Diagnosis dan Penanganan Kista Bartholin

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Kista Bartholin terbentuk ketika ada penyumbatan pada saluran kelenjar Bartholin. Biasanya, Kista bisa berukuran kecil dan tidak menimbulkan rasa sakit, namun dapat juga sebaliknya.

Bartholin adalah kelenjar yang terletak pada kedua sisi bibir kelamin perempuan. Kelenjar ini mengeluarkan cairan yang berperan sebagai pelumas saat berhubungan intim dengan pasangan. Kelenjar ini kecil sehingga tidak mudah diraba oleh tangan maupun dilihat mata.

Diagnosis Kista Bartholin

Kista Bartholin pada tahap awal, dokter akan bertanya mengenai riwayat kesehatan pasien. Kemudian, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik terhadap pasien. Biasanya kista Bartholin hanya terjadi pada satu sisi dan sisi lainnya tetap berukuran normal.

Perempuan sangat penting untuk melakukan pemeriksaan rutin pada daerah panggul, terutama bila ditemukan benjolan di sekitar vagina untuk mengetahui diagnosis penyakit. Selain pemeriksaan pada daerah panggul, dokter akan mengambil contoh cairan dari vagina untuk mengetahui apakah ada infeksi menular seksual.

Kemudian, dokter akan mengambil sampel jaringan (biopsi) kelenjar Bartholin untuk diperiksa dan direkomendasikan pada pasien pasca menopause atau yang berusia lebih dari 40 tahun untuk mendeteksi sel kanker.

Penanganan Kista Bartholin

Penderita Kista Bartholin dapat ditangani dengan cara berbeda-beda. Kista kecil yang tidak terinfeksi bisa dirawat di rumah dan tidak memerlukan prosedur serta obat-obatan spesifik dari dokter.

Sebaliknya, kista membutuhkan penanganan lebih ekstra bila memiliki ukuran besar, sehingga membuat penderita tidak nyaman atau terjadi infeksi. Penanganan kista Bartholin bisa ditangani melalui obat-obatan, pengeluaran abses (nanah) dan pengangkatan kista. Berikut ini beberapa penganan Kista Bartholin

  • Duduk berendam dalam air hangat.

Duduk berendam di air hangat setinggi panggul dapat menjadi pilihan pada kasus kista terinfeksi yang berukuran kecil. Lakukan beberapa kali sehari selama seminggu hingga kista pecah dan cairan keluar. Memakai handuk hangat juga bisa digunakan untuk mengompres area di mana kista terletak.

  • Dengan Obat Pereda Nyeri.

Mengkonsumsi Paracetamol dan Ibuprofen dapat mengurangi atau merekadan rasa sakit akibat kista. Jangan lupa untuk memperhatikan keterangan serta dosis penggunaan saat mengonsumsi obat-obatan bebas. Hubungi dokter atau datangi fasilitas kesehatan terdekat jika benjolan bertambah besar dan sakit.

  • Prosedur pemasangan kateter (Selang).

Biasanya dokter akan memasang kateter atau selang untuk mengeluarkan abses atau nanah. Saat melakukan prosedur ini, sayatan kecil dibuat untuk memasukkan kateter dengan ujungnya terdapat balon yang dapat mengembang. Balon ini berfungsi untuk menjaga supaya kateter tidak lepas dan dapat bertahan selama dua hingga enam minggu.

  • Mengangkat Kelenjar Bartholin.

Prosedur ini dilakukan ketika cara lain tidak berhasil. Operasi pengangkatan kelenjar Bartholin membutuhkan bius umum sebelum dilakukan pengangkatan.

Selama proses penyembuhan pasca operasi, sebaiknya hindari aktivitas seksual dan ikuti dokter. Gunakan pembalut selama kateter atau selang masih terpasang, karena abses (nanah) akan terus mengalir seiring dengan hilangnya infeksi. (AGT)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here