Diagnosis Dan Pengobatan Herpes Zoster

SehatFresh.com – Herpes zoster merupakan penyakit yang juga dikenal dengan istilah cacar api atau cacar ular, ini disebabkan oleh virus yang sama dengan virus penyebab cacar air, yaitu varisela zoster. Virus varisela yang menetap di dalam tubuh bahkan setelah cacar air sembuh, dapat kembali aktif di kemudian hari dan menyebabkan herpes zoster.

Gejala awal yang ditimbulkan yakni adanya rasa gatal, merasa terbakar, kesemutan, dan dalam jangka waktu satu sampai tiga hari akan terbentuk ruam seperti benjolan merah. Umumnya penyakit ini banyak menyerang manula. Faktor pemicu yang diduga dapat memengaruhi pertumbuhan virus ini yaitu pernah mengidap cacar air, sistem kekebalan tubuh yang menurun, misalnya karena mengidap diabetes, menggunakan obat steroid jangka panjang, atau menjalani kemoterapi. Terdapat gejala yang seringkali juga muncul seperti demam dan menggigil, serta nyeri di seluruh tubuh sampai sakit kepala.

Risiko terjangkit herpes zoster terkait dengan pertambahan usia. Hal ini berkaitan adanya immunosenescence, yaitu penurunan sistem imun secara bertahap sebagai bagian dari proses penuaan. Hal ini juga terkait dengan penurunan jumlah sel yang terkait dalam imunitas melawan virus varicella-zoster pada usia tertentu.

Pengidap herpes zoster tidak bisa menularkan penyakit ini pada orang lain, tapi dapat menularkan cacar air. Jika Anda belum pernah terkena cacar air dan mengalami kontak langsung dengan ruam akibat herpes zoster, Anda dapat terinfeksi virus varisela zoster dan terkena cacar air.

Dikutip dari laman alodokter.com Langkah pengobatan medis yang dapat dilakukan untuk mempercepat kesembuhan sekaligus mengurangi risiko komplikasi ialah dengan pemberian obat antivirus, contohnya acyclovir dan famciclovir. Obat antivirus paling efektif jika diminum dalam tiga hari setelah ruam muncul dan biasanya diberikan oleh dokter untuk digunakan pengidap selama maksimal 10 hari.

Kelompok orang yang khususnya memerlukan obat antivirus meliputi manula dan orang dengan sistem kekebalan tubuh yang menurun seperti pengidap kanker, HIV, serta diabetes. Antivirus  juga diberikan pada pengidap dengan ruam atau nyeri yang parah dan jika herpes zoster berdampak pada mata.

Mencegah Herpes Zoster

Langkah pencegahan utama yang dapat dilakukan untuk menurunkan risiko munculnya herpes zoster ialah dengan menerima vaksin herpes zoster serta cacar air. Walau tidak mencegah terkena herpes zoster sepenuhnya, setidaknya vaksinasi ini dapat mengurangi keparahan gejala yang akan dialami jika terserang penyakit ini.

Anda juga dapat mencegah penyakit ini dengan langkah sederhana, seperti tidak meminjam barang-barang pribadi pengidap (misalnya handuk atau pakaian). Beberapa akibat yang akan dirasakan jika terserang virus varisela zoster :

  1. Rasa nyeri yang parah dapat berlangsung selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun setelah ruam sembuh. Diperkirakan ada sekitar 15% pengidap herpes zoster yang mengalami komplikasi ini.
  2. Jika muncul di sekitar mata, herpes zoster dapat mengakibatkan inflamasi saraf mata yang menyakitkan, glaukoma dan bahkan berujung pada kebutaan.
  3. Gangguan pada saraf, misalnya inflamasi pada otak, masalah pada pendengaran atau bahkan keseimbangan tubuh.
  4. Infeksi bakteri pada ruam.
  5. Bercak putih pada bekas ruam. Ruam herpes zoster dapat menyebabkan kerusakan pigmen kulit.

Penyakit herpes zoster tidak boleh dianggap sepele, karena penyakit ini sewatu-waktu dapat menyerang siapapun terlebih ketika Anda telah mengidap penyakit cacar air. Jika mengalami tanda-tanda seperti yang disampaikan diatas, segera menghubungi dokter agar penyakit yang diderita tidak semakin parah.

Sumber gambar : americansincairo.net

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY