Diagnosis Polip Rahim

SehatFresh.com – Pertumbuhan jaringan abnormal pada rahim tidak selalu berarti kanker. Salah satunya, bisa muncul sebagai polip rahim. Polip rahim terbentuk akibat pertumbuhan berlebih dari jaringan endometrium dan bisa terbentuk satu atau beberapa polip. Polip rahim biasanya jinak (non kanker), tapi dapat menyebabkan masalah dengan menstruasi atau kesuburan.

Munculnya polip para rahim terkait masalah hormonal. Polip rahim bersifat estrogen-sensitive, yang berarti pertumbuhannya merupakan respon terhadap sirkulasi estrogen. Gejala yang mengindikasikan polip rahim tidak selalu sama pada setiap wanita. Secara umum, polip rahim seringkali diindikasikan melalui gejala:

  • Mesnstruasi tidak teratur atau di luar perkiraan.
  • Mengalami pendarahan di luar siklus menstruasi.
  • Pendarahan berat saat menstruasi.
  • Pendarahan vagina setelah menopause.
  • Sulit hamil.

Segera periksa ke dokter bila mengalami gejala-gejala tersebut, terutama pendarahan setelah menopause, pendarahan di luar menstruasi, dan menstruasi tidak teratur. Hal tersebut bisa menyebabkan masalah kesuburan dan bisa berubah menjadi kanker, diagnosis dini sangatlah penting guna mencegah perkembangan penyakit lebih lanjut.

Diagnosis polip rahim awal akan berdasarkan pada gejala-gejala yang dialami. Jika mencurigai adanya polip rahim, dokter akan melakukan pemeriksaan lebih detail untuk memastikan diagnosis melalui beberapa pemeriksaan berikut ini:

  • USG transvaginal dilakukan untuk menampilkan gambaran rahim, termasuk bagian dalamnya. Polip akan terlihat sebagai suatu area yang menebal pada jaringan endometrium.
  • Sonohisteroskopi merupakan prosedur terkait yang mungkin dilakukan setelah USG transvaginal. Sebuah cairan steril dimasukkan ke rahim melalui tabung tipis yang disebut kateter. Cairan menyebabkan rahim melebar sehingga memberikan gambar yang lebih jelas dari setiap pertumbuhan dalam rongga rahim selama prosedur USG.
  • Histeroskopi dapat digunakan mendiagnosa polip rahim dan terkadang digunakan dalam pembedahan untuk mengangkat polip. Selama prosedur ini, dokter memasukkan tabung panjang tipis dengan teleskop menyala melalui vagina dan leher rahim ke dalam rahim. Prosedur histeroskopi memungkinkan dokter untuk memeriksa bagian dalam rahim.
  • Biopsi endometrium merupakan prosedur pengambilan sedikit sampel jaringan untuk keperluan pemeriksaan laboratorium. Dokter akan mengumpulkan jaringan dari dinding bagian dalam rahim dengan bantuan alat khusus. Sampel kemudian diuji di laboratorium untuk menentukan ada tidaknya kelainan pada rahim.
  • Kuretase dapat digunakan untuk mendiagnosa maupun mengobati polip. Dokter menggunakan alat logam panjang yang disebut kuret untuk mengumpulkan jaringan dari dinding bagian dalam rahim. Kuret memiliki lingkaran kecil di ujung yang memungkinkan dokter untuk mengikis jaringan atau polip. Jaringan atau polip yang diangkat dapat dikirim ke laboratorium untuk pengujian lebih lanjut untuk menentukan kehadiran sel-sel kanker.

Kebanyakan polip rahim bersifat bukan kanker (jinak). Namun, beberapa perubahan prakanker rahim (hiperplasia endometrium) atau kanker rahim (karsinoma endometrium) seringkali tampak seperti polip rahim. Bila menyebabkan pendarahan berat selama menstruasi, dicurigai sebagal sel kanker, serta menyebabkan masalah kemahilan dan infertilitas, maka polip harus diangkat.

Polip rahim terkadang muncul kembali setelah Anda menyelesaikan pengobatan. Tidak ada cara pasti yang dapat mencegah polip rahim. Polip lebih sering terjadi pada wanita yang berusia antara 40 dan 50 tahun dibandingkan pada wanita yang lebih muda. Terkadang, wanita yang memiliki polip rahim tidak merasakan gejala apa pun. Sangat penting untuk tidak melewatkan pemeriksaan ginekologi rutin. Terapkan juga pola hidup sehat untuk mengendalikan faktor risiko polip rahim seperti obesitas dan tekanan darah tinggi.

Sumber gambar : www.sehatfresh.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY