normal sekalipun wanita hamil tersebut menderita kencing manis. Jumlah kalori untuk diet = berat badan ideal wanita hamil x (25-30) kalori + ekstra 200 – 300 kalori dengan perincian minimal 200 gr hidrat arang dan protein (1,5 – 2) gr/kg BB ideal.

Kondisi pada bayipun perlu diperhatikan, jika pada pemeriksaan berat badan bayi ditemukan berat atau ukuran bayi besar sekali maka perlu dilakukan induksi pada minggu ke 36 – 38 untuk mencegah terjadinya komplikasi saat persalinan. Pencegahan untuk mengurangi resiko saat persalinan harus dilakukan oleh karena itu proses persalinan harus dalam pengawasan ketat oleh dokter spesialis kebidanan dan dokter spesialis penyakit dalam. (ARN)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY