Diagonasa Penyakit Polip Rahim

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com – Penyakit polip rahim atau polip endometrium memanglah dapat dikatakan sebagai tumor yang bersifat jinak, akan tetapi penyakit ini tetaplah harus anda waspadai karena dapat berlanjut menjadi kanker yang bersifat ganas. Sehingga setelah anda mengetahui tanda gejala yang muncul dari penyakit ini disarankan anda untuk segera memeriksakan diri ke dokter dan berkonsultasi dengannya.

Penyakit polip rahim tidak hanya di pastikan hanya dengan adanya tanda gejala yang dialami oleh seseorang, akan tetapi diperlukan beberapa pemeriksaan untuk memastikan diagnosa penyakit tersebut. Berikut ini beberapa pemeriksaan yang akan dokter arahkan dan harus anda lakukan untuk menetapkan diagnosa penyakit polip rahim dengan tepat, antara lain :

  1. Pemeriksaan USG transvaginal (TVUS)

Pemeriksaan USG atau ultrasonogravi ini berupa transvaginal dimana prosedur ini menggunakan alat panjang yang di masukan melalui vagina. Prosedur ini akan mengeluarkan gelombang suara untuk menghasilkan pencitraan baik  bagian luar maupun bagian dalam. Dokter akan melakukan pemeriksaan ini untuk melihat adanya penebalan jaringan yang melapisi rahim. Menurut hasil laporan para ahli disebutkan bahwa TVUS memiliki sensitivitas 19%-96%, spesifisitas 53%-100%, nilai prediksi positif 75%  menjadi 100%, dan nilai prediksi negatif 87% menjadi 97%.

  1. Histeroskopi

Pemeriksaan lain yang dapat dilakukan untuk mendiagnosa penyakit polip rahim yaitu dilakukannya pemeriksaan histeroskopi. Pemeriksaan ini dilakukan dengan menggunakan prosedur dimana suatu alat yang fleksibel dan tipis dimasukan ke dalam vagina dan mulut rahim. Pemeriksaan histeroskopi dilakukan bertujuan untuk melakukan pemeriksaan bagian dalam rahim.

  1. Biopsi endometrium

Pemeriksaan berikutnya yang digunakan untuk menetapkan diagnosa penyakit polip menggunakan pemeriksaan biopsi endometrium. Prosedur ini dilakukan untuk proses evaluasi pemeriksaan laboratorium lebih lanjut dengan cara pengambilan sampel jaringan di dalam rahim.

  1. Sonohisterografi

Sonohisterografi dilakukan dengan menggunakan kateter dimana selang tipis tersebut akan dimasukan ke dalam rahim untuk memempa cairah steril di dalam rahim. Pada saat proses ini berlangsung kondisi rahim akan membesar dan memperoleh hasil gambar yang jelas mengenai pertumbuhan jaringan sel polip yang abnormal.

  1. Kuretasi

Istilah kuretasi dalam masyarakat terkesan suatu metode yang dilakukan untuk membersihkan sisa jaringan dalam rahim karena faktor keguguran. Akan tetapi metode kuretasi di pakai juga untuk mendiagnosis penyakit polip rahim. Seperti pada umumnya dokter akan mengambil jaringan di dalam dinding rahim menggunakan alat metal kuretase menyerupai sendok. Hasil jaringan tersebut akan dilakukan pemeriksaan secara mikroskopis.

  1. Operasi

Polip rahim sebagian besar diklasifikasikan sebagai benjolan jinak dalam rahim, akan tetapi dalam kondisi tertentu terdapat suatu perubahan lain dimana terjadinya penebalan lapisan rahim dan kanker rahim. Sehingga dalam kondisi ini terkadang dokter juga menyarankan pasien yang mengalami kondisi ini untuk melakupan operasi untuk mengangkat jaringan abnormal dan setelah itu akan dilakuakn pemeriksaan lebih lanjut mengenaik keganasan jaringan tersebut. (KMY)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here