dr. Nugroho Setiawan, SpAnd : Kurang Gairah dan Disfungsi Ereksi Akibat Defisiensi Testosteron

www.sehatfresh.com

SehatFresh.com #DokterTalk – Seputar Masalah Intim Lelaki (SMILe) – Pria Usia 40 tahun ke atas, Waspadai Defisiensi Testosteron. Dalam diskusi media kali ini dipaparkan fakta-fakta dan informasi penelitian ilmiah terkait defisiensi testosteron yang dapat menyebabkan morbiditas yang signifikan. Salah satunya adalah berkurangnya hasrat dan kegiatan seksual bahkan disfungsi ereksi.

Pada umumnya Testosterone Deficiency Syndrome (TDS) atau hipogonadisme banyak dialami oleh seorang pria seiring dengan bertambahnya usia. Data dari sebuah studi menunjukkan bahwa terdapat 38.7% pria dengan usia di atas 45 tahun memiliki kadar testosteron kurang dari kadar normalnya yaitu, kurang dari 300ng/mL. Sebanyak 30% pria dengan rentang usia 40-79 tahun mengalami TDS seiring dengan bertambahnya usia. Testosteron bukan hanya memungkinkan seorang pria untuk memiliki ereksi dan hasrat seksual (libido), selain itu testosteron juga penting untuk mempertahankan massa otot, tulang yang sehat dan suasana hati yang positif.

Pada kesempatan ini, Dr. Nugroho Setiawan, MS, Sp.And mengungkapkan,“ Para pria umumnya tidak mengetahui bahwa gangguan seksual yang dialami disebabkan oleh hipogonadisme. Hipogonadisme merupakan gejala klinis dimana seorang pria mengalami kekurangan testosterone akibat testis gagal memproduksi testosteron fisiologis. Kondisi ini dapat dialami oleh seorang pria sejak dari lahir ataupun dialami oleh seorang pria pada usia yang semakin lanjut.” Pada umumnya hipogonadisme banyak dialami oleh seorang pria akibat penambahan usia. Namun kondisi ini banyak tidak disadari oleh pria karena masih kurangnya informasi terkait kesehatan pria.

TDS secara umum masih jarang terdiagnosis. Menurut penelitian di Inggris ditemukan bahwa saat ini sekitar 414.000 pria atau 18% mengalami disfungsi ereksi (DE), sementara itu kurang dari 5% dari pria yang terdiagnosa dan sekitar 39.000 pria di Inggris mendapatkan terapi testosteron.

Dr. Nugroho Setiawan, MS, Sp.And menambahkan, “Banyak pria yang mengabaikan gejala-gejala seperti penurunan libido, disfungsi ereksi, mudah lelah, mudah berkeringat, dan penambahan lingkar pinggang. Seringkali kondisi ini dianggap lazim karena dikaitkan dengan penambahan usia pada pria. Padahal gejala tersebut menunjukkan seorang pria telah mengalami TDS. Dampak TDS yang sangat mengganggu bagi pria baik secara psikologis dan kesehatan adalah penurunan libido dan DE. Tidak perlu malu untuk berkonsultasi dengan dokter apabila mengalami gejala TDS seperti penurunan libido dan DE. Melalui konsultasi dan pemeriksaan, penderita TDS akan mendapatkan terapi yang tepat dengan kondisi kesehatannya. Salah satu terapi TDS yaitu dengan terapi sulih hormon testosteron seperti testosteron undekanoat. Kita harus tahu akar permasalahannya sehingga pengobatan dapat efektif dan kualitas hidup dapat diperbaiki.”

Gejala-gejala TDS dapat berbeda pada setiap individu. Dokter memberikan diagnosa TDS dengan melihat gejala dan hasil tes darah yang mengukur kadar testosteron. Oleh sebab itu dianjurkan bagi pria yang mengalami gejala-gejala defisiensi testosteron untuk segera berkonsultasi dan memeriksa kadar testosteronnya secara teratur untuk mendapatkan terapi yang tepat sehingga kualitas hidup juga menjadi lebih baik.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here