Diagnosa, Komplikasi dan Pengobatan dari Sindrom Brugada

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Pada artikel yang sebelumnya telah kita bahas tentang syndrom  brugada. Apakah diagnosa, komplikasi maupun pengobatan dari syndnrom brugada ini? Berikut kita bahas pada artikel ini.

Brugada Syndrom adalah salah satu peyebab hentinya jantung (Cardic arrest) yang disebabkan oleh fibrilasi ventrikel pada pasien yang tidak memiliki penyakit jantung struktural dan tidak memiliki faktor risiko dari penyakit jantung seperti merokok, diabetes maupun obesitas. Kondisi ini merupakan faktor genetik yang tdak di turunkan, yang muncul sebagai sindrom aritmia.

Diagnosa syndrom Brugada

Untuk mengetahui syndrom brugada ini dokter akan melakukan suatu pemeriksaan fisik yang di sertai beberapa tes seperti :

  1. Elektrokardiogram (EKG). Tes ini di lakukan untuk merekam aktivitas elektrik didalam jantung dan memastikan akan adanya kelainan yang mungkin ada dalam datak jantung anda.
  2. Studi Elektropsikologi (EPS). Jika tes EKG menunjukan bahwa pasien positif mengalami syndrom brugada , akan dilakukan tes EPS untuk memudahkan dokter dalam mengetahui penyebab dan untuk menentukan tipe pengobatan penyakit tersebut.
  3. Tes Genetika. Tes ini akan dilakukan dengan dokter mengambil sampel darah dan akan dilakukan suatu pemeriksaan untuk memastikan apakah ada faktor genetika yang menyebabkan syndrom Brugada.

Komplikasi syndrom Brugada

Jika penyakit ini tidak segera ditangani dengan cepat dan tepat, synrom brugada ini dapat menyebabkan beberapa komplikasi diantaranya seperti :

  1. Pingsan

Jika anda mengalami syndrom brugada dan sering pingsan, segera anda melakukan pemeriksaan dan berkonsultasi ke dokter untuk melakukan mencegahan dampak yang berkelanjutan dan membahayakan diri anda.

  1. Serangan jantung

Serangan jantung ini biasanya dapat terjadi pada saat seseorang sedang tertidur. Komplikasi ini dapat menyebabkan jantung kehilangan fungsinya, dengan demikian penanganan syndrom brugada ini harus segera cepat dan tepat, karena serangan jantung dapat segera di cegah.

Pengobatan Syndrom Brugada

Jika anda terbukti mengidap syndrom brugada, dokter akan merekomendasikan anda untuk menggunakan Implantable cardiac defibrilator (ICD). Alat ini memiliki fungsi yang sama dengan alat pacu jantung. Perangkat ini di hubungan ke jantung dengan melalui pembuluh darah untuk selalu memonitor datak jantung. Jika detak jantung anda melemah, ICD akan mengirim sinyal kejut elektrik agar jantung kembali berdetak secara normal. ICD tidak selalu dapat memberikan dampak positif bagi penggunanya. Sejumlah orang yang menggunakan ICD sringkali mendapatkan sinya kejut, pada hal detak jantungnya sedang dalam kondisi normal. Untuk mengurangi resiko itu, beritahukan kondisi anda kepada dokter secara berkala.

Di samping memasang ICD, kemungkinan dokter juga akan memberikan obat jenis quinidine untuk membuat detak jantung anda kembali normal. Obat ini juga dapat digunakan untuk mencegah gangguan jantung sekaligus menjadi suplement untuk seseorang yang menggunakan ICD.

Setelah pengobatan berakhir, anda harus melakukan pemeriksaan secara rutin untuk memastikan bahwa pengobatan yang anda jalani berjalan dengan lancar. Selama masa pemeriksaan tersebut, dokter juga akan memeriksaan apakah ada masalah lain yang berpotensi muncul dan mengganggu jantung anda. (NLT)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here