Diet Tanpa Gula Tambahan

Diet tanpa gula tambahan melibatkan pembatasan gula yang tidak terbentuk secara alami dalam makanan. Menurut American Heart Association, banyak orang mengonsumsi gula tambahan tanpa menyadarinya. Gula tambahan mengandung kalori tapi tidak ada nutrisi penting di dalamnya, dengan kata lain gula tambahan hanya menambahkan “kalori kosong” dalam makanan. Asupan gula tambahan berlebih dapat menyebabkan penambahan berat badan dan gangguan kesehatan.

Gula alami dapat ditemukan dalam makanan seperti produk susu dan buah-buahan. Sebuah makanan mengandung gula tambahan jika daftar bahan mengandung gula tebu, gula merah, sirup jagung, pemanis jagung, fruktosa, dekstrosa, jus buah konsentrat, glukosa, laktosa, madu, maltosa, molase, gula mentah, sukrosa atau sirup. Diet tanpa gula tambahan terdiri dari makanan alami, seperti buah-buahan, sayuran, biji-bijian, daging tanpa lemak dan unggas, ikan, kacang-kacangan, produk susu, kacang-kacangan, biji-bijian dan minyak. Dalam beberapa kasus, alternatif gula, seperti pemanis buatan bisa digabungkan.

Diet tanpa gula tambahan menawarkan berbagai manfaat kesehatan serta meningkatkan manajemen berat badan Anda. Orang dengan diabetes dapat memilih diet tanpa tambahan gula untuk manajemen gula darah. Orang tua yang merasa gula tambahan berdampak negatif suasana hati atau perilaku anak-anak mereka juga dapat membatasi konsumsi gula tambahan.

Diet tanpa gula tambahan dapat memberikan banyak manfaat, jika dilakukan dengan tepat. Cara terbaik untuk mendapatkan nutrisi yang tepat adalah melalui makanan alami seperti buah-buahan, sayuran dan biji-bijian. Makanan tersebut menyediakan berbagai vitamin, mineral dan antioksidan yang mendukung sistem imun yang kuat serta kaya akan serat yang mendukung fungsi pencernaan yang sehat, kesehatan jantung dan membuat kenyang lebih lama. Dengan menghilangkan gula tambahan dan beralih ke makanan yang lebih sehat, asupan kalori yang Anda akan menjadi lebih kaya nutrisi.

Ketika menghilangkan gula tambahan, Anda mungkin merasa kehilangan beberapa makanan yang menjadi favorit. Namun, indera perasa akan secara alami menyesuaikan dengan makanan tanpa gula tambahan. Anda bisa menikmati makanan-makanan sehat yang sederhana, yang tidak ramai dengan bumbu penyedap, perasa, dan pemanis. Perlu diketahui bahwa pemanis buatan, jika dimasukkan ke dalam diet tanpa gula tambahan dapat menimbulkan risiko tambahan. Pemanis buatan, seperti aspartam, sakarin atau manitol, seringkali dianggap masih aman dikonsumsi dalam jumlah yang tepat, tetapi tetap dapat berdampak pada kadar gula darah. Beralih pada makanan sehat tanpa gula tambahan bisa menghindarkan Anda dari kegemukan dan berbagai risiko penyakit seperti penyakit jantung, beberapa jenis kanker terutama kanker pankreas.

Anda mungkin sudah merasa mengurangi gula tambahan, namun Anda juga harus memperhatian produk-produk makanan yang ternyata berpotensi menjadi sumber gula tersembunyi. Produk-produk seperti selai, roti, kecap, dan saus tomat ternyata mengandung gula tambahan yang cukup banyak. Oleh karenanya, ada baiknya Anda selalu mengecek keterangan nutrisi setiap produk dan pilih yang gulanya sedikit. Jika hasrat ingin makan manis kembali muncul, cobalah untuk mengalihkan perhatian dengan berjalan atau berolahraga. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa para atlet kehilangan rasa ingin makan manis setelah berolahraga.

*pic ceardo.blogspot.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY