Diagnosa dan Cara Obati Kanker Prostat

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Pada tahap dini, tidak terlihat gejala spesifik pada penderita kanker prostat. Meski begitu, pemeriksaan lebih lanjut bisa dilakukan untuk mendeteksi keberadaannya, seperti pemeriksaan dubur. Pemeriksaan fisik atau pemeriksaan colok dubur dilakukan untuk memeriksa ukuran kelenjar prostat.

Selain itu, ada beberapa cara bagi dokter untuk memastikan diagnosis, yakni:

  • Riwayat medis dan pemeriksaan fisik

Dokter akan memeriksa tanda-tanda kanker prostat dan mengajukan pertanyaan tentang riwayat keluarga.

  • Pemeriksaan rektum digital atau Digital Rectal Examination (DRE)

Dokter memasukkan jarinya ke dalam rektum untuk meraba kelenjar prostat melalui dinding rektum.

  • Tes antigen spesifik-prostat atau Prostate Specific Antigen (PSA)

Dilakukan untuk mengukur kadar PSA—protein yang dihasilkan prostat. Tes ini tidak hanya spesifik untuk mendeteksi kanker prostat karena kadar PSA juga bisa naik akibat kondisi lain seperti infeksi saluran kencing atau radang pada prostat.

  • Ultrasound transrektum (TRUS)

Menggunakan probe ultrasound yang dimasukkan ke dalam rektum untuk membuat citra prostat.

  • Biopsi

Digunakan jika kelainan ditemukan dalam DRE atau ultrasound transrektum. Pada metode ini, sampel jaringan prostat akan diambil untuk diperiksa di laboratorium. Metode ini juga bisa dilakukan jika kadar PSA terlalu tinggi untuk usia pria tersebut atau telah meningkat dari waktu ke waktu atau meningkat dengan cepat.

  • Hitung darah lengkap (CBC)

Mengukur jumlah dan kualitas sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit.

  • Tes kimia darah

Mengukur bahan kimia tertentu dalam darah. Tes ini menunjukkan seberapa baik fungsi organ tertentu dan juga bisa digunakan untuk mendeteksi kelainan.

  • Scan tulang

Menggunakan bahan radioaktif pencari-tulang (radiofarmaka) dan komputer untuk menghasilkan gambar tulang untuk memeriksa apakah kanker prostat telah menyebar ke tulang.

Makin awal kanker prostat didiagnosis, makin besar peluang pasien untuk sembuh total. Tapi, jika kanker masih dalam tahap sangat awal dan tidak menyebabkan gejala apapun, pasien bisa memilih untuk mewaspadainya saja. Pengobatan kanker prostat adalah melalui operasi pengangkatan prostat dan radioterapi.

Namun jika kanker terdeteksi ketika sudah menyebar, misalnya ke tulang, maka kanker tersebut tidak bisa disembuhkan. Pengobatan yang dilakukan hanya sebatas untuk memperpanjang usia dan juga meredakan gejala yang muncul.

Jadi, disarankan agar pria berkonsultasi dengan dokter untuk melakukan skrining kanker prostat pada usia 40 tahun, 45 tahun atau 50 tahun. Skrining yang dilakukan adalah dengan tes darah menggunakan antigen khusus prostat.

Lalu, pria berusia di atas 50 tahun dianjurkan melakukan pemeriksaan PSA total dan pemeriksaan DRE setiap setahun sekali. Bila ada keluarga yang menderita kanker prostat, skrining dianjurkan sejak usia 40 tahun. (SBA)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here