Disfungsi Orgasmik

SehatFresh.com – Yang paling ingin didapatkan ketika berhubungan seks adalah orgasme, klimaks dari kepuasan seksual ketika seseorang merasakan nikmat seksual yang luar biasa. Untuk mencapai orgasme, terkadang tidak selalu mudah. Ada momen di mana seseorang memiliki kesulitan mencapai orgasme, bahkan ketika mereka sedang terangsang secara seksual dan mendapatkan rangsangan seksual yang cukup. Kondisi ini mengarah pada disfungsi orgasmik. Tidak hanya wanita, pria juga dapat mengalami ini meskipun kurang umum.

Disfungsi orgasmik juga dikenal sebagai anorgasmia (gangguan orgasmik wanita). Orgasme dapat terjadi hanya dengan sekidit rangsangan seksual, tapi kadang-kadang rangsangan lebih diperlukan untuk mencapainya. Banyak wanita mengalami kesulitan mencapai orgasme dengan pasangan, bahkan setelah ia mendapatkan rangsangan seksual yang cukup. Bahkan, banyak wanita yang mengaku tidak selalu mencapai orgasme saat bercinta dengan suami.

Gejala utama dari disfungsi orgasmik adalah ketidakmampuan untuk mencapai klimaks seksual. Memiliki orgasme yang kurang memuaskan atau waktu untuk orgasme menjadi lebih lama dari biasanya dapat mengindikasikan adanya masalah. Wanita dengan disfungsi orgasmik mungkin mengalami kesulitan mencapai orgasme baik itu selama hubungan seksual ataupun masturbasi.

Menurut statistik Planned Parenthood, satu dari tiga wanita mengalami kesulitan untuk mencapai tahap klimaks bercinta, dan rata-rata 80 persen wanita mengaku tidak mendapatkan orgasme dari penetrasi seksual. Bisa sulit untuk menentukan penyebab disfungsi orgasmik. Wanita mungkin memiliki kesulitan mencapai orgasme karena faktor fisik, emosional atau psikologis. Faktor umum yang berkontribusi meliputi usia, kondisi kesehatan (seperti diabetes), pernah menjalani histerektomi, menggunakan antidepresan, punya trauma akibat pelecehan seksual, kurang percaya diri, hingga masalah dalam hubungan seperti konflik yang belum terselesaikan atau kurangnya kepercayaan.

Anda harus menjadwalkan janji dengan dokter jika merasa memiliki disfungsi orgasmik. Dokter dapat mendiagnosa kondisi dan memberikan rencana perawatan yang tepat. Mendapatkan bantuan dari dokter adalah cara terbaik agar Anda dapat menikmati aktivitas seksual yang menyenangkan lagi. Pasalnya, ketidakmampuan untuk orgasme bisa membuat frustasi dan tentunya akan berdampak pada hubungan.

Dalam kebanyakan kasus disfungsi orgasmik, terapi sangat membantu. Terapi individu atau pasangan umumnya berfokus pada bagaimana Anda memandang “seks”. Sesi terapi dapat membantu Anda dan pasangan belajar lebih banyak tentang kebutuhan dan keinginan diantara keduanya. Terapi juga akan membahas masalah hubungan atau stres sehari-hari yang mungkin berkontribusi terhadap ketidakmampuan untuk orgasme. Menyelesaikan penyebab ini dapat membantu mencapai dan merasakan kenikmatan orgasme lagi.

Sumber gambar : www.SehatFresh.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY