Diagnosis Asam Urat

SehatFresh.com – Asam urat merupakan penyakit yang sering dikeluhkan para orang tua. Asam urat (gout) merupakan salah satu bentuk arthritis, yang disebabkan tingginya kadar asam urat dalam tubuh. Asam urat adalah zat kimia yang dibuat ketika tubuh memecah purin dalam makanan. Kadar asam urat berlebih seringkali disebabkan oleh penurunan ekskresi atau peningkatan produksi asam urat karena konsumsi makanan tinggi purin secara berlebihan. Asam urat berlebihan dalam tubuh akan terbentuk menjadi endapan kristal di ruang sendi yang pada gilirannya menimbulkan peradangan, pembengkakan, dan membuat sendi tidak bebas bergerak.

Peradangan akibat asam urat seringkali memengaruhi ruang sendi pada jempol kaki, pergelangan kaki, pergelangan tangan, jari tangan, dan lutut. Ada orang yang mengalami serangan asam urat hanya sekali dan tidak mengalaminya lagi (asam urat akut), tetapi ada juga yang mengalami serangan asam urat berulang dengan frekuensi lebih sering (asam urat kronis). Seiring asam urat menjadi kronis, peradangan semakin buruk dan membuat sendi benar-benar rusak.

Seringkali, endapan kristal asam urat mengakibatkan terbentuknya benjolan yang biasanya tidak disertai rasa nyeri. Benjolan ini disebut tofi. Tofi seringkali muncul pada tangan, kaki, pergelangan tangan, pergelangan kaki, dan telinga. Semakin lama, tofi terus tumbuh dan dapat mengikis kulit dan jaringan di sekitarnya. Kristal urat yang sama yang menyebabkan gejala nyeri asam urat juga dapat mengakibatkan terbentuknya batu ginjal.

Bila sering nyeri sendi tiba-tiba, lebih baik segera diperikasakan ke pusat medis terdekat. Jika didiagnosis lebih awal, pengobatan asam urat akan lebih mudah. Diagnosis awal asam urat akan didasarkan pada riwayat kesehatan dan gejala yang timbul melalui beberapa pertanyaan seperti berikut ini:

  • Seperti apa gejalanya?
  • Apakah gejalanya datang dan pergi? Seberapa sering?
  • Apakah gejala sering muncul karena pemicu tertentu, seperti setelah mengonsumsi makanan tertentu atau ketika sedang stres?
  • Apakah Anda mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah di keluarga Anda ada yang memiliki asam urat?

Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan sendi, seperti:

  • Tes darah dapat menunjukkan kadar asam urat dan kreatinin dalam darah. Namun, hasil tes darah tidak bisa selalu menjadi acuan yang akurat. Beberapa orang memiliki kadar asam urat yang tinggi, tetapi tidak pernah mengalami gejala asam urat. Pada orang dengan asam urat akut, kadar asam urat dalam darah mereka seringkali menunjukkan kadar yang normal. Oleh karenanya, tes darah lebih membantu dalam mengawasi kemajuan dalam penurunan kadar asam urat, bukan sebagai acuan diagnosis yang utama.
  • Tes cairan sendi (sinovial) dilakukan dengan mengambil sampel cairan dari sendi melalui jarum untuk diperiksa di bawah mikroskop untuk mengidentifikasi kristal asam
  • X-ray sendi dapat menunjukkan kerusakan sendi jika Anda memiliki asam urat yang sudah berlangsung lama dan gejala asam urat tidak terkontrol. Jika tofi dan batu ginjal ditemukan, ini menunjukkan bahwa asam urat sudah ada sejak beberapa tahun lamanya.
  • USG sendi dapat digunakan untuk mendeteksi tanda-tanda awal dari asam urat, dan dapat sangat membantu untuk mengonfirmasi diagnosis. Tes ini dapat mendeteksi kristal asam urat di dalam tulang rawan sendi atau di bawah kulit.

CT scan dual energy dapat mendeteksi keberadaan kristal urat pada sendi, meskipun sendi tidak meradang secara akut. Namun, tes ini tidak selalu tersedia di setiap pusat medis dan biayanya pun terbilang mahal.

Sumber gambar : blogspot.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY